<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393</id><updated>2012-02-16T00:21:45.301-08:00</updated><title type='text'>UwaDadang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>159</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-7665840493905712971</id><published>2007-12-25T18:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T18:42:35.169-08:00</updated><title type='text'>Massa Menuntut Perum Perhutani Dibubarkan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;TASIKMALAYA,                 (PR).-&lt;br /&gt;                Massa yang mengatasnamakan Komite Aksi Untuk Keadilan Rakyat (KAUKR) melakukan demonstrasi                 di Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya, Senin (26/11). Mereka menuntut Perum Perhutani                 Tasikmalaya dibubarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;table bordercolorlight="#C0C0C0" bordercolordark="#FFFFFF" style="float: right; margin-left: 5px; margin-bottom: 5px;" border="1" bordercolor="#ffffff" cellpadding="2" cellspacing="0" width="260"&gt;                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                     &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/112007/27/03t-Demo%20Perhutani.gif" border="1" height="171" width="250" /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr&gt;                     &lt;td align="center" bgcolor="#e1e1e1"&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;massa dari berbagai elemen tergabung dalam                     yang Komite Aksi Untuk Keadilan Rakyat (KAUKR), Senin (26/11) berdemonstrasi di pengadilan                     Tasikmalaya. Mereka meminta Perum Perhutani Tasikmalaya dibubarkan.*&lt;/i&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;UNDANG                     SUDRAJAT/"PR"&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Aksi unjuk rasa ini mendapat perhatian warga yang akan melintas di Jln. Siliwangi Kota                 Tasikmalaya. Sebelum masuk ke halaman pengadilan, pengunjuk rasa melakukan orasi di badan                 jalan tersebut. "Bubarkan Perhutani. Bubarkan Perhutani," ujar seorang pengunjuk                 rasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Setelah berbaris memanjang di Jln. Siliwangi, pengunjuk rasa akhirnya masuk ke halaman                 gedung pengadilan. Saat itu, dalam waktu bersamaan ada persidangan empat terdakwa dari                 Desa Banyuasih, Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, yang didakwa melakukan perambahan hutan di                 kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani Tasikmalaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Di halaman pengadilan, pengunjuk rasa bukan hanya berorasi secara bergantian meminta                 Perhutani dibubarkan, tapi juga menampilkan teaterikal, dari aktivis Liga Mahasiswa                 Nasional Untuk Demokrasi (LGMNUD). Aksi itu menggambarkan, rakyat yang berada di sekitar                 hutan diimpit oleh kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Koordinator aksi Leala Al-Fahri mengatakan, selama ini pengelolaan hutan oleh Perhutani                 Tasikmalaya, tidak memberikan banyak manfaat untuk rakyat. Sebaliknya, warga sekitar hutan                 masih dililit oleh kemiskinan. Malah, ada yang diseret ke pengadilan dengan tuduhan                 perambahan atau pencurian kayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Padahal, perhutani sendiri dalam pengelolaan hutan, menggunakan sistem satu jenis                 tanaman, seperti pinus. Hal itu, telah menyebabkan pasokan air berkurang. Karena tanaman                 pinus itu, banyak menyedot air tanah, bukan menyimpannya. "Sehingga, ketika kemarau                 terjadi, warga sekitar hutan banyak mengalami kesulitan air," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Oleh karena itu, KAUKR meminta agar Perhutani Tasikmalaya dibubarkan. Apalagi,                 konflik-konflik terus terjadi, karena Perhutani terus memaksakan diri dalam mengelola                 hutan. Mestinya, pengelolaan hutan melibatkan masyarakat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sementara itu, dalam sidang kemarin terdakwa, Ading, Ibad, Suharman dan Abidin,                 keempatnya, warga Banyuasih, Taraju, dituntut 2 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU)                 Sugihartono menilai perbuatan terdakwa yang didampingi pengacara Encang Hermawan, terbukti                 melawan hukum, yaitu melakukan perambahan hutan di daerah Taraju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hanung, mendapat perhatian dari sanak keluarga                 terdakwa. Mereka hadir di persidangan itu, dengan membawa anak maupun cucu terdakwa.                 (A-97)***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-7665840493905712971?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/7665840493905712971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=7665840493905712971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7665840493905712971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7665840493905712971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/massa-menuntut-perum-perhutani.html' title='Massa Menuntut Perum Perhutani Dibubarkan'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-8676190472373466602</id><published>2007-12-25T00:07:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T00:27:30.258-08:00</updated><title type='text'>SEDIMENTASI CITARUMMENGKHAWATIRKAN</title><content type='html'>&lt;span class="Normal"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pikiran Rakyat (01 March 2007)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tingkat sedimentasi (pengendapan) Sungai Citarum saat ini mencapai tahap meng^ khawatirkan. Rencana pemangkasan Curug Jompong hanya akan menambah laju sedimentasi di wilayah hilir dan mengubah struktur ekologi alami yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Demikian dikatakan Chay Asdak, peneliti Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran pada Lokakarya Tepung Lawung III Pelestarian DAS Citarum Hulu di Gedung Mohammad Toha Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung di Soreang, Kab. Bandung, Rabu (28/2). Menurut dia, berda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sarkan data hingga tahun 2003 laju sedimentasi Sungai Citarum di mulut Waduk Saguling mencapai 4 juta meter kubik/tahun. Tingginya laju sedimentasi ini akan berpengaruh pada listrik di sejumlah PLTA yang bersumber dari aliran Sungai Citarum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Data yang ditunjukkan Chay bersumber dari data PT PLN Unit Pembangkit Saguling tahun 2004. Tingkat sedimentasi yang mencapai 4 juta meter kubik/tahun terjadi sejak 1988/1989 dan berlanjut hingga 2004.&lt;br /&gt;"Tingginya laju sedimentas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;i ini merupakan tanda tingginya degradasi sumber daya lahan dan air di wilayah hulu Citarum. Rencana pemangkasan Curug Jompong cenderung lebih pada pendekatan projek tanpa melihat pengaruhnya pada aspek ekologis yang ada," kata Chay. Menurut dia, laju sedimentasi Sungai Citarum akan jauh lebih tinggi jika Curug Jompong dipangkas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Tindakan pelurusan meander (kelokan) sungai termasuk pemangkasan air terjun (curug) sudah ditinggalkan di Amerika dan Eropa. Masa kita malah melakukannya," kata Chay. Solusinya, pembuatan tanggul di wilayah banjir akan lebih efektif dan ramah lingkungan dibandingkan harus memangkas Curug Jompong. Atau, dilakukan relokasi bagi masyarakat yang sering terkena banjir.&lt;br /&gt;Penanaman pohon Chay juga mengajak semua pi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hak untuk melihat persoalan rusaknya hulu DAS Citarum secara menyeluruh. Selama ini, kata dia, banyak kalangantermasuk pemerintahselalu mengedepankan upaya penanaman pohon. Namun, data menunjukkan bahwa keberhasilan program GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) ataupun GRLK (Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis) ternyata tak signifikan di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Pendekatan lain yang harus dilakukan yakni sistem insentif. Maksudnya, pemerintah sudah seharusnya memberikan insentif kepada masyarakat yang telah berkontribusi menanami kembali hutan atau lahan yang terdegradasi," kata Chay.&lt;br /&gt;Bentuk insentif itu yang harus, dirumuskan, apakah berupa uang atau bentuk lain yang menguntungkan masyarakat.&lt;br /&gt;Pendekatan serupa telah dilakukan dalam sistem CDM (Cle&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;an Development Mechanism) yang telah diberlakukan secara global, yang memberikan insentif bagi pihak-pihak yang telah menjaga kelestarian lingkungan dan berperan dalam menahan laju perubahan iklim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Perubahan paradigma ini, kata Chay, sudah layak dicermati mengingat makin bergesernya budaya di tengah masyarakat. Ia'mengajak pemerintah yang s'elama ini telah mengeluarkan biaya besar untuk penanaman pohon, juga nienyisihkan sebagian dananya untuk insentif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Getar Berseka &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Lokakarya kemarin mengambil tema "Hulu Menanam, Hilir Peduli" yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Pemkab Bandung, PT Indonesia Power, dan Masyarakat Cinta Citarum (MCC).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Direktur PT Indonesia Power, Abimanyu Suyoso mengatakan, pihaknya sangat berkepentingan dalam upaya pelestarian hulu DAS Citarum ini karena berkaitan langsung dengan listrik yang dihasilkan dari aliran sungai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sementara itu, Bupati Bandung Obar Sobarna mengatakan, sudah saatnya semua pihak berpikir untuk kelestarian Sungai Citarum. Rencananya, pada HUT Kab/Bandung 20 April mendatang, juga akan dikukuhkan program "Getar Berseka" (geulis, lestari, bersih, sehat, kayungyuri) yang beranggotakan semua kalangan yang berkepentingan dengan Citarum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Curug Jompong Sementara itu, ketika ditemui usai menemui keluarga korban .JMP Levina I di Kel. Karang'melcar Kec. CimahTItengah, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan menyatakan, belum tentu Curug Jompong akan dipangkas. "Ada pendapat, jika Curug Jompong dipangkas akan menurunkan debit air di Citarum sehingga tidak lagi meluap. Namun, ada juga yang berpendapat sebaliknya. Nanti saya akan ctear-kan, mana pendapat yang paling benar untuk diterapkan di DAS Citarum," ucap Danny&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-8676190472373466602?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/8676190472373466602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=8676190472373466602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/8676190472373466602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/8676190472373466602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/sedimentasi-citarummengkhawatirkan.html' title='SEDIMENTASI CITARUMMENGKHAWATIRKAN'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-6632727942630670693</id><published>2007-12-24T23:52:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T23:58:12.602-08:00</updated><title type='text'>Bersama Kita Mengelola Banjir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt; &lt;b&gt;Purwanti Sri Pudyastuti&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt; Pengajar Jurusan Teknik Sipil UMS, Alumnus Water, Engineering, and Development Centre, Loughborough University, Inggris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banjir yang melanda Jakarta awal Februari 2007 menambah deretan bencana yang telah datang bertubi-tubi melanda negeri ini. Sekilas, sepertinya permasalahan banjir merupakan masalah sederhana karena telah rutin dialami setiap tahun. Kenyataannya, permasalahan banjir merupakan permasalahan kompleks yang tidak dapat dianggap sederhana. Dampak negatif akibat banjir sangat merugikan di banyak sektor. Banjir menyebabkan aktivitas perekonomian hampir lumpuh, infrastruktur telekomunikasi dan transportasi terganggu, ancaman penyakit, penyediaan air bersih terganggu, aliran listrik terputus, dan masih banyak lagi kerugian yang harus ditanggung akibat banjir. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika dihitung dalam rupiah, kerugian yang ditanggung saat banjir melanda dan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan pascabanjir di Jakarta akan berjumlah miliaran rupiah. Padahal tidak hanya Jakarta yang dilanda banjir, namun banyak daerah lain di Indonesia yang dilanda banjir tahun ini sehingga alokasi dana banyak terserap untuk penanganan masalah banjir.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banjir, sebenarnya adalah fenomena alam yang tidak dapat dihilangkan sama sekali, namun setidaknya dapat dikurangi potensi dan resikonya. Menurut Associated Programme on Flood Management (APFM, 2006), masalah banjir merupakan hasil interaksi antara fenomena alam dengan lingkungan, proses sosial, dan proses ekonomi. Proses sosial-ekonomi seperti pembangunan di segala bidang memberikan dampak kepada kondisi lingkungan suatu daerah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai contoh, penebangan hutan untuk memenuhi kebutuhan kayu sebagai bahan kontruksi rumah pascabencana tsunami di Aceh telah menyebabkan kerusakan hutan yang menyebabkan daya rusak air berupa banjir di daerah tersebut tidak dapat dikendalikan. Pengalihfungsian daerah resapan air di Puncak, Cipanas, Jawa Barat, menjadi bangunan-bangunan seperti vila juga merupakan satu contoh proses sosial-ekonomi yang menjadi pendukung terjadinya banjir di Jakarta. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keterkaitan antara daerah hulu dan hilir juga tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan banjir karena dalam suatu daerah aliran sungai (DAS) secara alamiah air pada semua badan air yang ada di DAS akan mengalir dari arah hulu menuju hilir. Oleh karena itu, setiap aktivitas yang berinteraksi dengan air dan tanah di daerah hulu akan memberikan dampak pada daerah hilir. Beralihfungsinya daerah resapan air di Bogor menjadi daerah kedap air merupakan satu contoh aktivitas di hulu yang memberikan dampak di daerah hilir. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pendekatan multidisipliner&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt; Pengelolaan banjir yang dilakukan selama ini mayoritas adalah upaya pengendalian banjir yang masih terpusat pada upaya-upaya teknis seperti pembuatan tanggul, drainase, atau bendungan. Ketika daya tampung drainase dan sungai dalam mengalirkan debit air tidak lagi dapat diandalkan, maka fungsi pengendalian banjir saluran-saluran tersebut pun seolah-olah hilang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu, upaya perbaikan lingkungan sebagai pendukung upaya pengendalian banjir seperti rehabilitasi lahan kritis selama ini tidak dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak terkait. Sebagian besar upaya tersebut dilakukan sendiri-sendiri. Upaya penyelamatan hutan misalnya hanya dilakukan oleh Dinas Kehutanan tanpa sinergi dengan institusi lain yang terkait dengan pengelolaan lahan dan sumberdaya air.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Permasalahan banjir tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan ego sektoral, karena ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir, seperti faktor meteorologi, hidrologi, dan manusia. Selain itu, daya rusak air yang dipresentasikan oleh kejadian banjir mempunyai keterkaitan dengan kondisi lingkungan sebagai dampak dari aktivitas manusia dalam memperlakukan lingkungan dan sumberdaya yang ada di dalamnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut APFM (2006), upaya pengelolaan banjir akan efektif jika dilakukan secara terpadu dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas, berbasis daerah aliran sungai (DAS), menggunakan pendekatan multidisipliner dan berwawasan lingkungan. Selain itu, pengelolaan banjir secara terpadu seharusnya dilakukan dalam satu kerangka dengan pengelolaan sumberdaya air terpadu dan bersinergi dengan pengelolaan daerah pantai terpadu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengelolaan banjir terpadu, keterkaitan antara aspek teknik, sosial, budaya, ekonomi, kelembagaan, perundangan, dan lingkungan harus dipertimbangkan. Dalam penelitian yang dilakukan di beberapa negara, APFM (2006) melaporkan bahwa pengelolaan banjir terpadu yang menggunakan pendekatan multidisipliner akan lebih menghemat biaya dibandingkan dengan pengelolaan banjir yang hanya mengandalkan ego sektoral.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;RTRW dan pengelolaan banjir&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt; Setiap daerah (pada tingkat kabupaten atau kota) semestinya mempunyai rencana tata ruang wilayah (RTRW). Dalam RTRW suatu daerah, biasanya ditetapkan kawasan-kawasan seperti kawasan rawan banjir, kawasan rawan longsor, kawasan lindung, dan kawasan resapan air. Semua kegiatan pembangunan di suatu daerah termasuk pengelolaan sumberdaya air yang di dalamnya mencakup pengelolaan banjir, semestinya terpadu dengan RTRW. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun kenyataannya, di Indonesia seringkali dijumpai adanya ketidakterpaduan antara RTRW dan kegiatan pembangunan. Untuk mendukung keberhasilan pengelolaan banjir maka keterpaduan antara RTRW dengan kegiatan pembangunan harus diwujudkan. Namun hal ini hanya bisa terwujud jika masyarakat luas dilibatkan dan ada dukungan dari sektor perundangan, hukum, dan kelembagaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Mencermati bencana banjir yang kejadiannya terus meluas di beberapa daerah di Indonesia, sepertinya sudah saatnya kita harus meninggalkan ego sektoral dalam pengelolaan banjir dan beralih ke pendekatan multidisipliner. Dengan begitu, program pengelolaan banjir terpadu dapat diwujudkan dan manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek namun juga dalam jangka panjang. Bersama kita (seharusnya) bisa mengelola banjir. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-6632727942630670693?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/6632727942630670693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=6632727942630670693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6632727942630670693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6632727942630670693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/bersama-kita-mengelola-banjir.html' title='Bersama Kita Mengelola Banjir'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-6240517259645290391</id><published>2007-12-24T23:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T23:40:05.113-08:00</updated><title type='text'>Pembiayaan DAS Masih Tergantung Pinjaman Luar Negeri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Pemerintah sampai saat ini masih tergantung pada pinjaman luar negeri untuk mendanai perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS). Sedangkan untuk mengandalkan dana dalam negeri masih belum mampu karena membutuhkan biaya yang sangat besar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; "Kalau hanya mengandalkan dana dalam negeri hanya dapat dipergunakan untuk biaya perawatan saja, namun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; untuk perbaikan tetap harus mengandalkan utang luar negeri," kata Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Mochamad Amron, di Jakarta, Selasa (4/5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Amron mengatakan hal itu menanggapi pernyataan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat yang menuntut agar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; pemerintah tidak mengandalkan utang luar negeri dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk perbaikan DAS. Menurut dia, dari sebanyak 22 DAS tahun 1980 yang mengalami kritis, saat ini jumlahnya sudah bertambah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; menjadi 59 DAS yang membutuhkan penanganan segera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Dari sebanyak 59 DAS terdapat dua kawasan yang dibiayai ADB, namun saat ini pekerjaannya tertunda karena berbagai permasalahan yakni Sungai Citanduy-Segara Anakan (Kabupaten Cilacap Jawa Tengah) dan Sungai Belawan-Deli (Sumatera Utara).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Jika di Citanduy-Segara Anakan lebih disebabkan adanya sekelompok masyarakat yang khawatir lingkungannya akan terganggu dengan adanya perbaikan di hulu sungai, sementara di Belawan-Deli lebih disebabkan belum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; selesainya masalah pembebasan lahan. Padahal penanganan kedua sungai itu sudah sangat mendesak untuk mengantisipasi terjadinya kecepatan pengendapan (sedimentasi) yang sering terjadi di muara sungai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Untuk perbaikan DAS Citanduy, Pemerintah telah menyiapkan dua program yakni pembangunan sodetan namun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; mendapat tentangan keras dari masyarakat di sekitar aliran sungai, serta melakukan konservasi alam di hulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; sungai. Padahal menurut Amron, sudah ada kajian dari IPB dan ITB menyangkut pembangunan sodetan itu tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; akan mengganggu lingkungan pada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Pemerintah sendiri telah menyiapkan biaya komitmen (commitmen fee) jika perbaikan DAS itu jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; direalisasikan sebesar 1,5 juta dolar AS, sedangkan untuk Sungai Citandui sendiri dialokasikan menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; pinjaman 28,215 juta dolar AS dari ADB, kemudian untuk se Jawa dana ADB yang disiapkan untuk perbaikan DAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; sebesar 88,205 juta dolar AS. "Pemanfaatan pinjaman luar negeri termasuk dana ADB untuk mendanai perbaikan DAS sangat tergantung hasil kajian dari master plan, jika ternyata butuh dana yang besar maka membutuhkan pinjaman luar negeri, ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Menjawab pertanyaaan, mengapa pemerintah tidak memanfaatkan debt to nature swap (utang yang dapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; dipertukarkan dengan lingkungan) untuk perbaikan DAS, menurut Amron, usulan itu memang bagus namun sulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; direalisasikan karena menyangkut kesepakatan dua negara (hubungan bilateral).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Menurut dia, meskipun pemerintah mendapatkan bantuan (grant) dari luar negeri untuk perbaikan DAS, namun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; sifatnya hanya untuk penyediaan tenaga teknis serta persiapan master plan, sedangkan untuk pembangunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; fisik tetap harus mengandalkan pinjaman meskipun menggunakan bunga yang lebih lunak dan masa tenggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; (grass period). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-6240517259645290391?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/6240517259645290391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=6240517259645290391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6240517259645290391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6240517259645290391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/pembiayaan-das-masih-tergantung.html' title='Pembiayaan DAS Masih Tergantung Pinjaman Luar Negeri'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-4121739816666495526</id><published>2007-12-24T22:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T23:03:58.113-08:00</updated><title type='text'>Selamatkan DAS Citarum</title><content type='html'>&lt;i&gt;Krisis Air Memunculkan Konflik Sosial&lt;/i&gt;  &lt;p&gt; Kekeringan panjang tahun ini memerosokkan kondisi Daerah Sliran Sungai (DAS) Citarum ke titik nadir. Potensi konflik pun menganga cukup lebar. Mestinya fakta tersebut membuka mata semua pihak untuk meninggalkan kepentingan sektoral yang menyebabkan pengelolaan DAS Citarum kian carut marut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DANGKAL - Kekeringan bukan saja menghancurkan harapan para petani, tetapi juga berdampak hingga ke muara sungai. Tampak dua nelayan di Teluk Kendari harus mendorong perahu melalui anak sungai akibat pendangkalan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan oleh Dr Ir Suparka, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di sela-sela acara "Simposium Rehabilitasi DAS Citarum", Selasa (12/8), di Bandung. Menurut Suparka jika kondisi itu dibiarkan berlarut-larut, dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun lagi Citarum akan menemui "ajal"-nya. Sementara potensi konflik pun akan makin besar bahkan berakibat lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran Suparka sangat beralasan. Minggu lalu, sejumlah petani di Karawang membobol saluran irigasi Citarum demi mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka yang kering. Kondisi memprihatinkan terjadi di enam kabupaten yang dilalui aliran Sungai Citarum. Dari total 41.000 hektare sawah yang kekeringan di Jawa Barat, sebagian besar amat bergantung pasokan air dari Citarum dan anak-anak sungainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan juga muncul dari Direktur Utama PT PLN, Edie Widiono, yang mengatakan bahwa cadangan listrik Jawa Bali menurun sekitar 1.000 megawatt. Angka tersebut setara dengan 5.200 ton BBM per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan tersebut diakibatkan menurunnya permukaan waduk Cirata, Saguling, dan Jatiluhur yang mendapat pasokan dari Citarum. Meski mencoba ditutupi oleh pihak PLN namun sangat mungkin terjadi pemadaman listrik bergilir di Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan keprihatinan itulah, LIPI mengajak semua pihak untuk memikirkan aksi penyelamatan bersama DAS Citarum, ujar Suparka. Fungsi DAS Citarum sebagai pemasok air bersih, pusat irigasi, dan penghasil energi listrik mestinya dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan lupa ada sekitar 8,5 juta jiwa yang bergantung pada DAS Citarum," ujarnya. Tiga waduk besar yang dipasok oleh Citarum telah meneghasilkan daya listrik sebesar 5 miliar Kwh/tahun atau setara dengan 16 juta ton BBM per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Stadium Parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dr Jan Sopaheluwakan APU, Deputi Ilmu Kebumian LIPI mengatakan tekanan ekologis pada DAS Citarum sudah memasuki stadium parah. Berbagai kejadian seperti fluktuasi debit musiman cukup tajam, peningkatan frekuensi banjir dan kekeringan, pencemaran air permukaan dan eutrofikasi kian sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, erosi, sedimentasi, alih fungsi lahan yang liar, dan ekstraksi tanah berlebihan oleh industri terus dialami oleh DAS sepanjang 269 km itu. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Padjadjaran di kawasan Hulu DAS Citarum, laju sedimentasi sudah mencapai lebih dari 4 juta m3 per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju sedimentasi cenderung lebih tinggi bila ditelusuri ke bagian hilir. Pendangkalan yang terjadi berbanding lurus dengan alih fungsi lahan menjadi area pertanian maupun pembabatan hutan lindung di sekitar DAS Citarum. Kondisi tersebut tidak membuat debit Sungai Citarum berkurang namun juga berpotensi menimbulkan banjir saat musim hujan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jan, krisis air akan berdampak pada munculnya konflik air dan secara umum saling mempengaruhi dengan dimensi ekonomi dan politik. Tangan-tangan manusia sangat dominan memunculkan permasalahan dimensi air (kualitas, kuantitas, dan ekosistem air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan air tidak boleh dilihat hanya pada obyek air semata. Namun dipengaruhi oleh persoalan ekosistem sepanjang DAS yang mempengaruhi kelestarian sumber daya air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pendekatan Ekohidrologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ungkapan Dr Ir Gadis Sri Haryani, Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI, pengelolaan DAS Citarum harus dengan pendekatan ekohidrologi. Artinya, pengelolaan yang dilakukan harus memadukan antara fungsi ekologis (biologis) dengan fungsi hidrologi (fisik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemulihan DAS Citarum secara ekologis bisa dilakukan dengan penataan kawasan hulu dan hilir dengan tetap menjaga kawasan hijau. Salah satunya bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan artificial wetlands atau membentuk lahan basah buatan. Oleh karena itu, LIPI mulai mengintrodusir berbagai jenis tanaman tertentu yang cocok untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu konsep purifikasi atau pembersihan kembali DAS Citarum juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan biota baik tanaman maupun hewan tertentu. Sementara alih fungsi lahan di DAS Citarum terutama di daerah hulu harus segera dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau perlu dilakukan relokasi industri, permukiman, maupun kawasan pertanian yang sebetulnya dilarang, ujar Suparka. Tindakan tegas seperti itu sangat penting untuk menyelamatkan DAS Citarum dari kematian ekologisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai perlu tidaknya di bentuk semacam badan otorita khusus untuk menangani Citarum, Suparka setuju saja. "LIPI tentu bukan dalam kapasitas untuk menentukan hal itu," ujarnya. Akan tetapi pihaknya mengaku siap untuk memfasilitasi bertemunya berbagai kelompok kepentingan untuk menyusun aksi penyelamatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pihak, baik Pemda Jawa Barat (berikut enam kabupaten sepanjang DAS Citarum) maupun DKI Jakarta bisa duduk bersama mencari jalan keluarnya. Selain itu Departemen Kehutanan, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Kantor Lingkungan Hidup, Departemen Pertanian, serta sejumlah BUMN yang terkait mesti melepaskan kepentingan sektoralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini menurut Suparka, banyaknya perbedaan kepentingan yang ada membuat pengelolaan DAS Citarum cenderung tidak terkoordinasi. Akibatnya masyarakat lah yang menjadi korban dengan kelangkaan air bersih maupun untuk pertanian seperti yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeringan panjang yang melanda kawasan sepanjang DAS Citarum mestinya tidak perlu terjadi jika ekosistem yang ada dipelihara kelestariannya. (Pembaruan) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="javascript:history.go(-1)"&gt;Kembali&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-4121739816666495526?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/4121739816666495526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=4121739816666495526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/4121739816666495526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/4121739816666495526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/selamatkan-das-citarum.html' title='Selamatkan DAS Citarum'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-2980154507503316924</id><published>2007-12-24T22:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:59:10.575-08:00</updated><title type='text'>DAS CILIWUNG CISADANE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI SWS CILIWUNGCISADANE&lt;br /&gt;UNTUK MENGATASI KRISIS AIR JAKARTA&lt;br /&gt;Oleh : Bapeda Propinsi Jawa Baratƒ)&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 33 ayat 3 disebutkan, bahwa :&lt;br /&gt;“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai negara&lt;br /&gt;dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat secara adil dan&lt;br /&gt;merata”. Selanjutnya pasal ini dijelaskan lebih lanjut dalam Undang-Undang&lt;br /&gt;No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, bahwa:&lt;br /&gt;1. Sumber Daya Air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang&lt;br /&gt;memberikan manfaat serbaguna untuk mewujudkan kesejahteraan bagi&lt;br /&gt;seluruh rakyat di segala bidang baik sosial, ekonomi, budaya, politik&lt;br /&gt;maupun bidang ketahanan nasional&lt;br /&gt;2. Dalam menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang&lt;br /&gt;cenderung menurun, dan kebutuhan air yang cenderung meningkat sejalan&lt;br /&gt;dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas&lt;br /&gt;ekonomi masyarakat, sumberdaya air harus dikelola, dipelihara,&lt;br /&gt;dimanfaatkan, dilindungi dan dijaga kelestariannya dengan memberikan&lt;br /&gt;peran kepada masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan sumberdaya&lt;br /&gt;air.&lt;br /&gt;3. Pengelolaan sumberdaya air perlu diarahkan untuk mewujudkan sinergi&lt;br /&gt;dan keterpaduan antar wilayah, antar sektor, dan antar generasi dalam&lt;br /&gt;rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;Pernyataan pasal-pasal kedua undang-undang di atas mengingatkan kepada&lt;br /&gt;pengelola sumberdaya air tentang pentingnya peran air bagi kehidupan&lt;br /&gt;manusia dan lingkungannya. Hal tersebut jelas terlihat dalam permasalahan&lt;br /&gt;ƒ) Disampaikan pada Acara&lt;br /&gt;Seminar Krisis Air Jakarta: Tinjauan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Ciliwung Cisadane,&lt;br /&gt;29 Juni 2004 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas&lt;br /&gt;krisis air Jakarta, di mana permasalahan pengelolaan sumber daya air di&lt;br /&gt;Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sebagai pemasok air baku bagi Jakarta&lt;br /&gt;sangat berkorelasi dengan permasalahan ekosistem di wilayah sekitarnya, yaitu&lt;br /&gt;Kawasan Jabodetabek-Punjur.&lt;br /&gt;Untuk itu, strategi yang seharusnya dipilih adalah yang berdasarkan pada&lt;br /&gt;pendekatan perencanaan yang integratif sinergik. Sehubungan dengan itu,&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Barat telah mencoba menggunakan pendekatan tersebut dalam&lt;br /&gt;Penyusunan RTRW Propinsi Jawa Barat yang telah ditetapkan dalam Perda&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Barat 2010, yang termasuk di dalamnya adalah penataan ruang&lt;br /&gt;Kawasan Bodebek dan Bopunjur yang dikaitkan dengan kemampuan daya&lt;br /&gt;dukung dan daya tampung Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Kawasan&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;Dalam RTRW Propinsi Jawa Barat 2010, Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane&lt;br /&gt;yang mempunyai luas sekitar 4.496 km2 dengan potensi Sumber Daya Air&lt;br /&gt;Permukaan sebesar 5,5 Milyar M3 per tahun, terdiri dari 4 Daerah Aliran&lt;br /&gt;Sungai (DAS), yaitu DAS Ciliwung, DAS Cisadane, DAS Kali Buaran, dan DAS&lt;br /&gt;Kali Bekasi, yang berdasarkan hasil kajian pada tahun 2001 mempunyai kondisi&lt;br /&gt;sangat kritis, di mana rasio aliran mantap atau perbandingan antara kebutuhan&lt;br /&gt;air dan ketersediaan air atau kondisi debit aliran sungai yang diharapkan selalu&lt;br /&gt;ada sepanjang tahun dari ke empat DAS tersebut telah jauh melebihi 100%. Hal&lt;br /&gt;tersebut tentunya sangat kontras dengan kenyataan bahwa Kawasan Bodebek-&lt;br /&gt;Punjur merupakan dua Kawasan yang mempunyai potensi perkembangan&lt;br /&gt;yang sangat pesat, baik dari aspek pertumbuhan penduduk (sepertiga&lt;br /&gt;penduduk Jabar) maupun dari Laju Pertumbuhan Ekonominya (4,5% tahun&lt;br /&gt;2001) yang selalu di atas rata-rata Jawa Barat.&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis citra landsat 1994 dan 2001, telah terjadi pergeseran&lt;br /&gt;penggunaan lahan (perubahan tata guna tanah) dari hutan primer sebesar&lt;br /&gt;41,12% di Kawasan Bodebek dan sebesar 6,76% di Kawasan Bopunjur, dari&lt;br /&gt;hutan sekunder sebesar 68,94% di Kawasan Bodebek dan sebesar 1,2% di&lt;br /&gt;Kawasan Bopunjur, serta dari penggunaan sawah sebesar 11,98% di Kawasan&lt;br /&gt;Bodebek dan sebesar 4,42% di Kawasan Bopunjur.&lt;br /&gt;Berdasarkan berbagai perkembangan dan kondisi tersebut, terdapat beberapa&lt;br /&gt;permasalahan, baik dalam penataan ruang di Kawasan Bodebek-Punjur&lt;br /&gt;tersebut, maupun dalam pengelolaan Sumber Daya Air di DAS-DAS dalam&lt;br /&gt;Kawasan tersebut. Permasalahan penataan ruang yang dapat teridentifikasi&lt;br /&gt;adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Masih belum tuntasnya penjabaran Keppres 114/1999 maupun Ra Keppres&lt;br /&gt;RTR Jabodetabekpunjur sebagai suatu acuan penataan ruang yang&lt;br /&gt;operasional,&lt;br /&gt;2. Belum sinerginya penanganan atas terjadinya pergeseran penggunaan lahan&lt;br /&gt;terutama di Kawasan Lindung hutan, serta belum memadainya acuan&lt;br /&gt;penanganan kawasan yang ditetapkan fungsinya sebagai Kawasan Lindung&lt;br /&gt;non hutan, misalnya acuan dalam pemanfaatan lahan perkebunan yang&lt;br /&gt;telah habis HGU-nya,&lt;br /&gt;3. Kawasan perkotaan yang terus meningkat dan telah melebihi yang&lt;br /&gt;ditetapkan dalam rencana, sehingga berdasar data tahun 2001 telah terjadi&lt;br /&gt;penyimpangan sebesar 79,5%).&lt;br /&gt;Permasalahan dalam pengelolaan sumber daya air dapat diidentifikasi sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;1. Ketersediaan air di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane secara umum telah&lt;br /&gt;sangat kritis,&lt;br /&gt;2. Belum terkendalinya pemanfaatan ruang baik di sepanjang sempadan&lt;br /&gt;sungai maupun pengelolaan di badan sungainya,&lt;br /&gt;3. Ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan&lt;br /&gt;semakin mahal dan langka baik kuantitas maupun kualitasnya, sehingga&lt;br /&gt;menimbulkan berbagai konflik antar sektor maupun antar wilayah,&lt;br /&gt;4. Fluktuasi ketersediaan air permukaan sangat tinggi, sehingga sering terjadi&lt;br /&gt;kebanjiran di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Hal tersebut&lt;br /&gt;merupakan wujud dari hulu DAS yang fungsi konservasinya telah jauh&lt;br /&gt;berkurang,&lt;br /&gt;5. Belum adanya kesinergian antar wilayah dalam bentuk role sharing antara&lt;br /&gt;Propinsi/Kabupaten/Kota di daerah hulu dengan&lt;br /&gt;Propinsi/Kabupaten/Kota di daerah hilir dalam rangka penanganan hulu&lt;br /&gt;DAS.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut memberikan gambaran tentang telah terjadinya kerusakan&lt;br /&gt;DAS yang berdampak terhadap permasalahan surplus/defisit neraca air&lt;br /&gt;sepanjang tahun.&lt;br /&gt;Sesuai dengan Perda No. 2 Tahun 2003 tentang RTRW Propinsi Jawa Barat 2010,&lt;br /&gt;maka kebijakan penataan ruang Jawa Barat untuk Kawasan Bodebek dan&lt;br /&gt;Bopunjur adalah menetapkan Kawasan Bodebek dan Bopunjur sebagai 2 dari 8&lt;br /&gt;Kawasan Andalan (Kawan) di Jawa Barat. Kawan Bodebek mempunyai&lt;br /&gt;kegiatan utama industri, pariwisata, jasa, dan pengembangan SDM, sedangkan&lt;br /&gt;Kawan Bopunjur diarahkan dengan kegiatan utama agribisnis dan pariwisata.&lt;br /&gt;Sedangkan, dalam rangka meraih posisi sebagai mitra sejajar Jakarta, maka&lt;br /&gt;Kawasan Bodebek juga ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) agar&lt;br /&gt;terjadi keseimbangan perkembangan seiring dengan beban yang ditimbulkan&lt;br /&gt;oleh Metropolitan Jakarta terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana&lt;br /&gt;perkotaan di PKN Bodebek.&lt;br /&gt;Hal tersebut sesuai dengan ’concern’ Jawa Barat dalam penataan ruang&lt;br /&gt;Bodebek-Punjur, yaitu:&lt;br /&gt;1. Pengendalian pertumbuhan penduduk,&lt;br /&gt;2. Peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan baik di hulu&lt;br /&gt;maupun di hilir dalam kesatuan Daerah Aliran Sungai (DAS),&lt;br /&gt;3. Pengendalian pemanfaatan ruang yang cenderung menjadi daerah&lt;br /&gt;perkotaan, sehingga cenderung membentuk suatu conurbation di koridor&lt;br /&gt;Jakarta-Bandung,&lt;br /&gt;4. Pengendalian alih fungsi lahan sawah irigasi teknis dan hutan termasuk&lt;br /&gt;mangrove,&lt;br /&gt;5. Peningkatan penyediaan pelayanan transportasi masal, serta pemenuhan&lt;br /&gt;pelayanan sarana dan prasarana dasar perumahan dan permukiman.&lt;br /&gt;B. Kebijakan Propinsi Jawa Barat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di SWS&lt;br /&gt;Ciliwung Cisadane&lt;br /&gt;Secara umum, sesuai Perda No. 2 Tahun 2003 tentang RTRW Propinsi Jawa&lt;br /&gt;Barat 2010, telah ditetapkan kebijakan untuk meningkatkan fungsi dan&lt;br /&gt;kualitas kawasan lindung di Jawa Barat, termasuk kawasan lindung di&lt;br /&gt;Kawasan Bodebek dan Bopunjur. Kebijakan dijabarkan dalam beberapa&lt;br /&gt;program, yaitu (1) Pengukuhan kawasan lindung agar tercapai target luasan&lt;br /&gt;kawasan lindung hutan dan non hutan untuk seluruh Jawa Barat sebesar 45%;&lt;br /&gt;(2) Rehabilitasi lahan konservasi termasuk rehabilitasi lahan-lahan kritis; (3)&lt;br /&gt;Pengawasan, pengamanan, dan pengaturan pemanfaatan sumber daya; serta (4)&lt;br /&gt;Pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Lindung.&lt;br /&gt;Kemudian, dalam rangka mendukung Visi Pemerintah Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;sesuai Perda No. 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Barat,&lt;br /&gt;terdapat Misi mengenai pembangunan berkelanjutan, yaitu Misi 4.&lt;br /&gt;Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan melalui Keseimbangan&lt;br /&gt;Penduduk dan Lingkungan dalam Kesatuan Ruang, yang dijabarkan dalam&lt;br /&gt;beberapa program, yaitu (1) Pengendalian pertumbuhan penduduk; (2)&lt;br /&gt;Penataan Ruang; (3) Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan; (4)&lt;br /&gt;Peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi sumber daya alam dan&lt;br /&gt;lingkungan hidup; serta (5) Pemantapan kawasan lindung.&lt;br /&gt;Berdasarkan kebijakan tersebut di atas, upaya pengelolaan sumber daya air di&lt;br /&gt;SWS Ciliwung Cisadane untuk mengatasi krisis air Jakarta adalah melalui&lt;br /&gt;penataan situ, waduk, dan sungai sebagai sarana dan prasarana konservasi,&lt;br /&gt;penyedia air baku, dan pengendali banjir, serta melalui konservasi lahan yang&lt;br /&gt;diprioritaskan pada kawasan lindung baik di dalam kawasan hutan maupun di&lt;br /&gt;luar kawasan hutan melalui rehabilitasi lahan kritis, pengendalian pemanfaatan&lt;br /&gt;lahan dan pengendalian kualitas air.&lt;br /&gt;Secara khusus, pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air&lt;br /&gt;diarahkan untuk mendapatkan sasaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Meningkatnya kondisi dan fungsi waduk, situ, dan sungai sebagai sarana&lt;br /&gt;dan prasarana konservasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir,&lt;br /&gt;2. Meningkatnya produktivitas sumber-sumber daya air melalui peningkatan&lt;br /&gt;efisiensi dan efektivitas pemanfaatan air,&lt;br /&gt;3. Meningkatnya kemitraan dan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber&lt;br /&gt;daya air,&lt;br /&gt;4. Meningkatnya penerapan insentif dan disinsentif ekonomi dalam kebijakan&lt;br /&gt;pengelolaan air buangan/ limbah baik limbah industri maupun domestik.&lt;br /&gt;C. Langkah dan tindak lanjut Propinsi Jawa Barat dalam Pengelolaan Wilayah&lt;br /&gt;Sungai Ciliwung Cisadane&lt;br /&gt;Dalam rangka penanganan situ, pada tanggal 12 Mei 2004 telah terwujud&lt;br /&gt;penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Pusat bersama-sama&lt;br /&gt;dengan Pemerintah Propinsi dan Kabupaten Kota di Wilayah Jabodetabek&lt;br /&gt;untuk melaksanakan Kerjasama dalam rangka Perlindungan dan Pelestarian&lt;br /&gt;Situ Terpadu Di Wilayah Jabodetabek. Sebagai tindak lanjut kesepakatan&lt;br /&gt;tersebut, Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota di&lt;br /&gt;Wilayah Bodebek telah melakukan berbagai upaya, antara lain:&lt;br /&gt;a. Menyusun pembagian peran dalam pengelolaan situ antara&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat yang meliputi beberapa kegiatan, yaitu&lt;br /&gt;survai/identifikasi, perencanaan, pembangunan, Operasinal dan&lt;br /&gt;Pemeliharaan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan&lt;br /&gt;aparat, perijinan, pengamanan serta monitoring dan evaluasi.&lt;br /&gt;b. Menginventarisir data situ di Wilayah Bodebek (Kabupaten/Kota Bogor,&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota Bekasi, dan Kota Depok)&lt;br /&gt;c. Menginventarisir penanganan situ yang telah pernah dilakukan, yaitu berupa&lt;br /&gt;kegiatan survai/identifikasi, perencanaan, pembangunan, rehabilitasi,&lt;br /&gt;Operasional dan Pemeliharaan, serta kerjasama baik yang didanai melalui&lt;br /&gt;APBN, APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;d. Menyusun rencana penanganan situ di Wilayah Bodebek pada tahun 2005-&lt;br /&gt;2010, jenis penanganan yang dibutuhkan serta usulan sumber dananya.&lt;br /&gt;Dari kesepakatan pembagian peran dalam pengelolaan situ, Pemerintah&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Bodebek telah&lt;br /&gt;sepakat bahwa kegiatan survey/identifikasi, pembangunan, operasi dan&lt;br /&gt;pemeliharaan, rehabilitasi, pengamanan dan monitoring akan dilakukan&lt;br /&gt;bersama-sama oleh Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota, kegiatan&lt;br /&gt;perencanaan/desain akan dilakukan Pemerintah Pusat dan Propinsi&lt;br /&gt;sedangkan kegiatan perijinan dan pemberdayaan masyarakat akan dilakukan&lt;br /&gt;oleh Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Selanjutnya berdasarkan inventarisasi situ di Wilayah Bodebek, telah&lt;br /&gt;teridentifikasi 161 situ dengan luas sekitar 1 sampai 30 ha per situ yang tersebar&lt;br /&gt;di Kabupaten Bogor (102 situ), Kota Bogor (9 situ), Kabupaten Bekasi (33 situ),&lt;br /&gt;Kota Bekasi (3 situ) dan Kota Depok (14 situ). Secara umum kondisi situ-situ&lt;br /&gt;tersebut cukup memprihatinkan karena tertutup gulma, mengalami&lt;br /&gt;sedimentasi, tidak memiliki bangunan outlet yang memadai serta telah berubah&lt;br /&gt;fungsi menjadi peruntukan non situ seperti sawah dan perumahan. Selain itu,&lt;br /&gt;telah disepakati rencana penanganan situ di Wilayah Bodebek tahun 2005-2010&lt;br /&gt;oleh Pemerintah Pusat (melalui PIPWS Ciliwung Cisadane), Pemerintah&lt;br /&gt;Propinsi dan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Selain situ, rencana pembangunan waduk juga telah teridentifikasi, di mana&lt;br /&gt;pada Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane terdapat 10 buah rencana waduk yang&lt;br /&gt;terletak di Kabupaten Bogor dan Bekasi sebagaimana tabel di bawah ini :&lt;br /&gt;Rencana pembangunan waduk di Wilayah Bodebek&lt;br /&gt;Sumber Air Lokasi&lt;br /&gt;No Nama Calon&lt;br /&gt;Waduk S. Induk Anak&lt;br /&gt;Sungai&lt;br /&gt;Kab.&lt;br /&gt;Kapasitas&lt;br /&gt;Tampung Keterangan&lt;br /&gt;1. Parung Badak Cisadane Cisadane Bogor 15 m3/dt Flushing&lt;br /&gt;2. Parung Badak Cisadane Cisadane Bogor 543*10^6&lt;br /&gt;m3t&lt;br /&gt;Reservoir&lt;br /&gt;3. Sodong Cisadane Cikaniki Bogor 526* 10^6&lt;br /&gt;m3t&lt;br /&gt;Reservoir&lt;br /&gt;4. Bogor Drinking&lt;br /&gt;Water&lt;br /&gt;Cisadane Cisadane Bogor 2-4 m3/dt Reservoir&lt;br /&gt;5. Empang Ciliwung Solokan&lt;br /&gt;Barat&lt;br /&gt;Bogor 15 m3/dt Flushing&lt;br /&gt;6. Genteng Ciliwung Ciliwung Bogor 86,7* 10^&lt;br /&gt;m3t&lt;br /&gt;Reservoir&lt;br /&gt;7. Narogong Ciliwung Ciliwung Bogor 42,5* 10^6&lt;br /&gt;m3t&lt;br /&gt;Reservoir&lt;br /&gt;8. Ciawi Ciliwung Ciliwung Bogor 29,27* 10^6&lt;br /&gt;m3t&lt;br /&gt;Reservoir&lt;br /&gt;9. Tarum Kanal Cikarang Cikarang Bekasi 20 m3/dt Flushing&lt;br /&gt;10. Canak 2 Cikarang Cikarang Bekasi 20 m3/dt Flushing&lt;br /&gt;Selanjutnya sesuai RTRWP Jawa Barat 2010, Program Pengembangan Kawasan&lt;br /&gt;Lindung dilaksanakan melalui pengukuhan kawasan lindung, rehabilitasi dan&lt;br /&gt;konservasi lahan di kawasan guna mengembalikan dan meningkatkan fungsi&lt;br /&gt;lindung, pengendalian kawasan lindung, pengembangan partisipasi&lt;br /&gt;masyarakat dalam pengelolaan kawasan lindung serta pengembangan pola&lt;br /&gt;insentif dan disinsentif pengelolaan kawasan lindung. Pengembangan kawasan&lt;br /&gt;lindung di wilayah Bodebek dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya :&lt;br /&gt;􀂃 Kawasan Gunung Salak&lt;br /&gt;􀂃 Kawasan Gunung Gede Pangrango&lt;br /&gt;􀂃 Kawasan Gunung Halimun&lt;br /&gt;􀂃 Lahan kritis daerah hulu DAS Ciliwung&lt;br /&gt;􀂃 Lahan kritis daerah hulu DAS Cisadane&lt;br /&gt;Perkembangan Penanganan Lahan Kritis di Kawasan Bodebek-Punjur&lt;br /&gt;Luas lahan yang&lt;br /&gt;No Kabupaten/Kota Luas lahan kritis sudah ditanami&lt;br /&gt;(Ha)&lt;br /&gt;(Ha) Jumlah pohon&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;1 Kota Bogor 71 34 19.210 5 kec.&lt;br /&gt;2 Kab. Bogor 21.329 - 304.652 40 kec.&lt;br /&gt;3 Kota Depok 157 - 10.507 6 kec.&lt;br /&gt;4 Kab. Cianjur 27.911 1.243 1.210.017 24 kec.&lt;br /&gt;5 Kota Bekasi 280 16 7.639 10 kec.&lt;br /&gt;6 Kab. Bekasi 15.766 - 18.500 23 kec.&lt;br /&gt;Sumber: GRLK Jabar, 2004&lt;br /&gt;D. Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan mengenai pengelolaan sumber daya air di WS&lt;br /&gt;Ciliwung Cisadane tersebut maupun yang berkaitan dengan penataan ruang di&lt;br /&gt;Kawasan Bodebek dan Bopunjur, maka dapat disimpulkan dan disarankan&lt;br /&gt;beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Perlunya kesinergian dalam kebijakan penataan ruang antara Pemerintah&lt;br /&gt;Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota di Kawasan tersebut dengan suatu&lt;br /&gt;acuan bersama (perlu segera melegalisasikan Ra Keppres RTR Jabodetabek)&lt;br /&gt;dan menindaklanjutinya dengan penjabarannya secara operasional sehingga&lt;br /&gt;dapat dilaksanakan bersama-sama sesuai dengan pembagian peran yang&lt;br /&gt;ditetapkan,&lt;br /&gt;2. Dalam mengatasi permasalahan sumber daya air di Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;khususnya di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane seperti krisis ketersediaan&lt;br /&gt;air baku, banjir dan kekeringan, upaya-upaya menuju perbaikan lingkungan&lt;br /&gt;harus diprioritaskan seperti perbaikan dan peningkatan kondisi situ dan&lt;br /&gt;waduk, konservasi lahan yang berfungsi lindung serta pengendalian&lt;br /&gt;pemanfaatan lahan baik yang berfungsi lindung maupun budidaya,&lt;br /&gt;3. Untuk mengoptimalkan implementasi berbagai kegiatan tersebut,&lt;br /&gt;koordinasi di antara berbagai level pemerintah yaitu Pemerintah Pusat,&lt;br /&gt;Propinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan dapat lebih ditingkatkan. Hal ini&lt;br /&gt;sesuai dengan pasal 85 UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air&lt;br /&gt;bahwa pengelolaan sumber daya air mencakup kepentingan lintas sektoral&lt;br /&gt;dan lintas wilayah dilakukan melalui koordinasi oleh suatu wadah&lt;br /&gt;koordinasi yang bernama dewan sumber daya air.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-2980154507503316924?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/2980154507503316924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=2980154507503316924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/2980154507503316924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/2980154507503316924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/das-ciliwung-cisadane.html' title='DAS CILIWUNG CISADANE'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-6856891988323335702</id><published>2007-12-24T22:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:56:22.202-08:00</updated><title type='text'>PERMASALAHAN LINGKUNGAN JAWA BARAT *</title><content type='html'>&lt;table style="border-collapse: collapse;" id="AutoNumber4" border="0" bordercolor="#aaa9a9" cellpadding="0" cellspacing="0" height="55%" width="779"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-left-style: solid; border-left-width: 1px;" bgcolor="#ffffff" valign="top"&gt;&lt;table id="BlokTengah" border="0" cellpadding="0" cellspacing="3" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="100%"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Strategi Pengelolaan Lingkungan Propinsi Jawa Barat disusun dengan mengacu pada kebijakan nasional, dikaitkan dengan kepedulian wilayah (propinsi) setempat, dimaksudkan untuk memberi arahan kebijakan umum kepada pemerintah daerah agar dapat menindak lanjutinya kedalam kerangka program pengelolaan lingkungan. Tujuan penyusunan Strategi Lingkungan Propinsi Jawa Barat adalah untuk menunjang perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan dengan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam mengendalikan tingkat pencemaran melalui pengkajian kembali penyiapan instrumen kebijakan, strategi dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan oleh masing-masing daerah dalam mengatasi masalah lingkungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adapun proses penyusunannya adalah dengan melakukan identifikasi dan pengkajian ulang kondisi lingkungan regional dan lingkungan perkotaan terhadap permasalahan (issues I concerns) yang terjadi dalam konteks regional - lokal yang dilakukan bersama dengan stakeholders untuk kemudian merumuskan strategi penanganan lingkungan dan perolehan kesepakatan terhadap rencana tindak yang akan dilakukan mendatang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Isue lingkungan global, regional, dan nasional dijadikan titik tolak untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang telah muncul di Jawa Barat. Berdasarkan permasalahan (issue) lingkungan tersebut yang kemudian disebandingkan dengan kebijakan-kebijakan yang ada, baik pada tingkat nasional (Propenas, RTRW, Renstranas, Sarlita) maupun propinsi (Pola Dasar, Rencana Strategi Pembangunan, RTRWP, Propeda) sebagai rujukan, sehingga strategi yang disusun dapat berkesinambungan tanpa kesenjangan dengan kebijakan-kebijakan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Strategi Pengelolaan Lingkungan ini diharapkan menjadi arahan kebijakan umum atau untuk dijadikan acuan umum (guidance) rencana kegiatan berbagai sektor, sehingga memungkinkan partisipasi berbagai pihak terkait baik di tingkat propinsi, maupun kabupaten/kota di Jawa Barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Strategi Pengelolaan Lingkungan Propinsi Jawa Barat dapat dijadikan payung bagi penyusunan strategi lingkungan di tingkat kabupaten/kota di Propinsi Jawa Barat serta dapat dijadikan acuan bagi para pihak berkepentingan (stakeholders) dalam menyusun rencana tidak Ian jut dan program aksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;a id="what" name="what"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a id="whatb" name="whatb"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. PERMASALAHAN LINGKUNGAN JAWA BARAT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;    &lt;strong&gt;2.1 POKOK-POKOK PERMASALAHAN LINGKUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pokok-pokok permasalahan lingkungan di Propinsi Jawa Barat yang telah teridentifikasi hingga saat ini, dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Degradasi sumberdaya alam khususnya air dan lahan, yang ditandai dengan deplesi&lt;br /&gt;sumber air (permukaan dan air bawah tanah, baik kuantitas maupun kualitasnya),&lt;br /&gt;semakin meluasnya tanah kritis dan DAS kritis, penurunan produktifitas lahan, semakin&lt;br /&gt;meluasnya kerusakan hutan (terutama karena perambahan) baik hutan pegunungan&lt;br /&gt;maupun hutan pantai (mangrove).&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permasalahan pencemaran, baik pencemaran air, udara maupun tanah yang&lt;br /&gt;penyebarannya sudah cukup meluas dan terkait dengan industri, rumah tangga dengan&lt;br /&gt;segala jenis limbahnya, terutama sampah.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permasalahan kebencanaan alam, yaitu Jawa Barat terutama bagian tengah dan&lt;br /&gt;selatan termasuk wilayah rawan gempa dan volkanisme. Wilayah ini termasuk daerah&lt;br /&gt;yang paling sering tertimpa musibah tanah longsor dibanding wilayah lainnya di&lt;br /&gt;Indonesia, yang terkait dengan "irrational land use" dan juga kegiatan pertambangan.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Inkonsistensi antara Rencana Tata Ruang Wilayah dengan eksisting penggunaan&lt;br /&gt;lahan/pemanfaatan ruang yang tidak berwawasan lingkungan.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permasalahan kawasan pesisir dan pantai, yaitu kerusakan hutan mangrove, abrasi dan&lt;br /&gt;akresi pantai, perubahan tataguna lahan di wilayah pesisir, intrusi air laut, dan&lt;br /&gt;pencemaran air laut.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permasalahan sosial kependudukan, ditandai dengan tingginya urbanisasi, munculnya&lt;br /&gt;permukiman kumuh pada hampir seluruh kota di Jabar, pedagang kaki lima - PKL dan&lt;br /&gt;kesemrawutan lalu lintas.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" align="justify"&gt;Tumpang-tindih peraturan perundang-undangan terhadap lingkungan, baik dari&lt;br /&gt;interpretasi materi maupun implementasinya di lapangan.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Terbatasnya sarana dan prasarana pemantauan lingkungan (termasuk laboratorium lingkungan) serta sistem informasi lingkungan. Lemahnya fungsi pengendalian, sebagai akibat kurang efektifnya kegiatan pemantauan, dan juga akibat rendahnya penegakan hukum (law enforcement), dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2 GAMBARAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN JAWA BARAT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1 Degradasi Sumberdaya Alam&lt;br /&gt;2.2.1.1 Sumberdaya Lahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pokok permasalahan terjadinya degradasi sumberdaya lahan adalah karena inkonsistensi atau ketidak sesuaian antara penggunaan lahan dan ruang yang ada dengan arahan yang diperintahkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sekitar 33% lahan tidak digunakan sesuai dengan arahan tata guna tanah dalam Rencana Tata Ruang bahkan selama lima tahun terakhir telah terjadi penyimpangan terhadap pemanfaatan kawasan lindung sekitar 12,9% . Kondisi terbesar dari penyimpangan tersebut terutama disebabkan adanya alih fungsi pada kawasan hutan dan kawasan resapan air.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dari tahun 1994 sampai 2000, hutan lindung berkurang sekitar 106.851 ha (24%), sementara hutan produksi berkurang sekitar 130.589 ha (31 %). Pesawahan dalam periode ini telah diubah menjadi lahan bukan pesawahan seluas kurang lebih 165.903 ha (17%). Gejala ini bisa menurunkan daya dukung lingkungan wilayah Jawa Barat (Perda No. 2/2000: Pola Dasar Pembangunan Jawa Barat 2001-2007).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dalam periode 1994 hingga 2001 telah terjadi perubahan tata guna tanah yang cukup besar, yaitu berkurangnya hutan primer sebanyak 24%, hutan sekunder dan semak belukar 17%. Pemukiman, kawasan industri, perkebunan dan kebun campuran meluas masing-masing sebanyak 33%, 21%, 22% dan 29% hingga tingkat erosi di wilayah Jawa Barat telah mencapai 32.931.061 ton per tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Wilayah hutan yang sebelumnya 791.571 ha (22% daratan Jawa Barat) ternyata penutupan vegetasi hutannya hanyalah 9% atau sekitar 323.802 ha pada tahun 2000. Kerusakan keseluruhan wilayah hutan Jawa Barat diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat apabila tidak dilakukan tindakan-tindakan yang memadai (BPLHD Jawa Barat, 2002).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Konversi lahan dari hutan alarm menjadi area yang rendah penutupan vegetasinya telah terjadi beberapa dekade di kawasan Bopuncur dan Depok. Pembangunan villa dan perumahan di kawasan Puncak yang selama ini terjadi sudah melebihi aturan yang ditentukan yaitu 19.500 Ha untuk lahan permukiman perkotaan dan untuk hutan lindung 19.475 Ha (Keppres No.114 Tahun 1999).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pada kenyataannya kawasan kota dan pemukiman menjadi 20.500 Ha. Selain itu terjadi perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung yang mengalami peningkatan luasan lahan budidaya dari 3.761 Ha (tahun 1990) menjadi 13.760 Ha (tahun 2000). Sementara itu volume banjir periodik 25 tahunan pun mengalami peningkatan dari 330 m3/detik pada tahun 1973 menjadi 740 m3/detik pada tahun 2000.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Balai RLKT Wilayah IV melaporkan bahwa luas lahan kritis di Jawa Barat cenderung meningkat, terutama yang berada di luar kawasan hutan. Sampai tahun 1999 ada tiga kabupaten yang memiliki luas lahan kritis terbesar, yaitu : Kabupaten Bandung seluas 36.698 ha, Cianjur seluas 44.084 ha, dan Garut seluas 33.945 ha. Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat (2004) melaporkan bahwa luas lahan kritis di DAS Citarum Hulu sudah mencapai 150.000 ha, Cimanuk Hulu seluas 24.000 ha, Citanduy sekitar 64.000 ha dan lebih dari 9000 ha lahan kritis di DAS Ciliwung Hulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Adanya lahan-lahan kritis umumnya disebabkan oleh adanya kegiatan yang secara langsung menyebabkan rusaknya daya dukung tanah/lahan antara lain pemanfaatan lereng bukit yang tidak sesuai dengan kemampuan peruntukannya, untuk lahan pertanian yang tidak menerapkan teknologi konservasi, bahkan tidak sedikit yang berubah fungsi menjadi areal permukiman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pembangunan infrastruktur di Jawa Barat belum bisa mengikuti secara penuh pedoman yang diberikan dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah termasuk transportasi, irigasi, dan konservasi lingkungan. RTRW tidak mampu mengendalikan perencanaan regional yang menciptakan kesenjangan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya (Rencana Strategis Jawa Barat 2001-2004).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permasalahan tersebut dapat ditelaah lebih lanjut dengan melihat masalah-masalah yang berkaitan dengan sektor dan komponen lingkungan atau sumberdaya lainnya. Misalnya, dampak dari adanya lahan kritis yaitu munculnya masalah banjir dan tanah longsor. Di Jawa Barat daerah yang rawan banjir, yaitu Bandung (1.750 ha), Majalengka ( 530 ha ), Indramayu (16.600 ha), daerah pantai utara Subang ( 12.000 ha), Cirebon (450 ha), Ciamis (16.000 ha).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Selain dampak adanya lahan kritis terhadap banjir, permasalahan lain yang sering muncul di Jawa Barat yaitu semakin sering terjadi bencana alam longsor. Bahaya longsor di Jawa Barat dapat dikategorikan ke dalam dua areal, yaitu di daerah jalan/prasarana transportasi dan di daerah permukiman penduduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.2 Sumberdaya Air&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Wilayah Propinsi Jawa Barat banyak diberkahi dengan sumber-sumber air tapi dengan cepatnya kenaikan permintaan akan air telah mengakibatkan sistem penyediaan yang dibangun tidak lagi seimbang. Curah hujan yang besar (terutama di wilayah bagian tengah) memberikan aliran air permukaan berlimpah, tapi keragaman aliran menurut musim dan keterbatasan fasilitas penyimpanannya sumber-sumber air permukaan tidak lagi memadai untuk satu tahun penuh. Air tanah juga merupakan sumber penting tapi pengembangannya dibatasi oleh jumlah pengisian kembali sumber air tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permintaan air sekarang untuk kebutuhan domestik, konsumsi industri, dan irigasi pertanian diperkirakan 17,5 milyar m3 pertahun, dan diperkirakan akan terus naik sekitar satu persen per tahun. Permintaan air irigasi sekitar 80% dari total permintaan air, meskipun angka ini diperkirakan berkurang dalam jangka panjang, mengingat kebutuhan domestik, perkotaan dan industri tumbuh lebih cepat. Kebutuhan ini dipenuhi dari sumber-sumber seperti: air permukaan dari sungai di wilayah Propinsi Jawa Barat dan air tanah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Propinsi Jawa Barat memiliki lima satuan wilayah sungai (SWS) utama. Tiga SWS berperan penting dalam hubungannya dengan perkembangan sosial-ekonomi: SWS Cisadane-Ciliwung yang dibagi dengan propinsi OKI Jakarta dan Banten, SWS Citarum, dan SWS Cimanuk-Cisanggarung. Dua SWS lainnya yaitu SWS Cisadea-Cimandiri, dan SWS Citanduy-Ciwulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Keseluruhan wilayah Jawa Barat memiliki 40 daerah aliran sungai (DAS) ukuran besar dan kecil: 22 sungai mengalir ke utara dan 18 ke selatan. Ketersediaan air sepanjang musim hujan mencapai kira-kira 81,4 milyar m3 / tahun dan turun menjadi 8,1 milyar m3 pada musim kering, sedangkan permintaan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan industri tetap sama pada 17 milyar m3 / tahun. Sebagai konsekuensinya, adanya pasokan air yang tinggi pada musim basah dan kurang pada musim kering. Disamping itu, kualitas air pada musim kering umumnya kurang baik karena terkontaminasi berat oleh baik sumber-sumber domestik maupun industri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Semua sungai di Jawa Barat dan wilayah-wilayah perkotaan Bogor, Depok, Bekasi, Bandung dan Cirebon tidak cocok untuk pemakaian langsung. Sungai-sungainya sangat kotor terutama di bagian hilir sehingga tidak bisa digunakan untuk berbagai kehidupan. Di wilayah-wilayah pedesaan Jawa Barat banyak aliran dan sungai yang tidak cocok untuk pemakaian langsung oleh manusia dan air dari sumber-sumber lainnya perlu dimasak dulu sebelum digunakan. Kebanyakan kontaminasi sungai tersebut berasal dari limbah domestik yang langsung masuk ke sungai. Aliran air dari sungai Citarum yang masuk ke waduk Saguling dengan tingkat pencemaran berat menyebabkan bencana kematian ikan besar-besaran di danau tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kebanyakan airtanah dangkal telah tercemar sehingga melewati standar air minum dan perlu dimasak terlebih dahulu. Airtanah dalam juga telah dieksploitasi secara berlebihan, dan telah mengalami deplesi sehingga muka air tanah (water table) dari tahun ke tahun terus menurun. Potensi airtanah secara kuantitatif untuk seluruh Jawa Barat belum terinformasikan secara jelas, namun dari segi pemanfaatan yang ada saat ini menunjukkan sekitar 60% industri mengandalkan sumber airtanah sebagai satu-satunya sumber air alternatif, terutama pada daerah cekungan Bandung (95%), Bogor dan Cirebon. Dari beberapa hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan, ternyata untuk Cekungan Bandung dan Botabek sudah tidak dimungkinkan lagi adanya pemanfaatan airtanah untuk industri, kecuali untuk rumah tangga. Pemanfaatan airtanah untuk keperluan irigasi di Jawa Barat diarahkan hanya pada daerah yang tidak mempunyai potensi sumberdaya air permukaan dan potensial untuk dikembangkan usaha pertanian terutama pertanian yang tidak banyak memerlukan air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Intrusi air laut telah cukup jauh ke arah daratan, terutama di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Barat. Intrusi air laut mencapai lebih dari 1000 m ke daratan ada di Kabupaten Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi dan Cirebon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.3 Sumberdaya Hutan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Menurut Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat, luas kawasan hutan di Jawa Barat adalah sekitar 791.519 ha atau 22% dari total areal Jawa Barat. Seperti dilaporkan oleh kantor ini, areal hutan merupakan kawasan hutan, sedangkan areal hutan yang nyata (cadangan hutan yang ada) kurang dari 9% total wilayah Jawa Barat. Areal hutan produksi sekitar 472.303 ha, hutan lindung 203.106 ha, dan hutan konservasi adalah sekitar 116.110 ha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Menurut Perum Perhutani, areal hutan produksi sekitar 437.665 ha, hutan lindung 271.972 ha, dan hutan konservasi sekitar 208.267 ha dengan total areal hutan sekitar 917.904 ha (Perum Perhutani, 1999). Menurut Bagian Kehutanan (2001), areal hutan produksi adalah sekitar 465.907, hutan lindung 210.138 ha, dan hutan konservasi 108.074 ha. Sedangkan menurut Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jawa Barat (2001), total areal hutan negara adalah 791.748 ha yang jauh lebih kecil dari total areal hutan menurut BPLHD Jawa Barat (2000), 1.024.098 ha. Data yang tersedia tentang areal hutan Jawa Barat bermacam-macam bergantung dari mana data itu didapat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Salah satu masalah lingkungan paling serius di Jawa Barat adalah penurunan luas hutan. Penurunan hutan yang sebagian besar terletak di bagian hulu DAS, memiliki konsekuensi lingkungan yang luas dan sangat besar. Banjir dalam periode musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau cenderung meningkat pada lima tahun terakhir. Masalah-masalah lingkungan terkait lainnya yaitu tingginya sedimentasi sungai dan waduk telah mengakibatkan berkurangnya produktifitas pertanian dan gangguan terhadap infrastruktur lainnya secara signifikan bagi pembangunan daerah dan nasional. Angka sedimentasi yang tinggi ini ditambah dengan erosi tanah yang hebat di daerah-daerah tangkapan air, yang dalam beberapa kasus disebabkan oleh penurunan luas hutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Angka penurunan hutan yang tinggi di Jawa Barat sangat serius. Penyebab penurunan hutan bermacam-macam mulai dari perambahan hutan yang berkaitan dengan krisis ekonomi, tingginya kebutuhan akan lahan pertanian, masalah-masalah kelembagaan dalam pengelolaan sumber daya hutan, hingga inkonsistensi antara rencana tata ruang dan implementasinya di tingkat lapangan. Masalah terakhir ini sebagian besar disebabkan karena lemahnya penegakan hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, skala penurunan hutan di Jawa Barat meningkat. Sebagai contoh, pada skala lokal di KPH Bandung Selatan, perambahan hutan dilaporkan hingga 15.500 ha. Ini berarti 28% dari keseluruhan areal hutan yang melibatkan sekitar 41.500 keluarga (Anonymous, 1999). Hasil-hasil pertanian perkebunan pada lahan hutan disatu sisi memberikan keuntungan ekonomi buat petani dalam jangka pendek. Tapi pada sisi lain, hal ini akan mengurangi produksi hutan dan merusak layanan-layanan lingkungan lainnya termasuk stabilisasi tanah dan air, iklim mikro, dan merosotnya karbon. Konflik antara kepentingan-kepentingan ekonomi dan ekologi ini perlu ditangani secara tepat sehingga keberadaan sumberdaya hutan yang tersisa dapat tetap terpelihara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Disamping masalah perambahan hutan, penurunan luas hutan juga dapat diamati dari fakta bahwa dari sekitar 22% areal hutan milik negara, tutupan hutan aktual kurang dari 9%. Ini merupakan indikasi yang jelas dari suatu kombinasi tekanan jumlah penduduk, inkonsistensi dalam rencana tata ruang dan rendahnya penegakan hukum. Dari perspektif yang lebih luas, status buruk kondisi lingkungan Jawa Barat ini ditopang oleh meningkatnya jumlah DAS kritis di Jawa Barat. Dari sekitar 40 sub-DAS yang dikenal, 15 sub-DAS (38%) ditemukan dalam kondisi super kritis, dan karenanya perlu diberikan prioritas tinggi untuk perbaikannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Penurunan hutan yang disebabkan oleh kebakaran hutan, perambahan hutan, penambangan liar, dan permukiman liar di areal hutan dipercaya sebagai penyebab utama menurunnya areal hutan (cadangan tetap) dari sekitar 22% dari keseluruhan Jawa Barat) menjadi kurang dari 9%. Penyebab lain yang ditengarai pada penurunan hutan di Jawa Barat adalah penebangan ilegal yang dipicu oleh pertumbuhan industri kayu lokal yang tidak terkendali. Statistik menunjukkan bahwa industri-industri kayu di Jawa Barat memerlukan sekitar 2,5 juta m3 per tahun untuk bahan bakunya. Akan tetapi, produksi kayu legal dari Perum Perhutani hanya antara 300.000 - 500.000 m3 per tahun. Ketidak-seimbangan antara permintaan dan pemenuhan kayu membuat penebangan-penebangan liar menjadi lebih kentara. Oleh karena itu, sekitar lebih dari satu juta m3 kayu per tahun dicurigai berasal dari penebangan liar baik di dalam dan di luar Jawa Barat. Ini merupakan tantangan besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di Jawa Barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.4 Masalah pertanian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Selama lima tahun terakhir telah terjadi pengurangan atau alih fungsi lahan sawah di Jawa Barat sebesar 62.834 Ha, yaitu dari luas sawah 976.869 Ha pada tahun 1997 berkurang menjadi 881.637 Ha pada tahun 2002. Perubahan terbesar terjadi di Kabupaten Bandung sebesar 38.159 Ha, yaitu dari luas sawah 64.147 Ha pada tahun 1997 berkurang menjadi 25.988 Ha pada tahun 2002.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sebaliknya pertanian lahan kering selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir telah terjadi penambahan luasan lahan kering atau alih fungsi ke lahan kering di Jawa Barat sebesar 804.409 Ha, dari luas lahan kering 1.781.909 Ha pada tahun 1992 bertambah menjadi 2.586.318 Ha pada tahun 2002. Perubahan terbesar terjadi di Kabupaten Garut sebesar 90.347 Ha, dari luas lahan kering 154.514 Ha pada tahun 1992 bertambah menjadi 244.861 Ha pada tahun 2002.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pembangunan pertanian pada saat ini khususnya tanaman pangan dan hortikultura diarahkan pada penyediaan bahan pangan beras. Sumbangan sektor pertanian terhadap perekonomian Jawa Barat tahun 1999 sebesar 1,59 % (NKLD, 2000). Produksi padi mencapai 10.340.686 ton GKG, atau mencapai 99,71 % dari sasaran sebesar 10.370.436 ton, dan meningkat 5.57 % dari tahun 1998 yang mencapai 9.795.638 ton GKG (NKLD, 2000).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir telah terjadi penurunan luasan panen padi di propinsi Jawa Barat sebesar 2.190.478 Ha dengan total penurunan produksi sebesar 9.112.427 Ton padi dari luas panen padi sebesar 4.102.640 Ha dengan total produksi sebesar 18.574.790 Ton padi pada tahun 1992 berkurang menjadi luas panen padi sebesar 1.912.162 Ha dengan total produksi sebesar 9.462.363 Ton padi pada tahun 2002. Pengurangan luasan panen padi tertinggi terjadi di Kabupaten Cirebon sebesar 489.103 Ha dari luas panen padi sebesar 571.204 Ha pada tahun 1992 berkurang menjadi 82.101 Ha pada tahun 2002. Penurunan luas panen padi terkecil terjadi di Kabupaten Purwakarta sebesar 17.795 Ha dari luas panen padi sebesar 60.476 Ha pada tahun 1992 menjadi 42.681 Ha pada tahun 2002.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Penurunan total produksi padi terbesar terjadi di kabupaten Indramayu sebesar 1.037.469 Ton padi dari total produksi padi sebesar 2.114.184 Ton GKG pada tahun 1992 berkurang menjadi 1.076.715 Ton GKG pada tahun 2002.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sedangkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir juga terjadi penurunan rata-rata produktivitas lahan sawah di Propinsi Jawa Barat sebesar 0,755 Ton/Ha, dari produktivitas sebesar 4,135 Ton/Ha pada tahun 1992 menurun menjadi 3,380 Ton/Ha pada tahun 2002. Penurunan produktivitas terbesar terjadi di Kabupaten Karawang sebesar 1,12 Ton/Ha dari produktivitas 4,638 Ton/Ha pada tahun 1992 turun menjadi 3,518 Ton/Ha pada tahun 2002. Penurunan produktivitas lahan terkecil terjadi di Kabupaten Cirebon sebesar 0,455 Ton/Ha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Penurunan luas areal panen padi, total produksi maupun produktivitas tersebut disebabkan karena adanya kekeringan pada lahan sawah sehingga banyak areal yang puso.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gizi berimplikasi terhadap meningkatnya permintaan akan produk hortikultura baik segar maupun olahan sehingga meningkatkan keinginan petani untuk meningkatkan usaha dalam bidang hortikurtura.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Produksi sayur-sayuran mencapai 3.987.846 ton. atau mencapai 128.33 % dari sasaran 2.406.126 ton, dan meningkat 28,10 % dari produksi 1998 sebesar 2.410.568 ton. Produksi buah-buahan mencapai 2.304.126 ton dan meningkat 40.77 % dari produksi tahun 1998 sebesar 1.636.772 ton (NKLD, 2000).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir telah terjadi penurunan luasan panen sayur-sayuran di Propinsi Jawa Barat sebesar 10.069 Ha, dari luas panen sayur-sayuran sebesar 173.257 Ha pada tahun 1992 berkurang menjadi 163.188 Ha pada tahun 2002. Pengurangan luasan panen sayur-sayuran tertinggi terjadi di Kabupaten Cianjur sebesar 6.473 Ha dari luas panen sayur-sayuran sebesar 21.251 Ha pada tahun 1992 berkurang menjadi 14.778 Ha pada tahun 2002. Tetapi di kabupaten lainnya justru terjadi kenaikan luas panen sayuran tertinggi terjadi di Kabupaten Bandung sebesar 7.835 Ha dari luas panen sayuran sebesar 35.629 Ha pada tahun 1992 menjadi 43.464 Ha pada tahun 2002.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti pada kasus sumberdaya hutan, kondisi pertanian lahan basah (sawah) di Jawa Barat juga menunjukkan indikasi penurunan. Umumnya, masalah-masalah yang berkaitan dengan pertanian tersebut menyangkut penurunan secara signifikan kapasitas air irigasi yang disebabkan meningkatnya sedimentasi pada saluran-saluran irigasi dan kerusakan yang tinggi pada infrastruktur irigasi (54% dari keseluruhan infrastruktur irigasi). Tingginya erosi tanah pada DAS dan tingginya pengangkutan sedimen mengakibatkan pendangkalan pada saluran dan waduk. Disamping itu juga terjadinya inefisiensi penggunaan sumber air karena kebocoran dan salah-pilih tanaman pertanian (kebutuhan tinggi terhadap air). Terbatasnya sumber air permukaan maupun sumber air tanah untuk memenuhi kebutuhan pertanian juga mengakibatkan penurunan produktivitas lahan pertanian tersebut. Ini sebagian besar disebabkan oleh perubahan iklim global dan regional serta permintaan yang tinggi terhadap air untuk kebutuhan non-pertanian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.5 Masalah kegiatan pertambangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Penambangan bahan galian 'C' mencakup pengerukan, penggalian atau penambangan material yang tidak termasuk material strategis. Bahan galian 'C' termasuk pasir, kerikil, tanah liat, tanah, batu kapur dan batu yang digunakan sebagai bahan mentah untuk kebutuhan industri dan konstruksi. Endapan tanah liat, pasir dan kerikil ditemukan di dataran-dataran rendah dan sungai; batu keras (basal, andesit, dasit) untuk agregat ditemukan di wilayah-wilayah berbukit dan pegunungan. Pengadaan bahan galian 'C' sangat penting untuk mendukung pembangunan fisik wilayah di Jawa Barat dan Jakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Tingkat kecepatan eksploitasi dan penggunaan material ini telah mengakibatkan beberapa permasalahan lingkungan dimana belum ada ketaatan akan praktek-praktek pengelolaan yang bijak dan kurangnya rehabilitasi pasca penambangan. Kerusakan lingkungan karena penambangan, pengedukan dan pengerukan bahan galian 'C' sebagian besar diakibatkan dari kurang mempertimbangkan masalah-masalah lingkungan dalam perencanaan, pengoperasian dan perbaikan pasca penambangan. Kerusakan lingkungan dapat diakibatkan oleh operasi kecil, besar dan mekanisasi atau oleh dampak kumulatif dari operasi-operasi kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dampak-dampak lingkungannya meliputi: (i) destabilisasi lereng dengan penggalian dinding-dinding tinggi, yang sering meluas sampai batas wilayah perumahan, (ii) meningkatnya bahaya tanah longsor atau runtuhnya batuan akibat terpotongnya lereng curam yang terdiri dari batuan lepas dan batuan lapuk, karena cuaca dan tidak terkonsolidasi, (iii) meningkatnya erosi tanah karena hilangnya vegetasi penutup, (iv) meningkatnya kekeruhan dan pendangkalan selokan dan sungai karena penggalian tanpa penyediaan penampung sedimen, (v) kerusakan daerah resapan air tanah, (vi) semakin menurunnya permukaan air bawah tanah atau hilangnya air tanah karena terpotongnya akuifer, (vii) polusi debu dan suara dari jalan-jalan pengangkutan serta kerusakan vegetasi dan tanaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Tanpa perbaikan yang tepat pada pasca penambangan, tataguna tanah menjadi tidak serasi lagi dengan areal sekitarnya. Pada dataran rendah di Bogor dan Bekasi sebagai contoh, banyak lubang-lubang dalam yang ditinggalkan perusahaan-perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;penggalian, perusakan bentang lahan, timbulnya daerah-daerah genangan yang dengan limpahan air yang mandek dan meninggalkan lereng curam yang berbahaya. Di daerah perbukitan dan pegunungan topografi bisa lebih rendah dan lereng yang landai menjadi lebih curam, yang mengancam stabilitas sisi-sisi bukit, yang pada gilirannya mengancam pemukiman manusia dan pertanian. Gangguan kelebihan beban dan tanah atas dapat mengakibatkan hilangnya struktur tanah, stabilitas dan resistensi erosi yang membuat areal yang 'diperbaiki' menjadi lebih tidak produktif dari sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.6 Permasalahan lingkungan pantai dan wilayah pesisir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Masalah-masalah umum yang dihadapi wilayah pesisir dan pantai Jawa Barat adalah degradasi hutan bakau, gerusan (abrasi) dan sedimentasi, pencemaran pantai karena kegiatan-kegiatan industri dan domestik serta intrusi air laut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dilaporkan oleh BPLHD (Jawa Barat ASER, 2002) bahwa di pantai utara Jawa Barat abrasi sejauh 400-500 m terjadi di Indramayu, 5 km di Subang dan 2 mil / tahun di Karawang, sedangkan sedimentasi/penambahan (akresi) sejauh 5-7 km sepanjang garis pantai terjadi di Indramayu, 5 km di Subang dan 300 m di Karawang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Penurunan hutan bakau sejauh 1 km panjang pantai terjadi di Indramayu, 6000 tanaman di Subang, sekitar 1000 ha di Karawang, dan sekitar 64% dari total hutan bakau di Bekasi. Di wilayah pantai Subang, pengendapan (sedimentasi) telah menutup sekitar 6000 ha daratan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di pantai selatan, abrasi sejauh 1 km terjadi di Ciamis, 22 km di Tasikmalaya, sedangkan kerusakan hutan bakau seluas 15 ha terjadi di Ciamis, sekitar 100 ha di Tasikmalaya, dan 1500 ha di Garut. Kerusakan pantai karena penambangan pasir laut (sekitar 450 ha) juga terjadi di daerah pantai selatan Cianjur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.1.7 Permasalahan bencana alam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Jawa Barat memiliki potensi tinggi dalam bahaya-bahaya alam atau geologis, terutama tanah longsor, letusan gunung berapi, dan gempa bumi. Direktorat Geologi Tata Lingkungan (GTL) melaporkan bahwa selama dekade terakhir terdapat 481 tanah longsor yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Bencana ini lebih dari 50% tanah longsor yang terjadi di Indonesia pada periode yang sama (811 kejadian). Penyebab utama tanah longsor tersebut dengan korban jiwa yang besar adalah karena alam dan fakta bahwa banyak terdapat masyarakat yang membangun di tanah-tanah yang rentan longsor, terutama setelah hujan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Keberadaan gunung berapi aktif yang tersebar di wilayah Jawa Barat dapat menyebabkan bahaya potensial terhadap kehidupan manusia di wilayah-wilayah sekitarnya. Dampak-dampak dari letusan gunung berapi tidak hanya kehilangan jiwa dan kerusakan dan harta benda, tapi juga dapat menjadi sumber polusi alami. Akan tetapi, perlu juga diingat bahwa kegiatan gunung berapi memberikan keuntungan yang sangat besar seperti tanah-tanah subur, bahan baku yang berlimpah, bijih besi, energi geothermal, dan pemandangan yang indah (pariwisata). Dengan kata lain, kegiatan gunung berapi selain menimbulkan dampak-dampak negatif, tapi juga memberikan kontribusi aspek-aspek positif untuk kemakmuran manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Jawa Barat terletak di suatu wilayah kegiatan gempa bumi yang tinggi. Dalam dekade terakhir beberapa gempa bumi berat terjadi di Jawa Barat, misalnya di selatan Kabupaten Sukabumi dan Tasikmalaya. Kemungkinan kejadian gempa bumi di Jawa Barat, terutama di wilayah bagian selatan relatif tinggi, sedangkan getaran gempa bumi tersebut berkisar antara 4.7 - 5.6 skala Reichter.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2.2 Pencemaran&lt;br /&gt;2.2.2. 1 Limbah Cair (Sewage)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Khusus untuk Kota Bandung saat ini telah tersedia instalasi pengolahan tinja secara terpusat dengan sistem perpipaan, namun sampai dengan tahun 2002 berdasarkan data dari Divisi Air Kotor PDAM Kota Bandung menyebutkan bahwa konsumen yang mendapat pelayanan sistem perpipaan baru mencapai 20% dari penduduk kota, sedangkan sisanya melalui penyedotan septic tanks oleh Dinas Kebersihan Kota. Hampir seluruh kota/kabupaten telah memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) namun tidak beroperasi secara optimum dan tinja yang diolah rata-rata baru mencapai 5% dari laju timbulan tinja yang ada. Bahkan, meskipun lumpur tinja dari tangki septik telah dikumpulkan/disedot, sebagian besar lumpur tinja tersebut dibuang langsung ke sungai dan kanal-kanal tanpa mengindahkan prosedur pembuangan limbah yang semestinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Perlu dikemukakan, bahwa sangat sedikit tangki septik yang dirancang dan dibangun menurut persyaratan yang ditentukan oleh dinas kesehatan, atau kebanyakan tidak dipelihara dengan baik. Sebagai akibatnya, telah banyak yang menimbulkan kontaminasi terhadap airtanah. Pada kebanyakan rumah tangga yang kebutuhan airnya tergantung dari sumur-sumur dangkal, bahaya kontaminasi tersebut cukup besar dan menjadi sumber timbulnya berbagai penyakit dengan perantara air.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di daerah perkotaan yang berkembang dengan semakin meluasnya kawasan kumuh, limbah cair dari rumahtangga khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai dibuang langsung ke sungai atau selokan-selokan, ke dalam balong-balong atau langsung dibuang begitu saja ke lahan-lahan kosong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.2.2 Kontaminasi Pasokan Air&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sistem pemasokan air dengan pipa tidak lagi memadai karena tingkat kerusakan perpipaannya yang kurang terpelihara. Tekanan air yang rendah berisiko terkontaminasi oleh rembesan airtanah, akibatnya baik pasokan air dari perusahaan air bersih maupun dari penyadapan airtanah dangkal belumlah aman terhadap kesehatan manusia, selagi air tersebut tidak dimasak dengan sempurna. Kondisi yang demikian telah mendorong&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;masyarakat untuk lebih banyak memakai air botol-galonan, dan mungkin inilah sebagai alasan menurut catatan medis di Jawa Barat yang menyatakan bahwa jumlah penduduk yang terkena diare semakin menurun. Meskipun pasokan air baru pada tingkat air bersih dan bukan air minum, pemasokannya pun hingga tahun 2002 baru dapat mencapai 43 % konsumen di perkotaan dan sekitar 22 % konsumen di pedesaan Jawa Barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.2.3 Limbah padat dan persampahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Timbulan sampah di Jawa Barat dari tahun ke tahun terus meningkat, dengan paradigma pengelolaan kumpul-angkut-buang, menyebabkan pengalihan permasalahan dari sumber aktifitas perkotaan menjadi permasalahan di lokasi penimbunan akhir. Sampai saat ini hampir seluruh lokasi penimbunan sampah akhir di Jawa Barat berada pada kondisi tidak memadai. Bahkan sistem pengelolaan yang dijalankan oleh lembaga formal pengelola kota, belum menunjukkan efektifitas yang tinggi. Kebersihan kota umumnya di Jawa Barat masih sangat buruk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Lokasi kritis dimana banyak ditemukan timbunan sampah yang dibuang secara ilegal oleh masyarakat adalah salah satunya di bantaran sungai, akibatnya terjadi penyumbatan alur sungai dan berisiko terjadinya banjir. Dari data statistik tahun 2002, rata-rata hanya sekitar 54 % seluruh limbah domestik yang terkumpul dan terangkut ke tempat pembuangan akhir. Sisanya, sekitar 23 % dikubur atau dibakar ditempat yang berpotensi mencemari udara dan air, 3 % dibuang langsung ke sungai dan 21 % dibuang ke lahan-lahan kosong, atau dibuang ke selokan, kanal-kanal dan sungai-sungai kecil lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Komposisi limbah padat sebagian besar berasal dari rumah tangga. Data dari Kota Bandung menunjukkan 64 % rata-rata total limbah padat berasal dari rumah tangga, sementara 27 % dari industri. Sembilan persen berasal dari pasar, daerah komersial, dan dari sumber-sumber yang lain, sehingga setiap hari keseluruhannya mencapai 7.500m3/hari. Sementara itu yang tertimbun di TPA baru mencapai 60%.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kecenderungan pola timbulan sampah di Jawa Barat adalah sejalan dengan tingkat aktifitas kota tersebut. Umumnya kota-kota pusat kegiatan dalam suatu wilayah andalan, menunjukkan angka timbulan tertinggi. Di Wilayah Bandung Raya timbulan terbesar berasal dari Kota dan Kabupaten Bandung, yaitu lebih dari 5.000 m3/hari. Di Wilayah Bodebek, Kota Bogor dan Kab. Bekasi sebagai penimbul sampah terbesar, yaitu lebih dari 2.000 m3/hari. Di Wilayah Ciayumajakuning, timbulan terbesar berasal dari Kab. Cirebon dan Majalengka, yaitu lebih dari 1.000 m3/hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Faktor penduduk pada dasarnya sebagai penentu besarnya timbulan disamping faktor aktifitas di dalam kota itu sendiri. Sebagai contoh Kota Bandung dan Kota Bogor menimbulkan sampah lebih besar dibandingkan Kabupaten Bandung dan Bogor yang berpenduduk lebih tinggi. Hal ini dapat dipastikan bahwa kontribusi sampah dari aktifitas kota sangat menentukan besar kecilnya timbulan sampah. Adapun kota-kota yang memiliki timbulan terkecil yaitu kurang dari 300 m3/hari, adalah Kabupaten Subang, Purwakarta dan Indramayu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di seluruh Jawa barat hampir 90 % lebih TPA di Jawa Barat menerapkan metoda penimbunan open dumping. Walaupun sudah diketahui bahwa metoda ini telah menimbulkan pencemaran lindi terhadap air tanah, namun nampaknya metode ini masih menjadi pilihan para pengelola kota. Alasan utama diselenggarakannya metode open dumping adalah rendahnya biaya operasi yang harus dikeluarkan, mengingat metode ini tidak memerlukan perlakuan khusus yang berdampak pada penambahan biaya operasi. Namun demikian, satu hal yang luput adalah pencemaran yang terjadi tidak pernah diperhitungkan sebagai biaya yang seharusnya ditanggung oleh pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Disebutnya operasi controlled landfill dan sanitary landfill sebagai metode yang diterapkan pada sebuah TPA, sesungguhnya perlu dicermati. Banyak kota yang telah merencanakan pelaksanaan metoda tersebut, namun dalam pelaksanaannya banyak ditemui TPA yang hanya dioperasikan oleh seorang sopir buldozer, atau hanya mengandalkan sopir truk sampah untuk menuang sampahnya. Jarang ditemukan adanya perencanaan penimbunan yang sistematis agar TPA dapat berfungsi dengan baik dan tidak mengganggu lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kontrol terhadap operasi penimbunan sampah di TPA seluruh Jawa Barat masih sangat lemah. Tidak jarang dijumpai bahwa suatu TPA sampah kota juga menerima buangan industri atau bahkan tergolong limbah B3 misalnya limbah infectiuous dari aktifitas rumah sakit. Hal ini tentunya akan mendatangkan dampak yang tidak diinginkan. Umumnya terjadi di Jawa Barat bahwa TPA yang telah dipersiapkan untuk dioperasikan dengan metode sanitary landfill akhirnya berubah menjadi open dumping.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Faktor penyebab utama adalah kurangnya konsistensi pihak pengelola mengetrapkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. TPA tersebut akhirnya akan menjadi semrawut, bau, berasap dan lindinya menyebar ke segala arah. Pencemaran air tanah dan air pemukaan sekitar TPA oleh lindi, merupakan masalah yang paling serius, disamping masalah lain yang ditimbulkan dari pelaksanaan open dumping di TPA, seperti masalah bau, masalah gas bio yaitu gas methana yang disebabkan karena tidak adanya upaya penangkapan gas tersebut, masalah pencemaran udara karena kebakaran dan asap yang terjadi secara alarm di dalam timbunan sampah yang tidak ditutup, serta masalah sanitasi lingkungan yang menurun akibat kehadiran vektor penyakit berupa lalat di atas timbunan sampah terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.2.2.4 Permasalahan kualitas udara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Data pemantauan kualitas udara dari pengamatan secara berkala yang dapat digunakan untuk melihat kecenderungan peningkatan atau penurunannya di kota-kota di Jawa Barat masih sangat terbatas. Data-data dari stasiun pemantau otomatis digunakan untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan nilai ISPU yang diperoleh, parameter PMi0 dan 03 sering ditemukan menjadi parameter kritis. Parameter kritis adalah parameter yang menyebabkan dampak buruk terbesar terhadap kualitas udara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tahun 2003, data ISPU menunjukan di Kota Bandung hanya terdapat 55 hari yang tergolong sehat (Pikiran Rakyat, 12 Maret 2004). Berdasarkan data sejak akhir tahun 2000, jumlah hari tidak sehat mempunyai kecenderungan meningkat dari tahun-ke tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dengan adanya peralatan mobile monitoring pemantauan kampanye mulai dilakukan di kota-kota lain di Jawa Barat, seperti Bogor, Cianjur, Depok, Karawang dan Cirebon. Hasil pemantauan secara kampanye tersebut juga menunjukan kecenderungan yang sama dengan yang diperoleh di Kota Bandung, yaitu pola fluktuasi pencemar yang dipengaruhi oleh intensitas kendaraan bermotor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di samping pengukuran udara ambien, sejak tahun 2001 di Kota Bandung juga dilakukan uji emisi kendaraan bermotor dan kualitas udara ambien di jalan-jalan raya. Hasil pemantauan emisi kendaraan bermotor terkini yang dilakukan oleh BPLH Kodya Bandung (2004) menunjukan terdapat lebih dari 40% kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin dan diesel yang tidak memenuhi persyaratan Baku Mutu Emisi Sumber Bergerak (Kepmen LH 13/1995). Walaupun emisi kendaraan bermotor umumnya merupakan kontributor yang dominan terhadap pencemaran udara, di kota-kota tertentu terdapat sumber-sumber pencemar lain yang juga patut mendapat perhatian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di TPA Bantargebang pencemar bau seluruhnya menunjukan nilai H2S berkisar antara 1.5 sampai 2 kali lipat dari nilai ambang batas Baku Mutu udara ambien. Tingginya konsentrasi H2S ini dengan jelas mengindikasikan pencemaran bau yang berasal dari proses pembusukan sampah. Di wilayah lain seperti Kabupaten Bekasi dengan PDRB lebih dari 82% didominasi oleh sektor industri, di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Bandung, sektor industri diperkirakan juga mempunyai kontribusi yang cukup berarti dalam pencemaran udara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pencemaran udara di daerah perkotaan dan kawasan industri dapat menyebabkan dampak negatif di daerah yang jauh dari sumbernya. Fenomena hujan asam tergolong ke dalam pencemaran yang disebabkan oleh transport pencemar jarak jauh. Pengamatan terhadap fenomena hujan asam masih sangat terbatas, salah satu pengamatan terhadap pH air hujan sejan tahun 1980-an dilakukan oleh LAPAN di Kota Bandung.Data pH rata-rata tahunan air hujan menunjukkan trend menurun, mengindikasikan adanya proses perubahan kualitas air hujan yang kemungkinan disebabkan oleh aktifitas manusia yang semakin meningkat di daerah perkotaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Selain hujan asam, terdapat pula indikasi terjadinya pencemaran dari smog fotokimia, berasal dari konversi NOX, HC dan CO menjadi ozon dan senyawa fotokimia lainnya. Indikasi tersebut ditunjukan oleh konsentrasi ozon yang sering menjadi parameter kritis, konsentrasinya yang tinggi di daerah pedesaan, dan menurunnya visibilitas di daerah perkotaan, terutama dapat diamati di daerah Cekungan Bandung pada siang hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2.3 Permasalahan sosial ekonomi dan kependudukan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Jumlah penduduk propinsi Jawa Barat tahun 2000 adalah 35,72 juta jiwa yang terdiri dari 18,08 juta laki-laki dan 17,64 juta perempuan dengan rata-rata pertumbuhan 2,03 per tahun dan kepadatan penduduk 1.033 / km2. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan penduduk 1,7% jumlah penduduk propinsi ini akan mencapai 43,8 juta orang di tahun 2010.Sekitar 45% kelompok penduduk berada di tiga wilayah kota: Bandung, Bogor-Bekasi dan Cirebon. Kepadatan penduduk Bandung adalah 12.711 per km2, sedangkan kepadatan penduduk Jawa Barat adalah 1.033 per km2. Tahun 2000 sekitar 48,86% penduduk tinggal di perkotaan sedangkan di tahun 1990 hanya 35,03%, yang mengindikasikan tingginya angka migrasi ke kota (urbanisasi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Berdasarkan usia, penduduk Jawa Barat terdiri dari 30,71% usia muda (kurang dari 14 tahun), 64,73% berumur antara 15-64 tahun, dan 4,56% berumur lebih dari 65 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Meskipun Propinsi Jawa Barat berkembang menuju daerah industri tapi sektor pertanian menyerap lebih banyak tenaga kerja (28,9%). Sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja di daerah perkotaan adalah perindustrian, perdagangan dan jasa. Angka pengangguran mencapai 8,01% dari keseluruhan 14,39 juta angkatan kerja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pada tahun 2000 terdapat 39,30 persen penduduk yang lulus Sekolah Dasar (SD), 11,8% lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), 12,94% lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), 2,45% lulus Sarjana muda dan 1,50% lulus 51, 52 dan S3.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dalam hal kesehatan masyarakat, kematian bayi di Jawa Barat mencapai 42,3% per 1000 kelahiran. Indeks pembangunan manusia Jawa Barat tahun 1999 mencapai 65,3%, urutan ke-13 di Indonesia sedangkan 26,59% dari jumlah penduduk berada pada garis kemiskinan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Pola penyakit di Jawa Barat didominasi oleh penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi lingkungan yakni infeksi saluran pernapasan atas (49% pada tahun 2002), diare dan busung lapar (14% pada tahun 2000).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Angka kepadatan penduduk yang tinggi di Jawa Barat disebabkan oleh beberapa faktor, sebagian besar karena kelahiran dan migrasi. Menurut sensus nasional tahun 1997, rata-rata angka kelahiran di Jawa Barat adalah 10,74%. Rata-rata ini mengalami penurunan daripada rata-rata pada tahun 1990 yaitu 27,66%. Jumlah imigrasi ke Jawa Barat pada tahun 1995 sebesar 4.221.877 dan pada tahun 2000 sebesar 3.911.585 orang. Angka ini termasuk tinggi, yang artinya lebih dari 10% dari penduduk yang ada sekarang adalah pendatang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Tingginya angka rata-rata perpindahan penduduk ke Jawa Barat sebagian besar dikarenakan lajunya pembangunan di bidang industri. Menurut Pusat Data dari Departemen Perdagangan dan Industri, pada tahun 2002 Jawa Barat memiliki 4.900 unit industri. Pembangunan industri ini membuat para imigran mencari kesempatan kerja di wilayah Jawa Barat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah penduduk yang sangat besar dengan tingginya rata-rata pertumbuhan dan distribusi yang tidak seimbang di setiap wilayah membuat masalah baru, yaitu meningkatnya terhadap kebutuhan lahan untuk permukiman. Tercatat sekitar 136,621 ha lahan sawah yang dijadikan daerah permukiman, meskipun ada juga melimpahnya penduduk tetap berada di beberapa kota besar, sehingga kepadatan penduduknya dapat mencapai 2000 orang per km2. Sensus Nasional pada tahun 1997 mencatat bahwa kepadatan penduduk di kabupaten Bekasi adalah 2.176 jiwa per km2, 14.108 jiwa di Kota Bandung, 2.541 jiwa di Kota Bogor, 2.581 juta jiwa di Sukabumi, sementara di Cirebon sebesar 7.024 jiwa per km2.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kepadatan penduduk yang tinggi pada daerah perkotaan selalu membuat masalah baru, seperti pertumbuhan daerah kumuh. Dilaporkan oleh Gubernur (2002) ada sekitar 2.171 lokasi daerah kumuh yang mencakup 4.762 ha tanah, yang dimana telah ditempati oleh 96.457 keluarga atau 353.941 warga. Permukiman yang terluas kawasan kumuhnya adalah Kota Bandung, Indramayu, Karawang dan Kabupaten Bandung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Permukiman kumuh menimbulkan banyak sekali masalah, yang identik dengan kemiskinan, lingkungan permukiman yang kotor, dan prasarana yang terbatas, yaitu air bersih, pembuangan air, listrik, sarana bermain dll. Karena keterbatasan tersebut , banyak masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk mandi, mencuci, mengambil air dan juga membuang sampah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dengan terbatasnya ketersediaan lahan, beberapa penduduk menetap dan membangun rumah mereka pada bantaran/tepi sungai. Pada tahun 2000, Badan Peneliti Statistik (BPS) mencatat bahwa sejumlah 67.059 bangunan rumah yang berlokasi di bantaran/tepi sungai dengan 69.988 keluarga yang menetap disana. Permukiman di bantaran/tepi sungai tersebut menyebar luas di Kota Bandung, Ciamis, Cianjur, Bekasi dan kabupaten Bandung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di wilayah pedesaan, tekanan penduduk terhadap lahan sudah sangat tinggi. Kecuali di wilayah pantai utara, hampir seluruh kabupaten lainnya mempunyai tekanan penduduk di atas angka 4.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2.4 Masalah hukum dan kelembagaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dalam mengimplementasikan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, belum digunakan pendekatan secara sistemik. Peraturan perundang-undangan masih ditinjau bidang per bidang atau sektor per sektor, walaupun pada umumnya aparatur pemerintah maupun masyarakat memahami bahwa unsur-unsur lingkungan hidup membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dalam penaatan dan penegakan hukum lingkungan, karena metode penafsiran hukum yang didasarkan pada kepentingan sektornya masing-masing, dan hanya melihat ketentuan-ketentuan pada batang tubuhnya saja, maka peraturan perundang-undangan seolah-olah tumpang tindih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, proses penyelenggaraan dekonsentrasi dan desentralisasi masih berjalan secara tersendat-sendat, yang berakibat kepada upaya memperoleh pendapatan asli daerah secara berlebihan. Proses desentralisasi belum tuntas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan sehingga struktur organisasi dan tata kerja institusi pengelola lingkungan hidup di daerah masih belum mantap sebagai upaya untuk mendukung profesionalisme aparatur pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Belum adanya institusi penegak hukum Peraturan Daerah yang dapat bertugas secara langsung dan seketika mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Peranserta masyarakat masih bersifat formalitas. Pemerintah maupun Pemerintah Daerah masih belum terbuka dalam memberikan informasi yang lengkap dan tepat waktu, sehingga peranserta masyarakat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Bahkan masyarakat sering dicurigai sebagai penghambat proses pembangunan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dana Lingkungan masih menjadi kendala. Di beberapa Daerah Kabupaten/ Kota, institusi pengelola dan atau pengendali lingkungan hidup dibebani sebagai instansi penghasil pendapatan asli daerah. Mengingat target perolehan pendapatan asli daerah, menyebabkan kepentingan pelestarian fungsi lingkungan sering terabaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Upaya menghimpun Dana Lingkungan melalui ditegakkannya prinsip Tanggung Jawab Mutlak (strict liability), sehingga pembentukan lembaga pertanggungan keuangan atas kerugian yang timbul akibat kegiatan yang mempunyai risiko terjadinya pencemaran atau perusakan lingkungan belum diminati oleh sektor swasta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;!--  &lt;tr&gt;    &lt;td width="100%" height="150"&gt;     &lt;img src="images/test/headline.jpg" width="451" height="150" border="0" alt="" onmouseover="nereidFade(this,100,10,30)" style="FILTER: alpha(opacity=30)" onmouseout="nereidFade(this,30,10,5)" /&gt;    &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt; --&gt;        &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!-- Tabel Blok Bagian Tengah  B  --&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td bgcolor="#ffffff" valign="top" width="5"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;table id="AutoNumber5" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="50" width="779"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td bgcolor="#d6d7d6" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" width="100%"&gt;   &lt;!--WEBBOT bot="HTMLMarkup" startspan ALT="Site Meter" --&gt;    &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var site="s21bplhd"&lt;/script&gt; &lt;a id="idSiteMeterHREF" href="http://www.sitemeter.com/stats.asp?site=s21bplhd" target="_top"&gt;&lt;img src="http://s21.sitemeter.com/meter.asp?site=s21bplhd&amp;amp;refer=http%3A//www.google.co.id/search%3Fhl%3Did%26q%3DPermasalahan+Das+Di+Jawa+Barat%26btnG%3DTelusuri%26meta%3D&amp;amp;ip=124.81.136.12&amp;amp;w=1024&amp;amp;h=768&amp;amp;clr=32&amp;amp;tzo=-420&amp;amp;lang=en-US&amp;amp;pg=http%3A//www.bplhdjabar.go.id/current-issue.cfm%3Fdoc_id%3D426&amp;amp;js=1&amp;amp;rnd=0.3259179843203711" alt="Site Meter" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;iframe src="http://dg.specificclick.net/?u=http%3A//www.bplhdjabar.go.id/current-issue.cfm%3Fdoc_id%3D426&amp;amp;r=http%3A//www.google.co.id/search%3Fhl%3Did%26q%3DPermasalahan+Das+Di+Jawa+Barat%26btnG%3DTelusuri%26meta%3D" frameborder="0" height="0" width="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript1.2" src="http://s21.sitemeter.com/js/counter.js?site=s21bplhd"&gt; &lt;/script&gt; &lt;noscript&gt; &lt;a href="http://s21.sitemeter.com/stats.asp?site=s21bplhd" target="_top"&gt; &lt;img src="http://s21.sitemeter.com/meter.asp?site=s21bplhd" alt="Site Meter" border="0" align="right" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/noscript&gt;  &lt;!-- Copyright (c)2005 Site Meter --&gt; &lt;!--WEBBOT bot="HTMLMarkup" Endspan --&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;©2002-2006 BPLHD Jawa Barat &lt;img src="http://www.bplhdjabar.go.id/images/bplhdicon.gif" alt="" border="0" height="16" width="16" /&gt;,      all right reserved.&lt;br /&gt;    Use of this website signifies your agreement to the Terms of Use.&lt;br /&gt;          Content provided by BPLHD Jabar, Please contact &lt;a href="mailto:rifaiza@bplhdjabar.go.id?subject=Kontak%20Webmaster" style="color: rgb(255, 127, 0);"&gt;our            webmaster&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-6856891988323335702?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/6856891988323335702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=6856891988323335702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6856891988323335702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6856891988323335702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/permasalahan-lingkungan-jawa-barat.html' title='PERMASALAHAN LINGKUNGAN JAWA BARAT *'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-767857644778081392</id><published>2007-12-24T22:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:42:18.494-08:00</updated><title type='text'>Perempuan dan Sumber Daya Alam</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="98%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="mainpage"&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: justify;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;Potret Masalah Lingkungan&lt;br /&gt;sumber : Solidaritas Perempuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Selang hampir 10 tahun reformasi politik di Indonesia, masalah pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam hampir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Laju kerusakan lingkungan semakin tinggi, walau jumlah dan nilai investasi pada sektor industri ekstraksi sumberdaya alam mengalami penurunan dibanding sebelum era reformasi.  Kerusakan lingkungan yang tinggi bisa dilihat pada beberapa contoh kasus yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia, mulai dari perkotaan hingga ke wilayah yang jauh dari hiruk-pikuk modernisme kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan perkotaan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Medan misalnya tingginya pencemaran udara telah memperburuk kondisi banyak masyarakat terutama perempuan dan anak-anak miskin. Kelompok masyarakat seperti  ini menjadi korban konsentrasi timbal dan gas beracun lainnya di udara. Asap dari kegiatan industri maupun dari sistem transportasi kota yang buruk di perkotaan telah menjadikan polusi udara sebagai pembunuh yang tidak pernah bisa ditundukkan. Beberapa penelitian di Jakarta malah menunjukkan bahwa pencemaran udara menjadi penyebab utama saluran infeksi pernapasan.  Selain itu, pencemaran air juga menjadi masalah besar yang sulit dihadapi oleh berbagai kelompok miskin. Mereka selama ini memang tidak memiliki akses pada sumber-sumber air bersih yang disediakan oleh PDAM maupun pedagang air bersih. Tetapi justru sangat tergantung pada pasokan air tanah bawah tanah (sumur) atau air permukaan tanah (terutama air sungai) yang nota bene sudah sangat tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak Penghancuran Lingkungan terhadap Perempuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam banyak pandangan yang berkembang, dampak lingkungan selalu dianggap sebagai dampak yang masif dan bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali atau tanpa membedakan laki-perempuan, anak-dewasa, tua-muda atau kaya-miskin. Bahkan tidak membedakan kelas yang ada di dalam masyarakat. Sekali ada dampak lingkungan, semua akan mengalami hal yang sama. Walau demikian, pengalaman menunjukkan bahwa pandangan seperti itu cenderung menyesatkan ketimbang memudahkan dalam penanganan masalah lingkungan. Perempuan justru selalu mengalami dampak lebih berat atau lebih besar, dan juga menjadi pihak yang banyak mengalami hambatan dalam menggunakan hak-hak dan kepentingannya dalam pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari pencemaran udara di kota besar seperti Jakarta misalnya, telah mengakibatkan banyak perempuan dan anak-anak yang terkena infeksi saluran pernapasan, sebagian besar dalam kondisi akut. Mereka mudah terserang inveksi karena mereka umumnya berdagang di pinggiran jalan atau tinggal di pemukiman kumuh yang dekat dengan wilayah-wilayah padat kendaraan. Hal yang sama juga terjadi dalam hubungannya dengan pencemaran air. Perempuan pada umumnya lebih banyak mengalami dampak lebih buruk karena mereka adalah pihak yang pertama kali dan selalu bersentuhan dengan air yang tercemar. Kemiskinan telah membuat mereka tidak punya pilihan selain menggunakan air sungai yang tercemar. Tidak jarang mereka menggunakan air sumur/bawah tanah yang sudah terkontamisasi bakteri &lt;em&gt;colli&lt;/em&gt;. Kemiskinan juga membuat mereka tidak bisa mengakses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang tarifnya tidak terjangkau. Sedangkan pengambil-alihan dan perusakan kawasan hutan oleh berbagai kegiatan industri kehutanan dan pertambangan telah menyingkirkan banyak perempuan dari pengelolaan sumber daya alamnya. Di luar kawasan perkotaan ada beberapa masalah lingkungan dan sumberdaya alam yang dihadapi perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, tingginya perusakan hutan dan pengambil alihan tanah/hutan yang dikuasai/dimiliki masyarakat oleh perusahaan-perusahaan kayu, perusahaan hutan tanaman industri, perusahaan bubur kertas (&lt;em&gt;pulp and paper&lt;/em&gt;), perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan, perusahan real estate, dan tentu saja oleh kegiatan pembalakan liar (&lt;em&gt;illegal logging&lt;/em&gt;) secara terorganisir. Pemerintah dua tahun terakhir ini melaporkan jumlah perusahaan yang mengekstraksi sumberdaya alam memang menurun. Namun yang tidak pernah dilaporkan pemerintah adalah, tingkat kerusakan kawasan hutan yang diakibatkan oleh eksploitasi luar biasa selama orde baru melalui kegiatan Hak pengusahaan Hutan (HPH) maupun melalui kegiatan Ijin Pemanfaatan Hasil Hutan (IPHH) dan Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) selama masa reformasi. Penghancuran hutan, yang telah jauh berkembang menjadi penghancuran ekosistem, telah memunculkan fenomena banjir, longsor, kebakaran/pembakaran hutan di berbagai kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua tahun terakhir ini, banjir dan longsor dengan intensitas dan dampak luas telah terjadi di banyak wilayah di Indonesia, termasuk di berbagai wilayah yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan akan mengalami bencana banjir dan longsor. Banjir tidak hanya menelan korban jiwa yang banyak tetapi juga menghancurkan berbagai sarana dan sumber-sumber kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di banyak wilayah yang memiliki kawasan pertambangan mineral (migas, emas, tembaga dan nikel),  proses penghancuran lingkungan juga terjadi dalam bentuk pencemaran logam berat terhadap tanah-tanah pertanian rakyat bahkan aliran-aliran sungai yang berfungsi sebagai tempat mandi, mencuci dan penyedia protein (ikan) bagi masyarakat di pedalaman. Raturan ribu ton limbah &lt;em&gt;tailing&lt;/em&gt; yang mengandung logam berat yang mematikan seperti &lt;em&gt;mercuri, cadmiun, arsenic&lt;/em&gt; dan lain-lain dibuang ke sungai sehingga mencemari seluruh biota dan rantai makanan. Hal yang sama juga terjadi di kawasan pebarik pulp and paper, dimana ribuan ton limbah mengandung &lt;em&gt;chlorine&lt;/em&gt; dalam konsentrasi yang tinggi dan mematikan dibuang ke sungai-sungai yang mengairi sawah dan menjadi tempat mandi, mencuci  dan sumber perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di berbagai wilayah di Indonesia kegiatan industri juga telah mengambil-alih kawasan perlindungan lingkungan atau ekosisten penting bagi kehidupan bersama. Antara lain pengambil-alihan &lt;em&gt;setu&lt;/em&gt; (dana kecil) yang berfungsi untuk resapan air; kawasan hutan &lt;em&gt;mangrove&lt;/em&gt; yang berfungsi sebagai perlindungan pengembang-biakan ikan; kawasan terumbu karang dan padang lamun yang berfungsi sebagai pengembangan habitat ikan; pengambil-alihan kawasan daerah aliran sungai (DAS) yang berfungsi menyangga lingkungan. Bahkan pengambil-alihan kawasan lahan basa seperti rawa-rawa yang berfungsi sebagai pusat habitat berbagai flora dan fauna yang penting untuk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kegiatan industri kelautan yang ditandai dengan pemberian ijin penangkapan ikan skala besar kepada berbagai perusahan multi-nasional juga telah menimbulkan banyak masalah. Tidak saja menyingkirkan para nelayan kecil dalam kegiatan kelautan, tetapi juga telah menghancurkan keseimbangan lingkungan. Kegiatan kapal-kapal besar yang menggunakan pukat harimau (&lt;em&gt;trawl&lt;/em&gt;) telah menghancurkan banyak areal terumbu karang dan juga telah menimbulkan depopulasi ikan yang menjadi sumber protein terpenting bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, kegiatan pertanian yang semakin terintegrasi ke dalam bisnis pestisida telah menghancurkan keseimbangan lingkungan. Jebakan bisnis pestisida dan insektisida telah mencemari tanah dan air bahkan bahan pangan, termasuk ikan dan biota lainnya yang hidup dalam air di sekitar persawahan atau perkebunan. Juga telah mematikan begitu banyak predator alamiah yang berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan. &lt;em&gt;Mia&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kegiatan industri kelautan yang ditandai dengan pemberian ijin penangkapan ikan skala besar kepada berbagai perusahan multi-nasional juga telah menimbulkan banyak masalah. Tidak saja menyingkirkan para nelayan kecil dalam kegiatan kelautan, tetapi juga telah menghancurkan keseimbangan lingkungan. Kegiatan kapal-kapal besar yang menggunakan pukat harimau () telah menghancurkan banyak areal terumbu karang dan juga telah menimbulkan depopulasi ikan yang menjadi sumber protein terpenting bagi masyarakat.    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;table style="margin-top: 25px;" align="center"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;      &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td class="mainpage"&gt;   &lt;table class="moduletable" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-767857644778081392?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/767857644778081392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=767857644778081392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/767857644778081392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/767857644778081392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/perempuan-dan-sumber-daya-alam.html' title='Perempuan dan Sumber Daya Alam'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-1462706111140371300</id><published>2007-12-24T22:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:37:22.281-08:00</updated><title type='text'>PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="post-content"&gt;  &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pendahuluan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sosial bukan merupakan pekerjaan yang sederhana. Disatu pihak pemerintah menghendaki proyek melakukan pemberdayaan sosial ekonomi penduduk secara komprehensif dan berkelanjutan, tetapi disatu pihak penduduk lokal menuntut hal yang praktis dan nyata saat ini juga. Dalam keadaan demikian pihak proyek dihadapkan pada pilihan yang sulit, karena terlalu mengurusi CD secara berkelanjutan akan melibatkan dirinya dalam wilayah pemerintah yang seharusnya dihindari. Akan tetapi, terlalu mempercayakan persoalan CD pada Pemda setempat, akan mengundang persoalan. Karena seringkali penduduk lokal kurang menikmati hasil sebagaimana diharapkan. Dalam keadaan demikian, bagaimana langkah kita untuk memecahkan masalah tersebut. Mohon dijelaskan secara konseptual, bagaimana sebaiknya melakukan pengelolaan sosial yang dapat memuaskan semua pihak dan upaya kita sendiri (proyek) dapat diterima oleh semua pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Identifikasi masalah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana sebaiknya melakukan pengelolaan sosial yang dapat memuaskan semua pihak. Dengan catatan tidak sepenuhnya proyek mengurusi community development (COMDEV) secara berkelanjutan yang dapat melibatkan proyek tersebut masuk ke wilayah pemerintah yang seharusnya dihindari dan tidak terlalu mempercayakan kepada PEMDA.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-30"&gt;&lt;/span&gt;Pembahasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu pengelolaan akan berjalan baik bila melalui empat langkah pokok pengelolaan. Hal tersebut menyangkut Kerangka Kebijakan, Perangkat Hukum sebagai dasar hukum pelaksanaan kebijakan yang diambil atau diputuskan, Kebijakan Perencanaan sebagai upaya untuk meningkatkan manfaat dan mengendalikan resiko dan Kerangka Organisasi Pelaksana sebagai pelaksana kebijakan yang diambil oleh proyek.&lt;br /&gt;Selain memperhatikan langkah pengelolaan, proyek harus mengetahui dengan jelas tujuan sebenarnya dari COMDEV yang menfokuskan upaya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat lokal, sebaiknya mengandalkan sumber daya alam dan manusia lokal serta menekankan pada kemandirian / mengandalkan pada kemampuan, kemauan dan kesadaran diri sendiri (masyarakat lokal).&lt;br /&gt;Pengelolaan sosial dapat memuaskan semua pihak apabila masing masing dapat mengerti apa tujuan COMDEV itu sendiri dan saling mengerti akan kebutuhan dan keterbatasan masing-masing pihak.&lt;br /&gt;Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting mengingat mereka yang akan menjalankannya dan merasakan manfaat dari COMDEV. Keterlibatan harus dimulai dari awal hingga akhir suatu program, bahkan pemantauan pelaksanaan membutuhkan partisipasi masyarakat sehingga dengan keterlibatannya ini diharapkan apa yang dihasilkan murni berasal dari keinginan masyarakat dan mereka turut menjaga keberhasilan program karena merasa memiliki program tersebut.&lt;br /&gt;Hal yang dapat dilakukan agar pengelolaan sosial dapat memuaskan semua pihak adalah dengan mempertemukan seluruh pihak yang terkait dengan proyek, baik itu perusahaan, masyarakat maupun PEMDA atau stakeholder. Tujuan dilaksanakan pertemuan ini adalah :&lt;br /&gt;1. Menyamakan persepsi tentang tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.&lt;br /&gt;2. Menggali informasi – informasi yang ada pada masyarakat yang dapat digunakan sebagai acuan COMDEV.&lt;br /&gt;3. Menghasilkan perencanaan yang berpusat pada masyarkat dan pembentukan organisasi pelaksana.&lt;br /&gt;Penyamaan persepsi tentang COMDEV dilakukan agar tidak ada perbedaan pendapat atau penyimpangan makna dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seperti yang sering terjadi, masyarakat lebih menuntut pada pembangunan fisik didaerahnya daripada pengembangan ekonomi yang mungkin efeknya baru dirasakan setelah cukup lama berjalan akan tetapi dapat lebih menguntungkan oleh karena itu perlu dijelaskan bahwa perusahaan difokuskan pada sesuatu yang dapat menimbulkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal tersebut.&lt;br /&gt;Penggalian informasi yang tentunya melibatkan masyarakat dilakukan pada hal-hal mengenai keterbatasan-keterbatasan yang ada didaerah (baik itu sosial, ekonomi, SDM, budaya maupun hukum). Kemudian mengenai kebutuhan- kebutuhan masyarakat lokal, potensi sumber daya alam maupun manusia hingga permasalahan – permasalahan yang menghambat kegiatan ekonomi masyarakat lokal. Masyarakat diajak untuk memahami kelebihan dan kekurangan yang ada disekitar mereka. Perlu diingat bahwa kegiatan ini sebaiknya dilakukan dengan berpusat pada masyarakat dengan cara mendiskusikan antar masyarakat dan dibimbing fasilitator yang dapat mengarahkan, memotivasi, memiliki kemampuan dalam COMDEV akan tetapi tidak bersifat mempengaruhi kebijakan atau keputusan yang mereka ambil.&lt;br /&gt;Setelah penggalian informasi, masyarakat lokal dengan dibantu fasilitator (fasilitator diwajibkan harus mengerti permasalahan dan memiliki solusi teknologi mengenai permasalahan yang ada) dapat menyusun perencanaan berdasarkan informasi tersebut. Organisasi pelaksana dibentuk sebagai pelaksana perencanaan dan sebagai jembatan antara masyarakat, perusahaan, dan PEMDA. Organisasi ini disusun dari unsur-unsur masyarakat lokal yang memiliki komitmen untuk mengembangkan ekonomi dengna keinginan dan kemandiriannya. Dengan adanya organisasi ini perusahaan tidak terlalu dalam mengurusi COMDEV demikian juga dengan PEMDA tidak sepenuhnya memegang kepercayaan pengurusan COMDEV dari perusahaan. Keduanya dapat mengawasi dan memberikan bimbingan apabila masyarakat mengalami kesulitan, dengan demikian overlapping pengurusan COMDEV dapat dihindari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembahasan diatas memberikan kesimpulan bahwa&lt;br /&gt;1. Pengelolaan sosial sebaiknya mengikuti 4 langkah pokok dan berpatokan pada prinsip COMDEV.&lt;br /&gt;2. Keterlibatan masyarakat mulai dari awal hingga akhir sangat penting untuk keberlangsungan program yang disusun.&lt;br /&gt;3. Diskusi dengan semua pihak dan antar masyarakat lokal sendiri mutlak dilakukan, sehingga masing masing mengerti akan kebutuhan dan keterbatasannya.&lt;br /&gt;4. Penggalian informasi dilakukan pada masyarakat untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada disekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-info"&gt;                &lt;/div&gt;  &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-1462706111140371300?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/1462706111140371300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=1462706111140371300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/1462706111140371300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/1462706111140371300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/pengelolaan-lingkungan-sosial.html' title='PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-4104680662077934995</id><published>2007-12-24T22:28:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:33:37.590-08:00</updated><title type='text'>Kepedulian sebatas wacana</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;Pemanasan global sekarang ini nampaknya sudah sangat menuntut untuk mendapat perhatian dunia. Negara – negara maju juga semakin mengkhawatirkan keadaan ini. Sebulan yang lalu diadakan konferensi G8 di Jerman yang juga membahas tingkat polusi udara termasuk dampak rumah kaca. Namun nampaknya keinginan untuk mengurangi polusi masih menjadi perdebatan, semua ini tak lain ulah Amerika serikat yang menolak target pengurangan polusi pada tahun 2015. Bahkan Amerika mengkambinghitamkan negara – negara Asia seperti China sebagai penjahat polusi, padahal sebagian perusahaan – perusahaan perusak lingkungan hidup di negara – negara Asia / berkembang adalah milik Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang. Indonesia sebagai negara berkembang juga sangat mempunyai andil dalam pencemaran udara ( pemanasan global ), “senada” dengan Amerika kepedulian Indonesia masih sebatas wacana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;Tingkat penggunaan kendaraan bermotor merupakan contoh nyata. Kota – kota besar di Indonesia seperti Bandung merupakan salah satu kota yang sangat tidak mempunyai kepedulian riil dalam mengatasi pencemaran udara. Di Bandung sendiri pembantaian terhadap lahan hijau kota sudah seperti ritual wajib guna mencapai predikat kota metropolis, taman – taman kota yang dibangun seolah hanya demi menjaga nama baik pemimpin daerah. Dengan konsep seadanya si pemimpin meresmikan sebuah taman yang dulunya berdiri pom bensin. Ini disebabkan masih dangkalnya pola pikir para pemimpin daerah dalam menciptakan suasana yang mencerminkan Bandung Bermartabat. Tata kota yang semberawut, jumlah kendaraan yang semakin banyak bahkan tidak pernah mendapat perhatian pemimpin daerah kota Bandung. Pencemaran udara lebih diperparah lagi dengan berbagai kebijakan yang berbasis bisnis semata seperti kredit kendaraan yang dipermudah. Kesadaran masyarakat juga masih sangat rendah dalam menjaga lingkungan. Gaya hidup yang konsumtif mengarahkan masyarakat menjadi individu – individu yang mengutamakan gengsi. Meski harus berhutang yang penting gaya di atas tunggangan bermesin baik itu beroda dua / empat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;span class="link2-content"&gt;R.A - BandungMagazine.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--        &lt;/div--&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;div class="style5" align="right"&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Back to Index            &lt;a href="http://www.bandungmagazine.com/cybermagazine/?cat=25" title="View all posts in July 2007" rel="category tag"&gt;July 2007&lt;/a&gt;        &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana,Helvetica,sans-serif;font-size:78%;"&gt;    &lt;/span&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-4275816036920671"; //adsfront google_ad_slot = "1951586728"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60; //--&gt;&lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;iframe name="google_ads_frame" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/ads?client=ca-pub-4275816036920671&amp;amp;dt=1198564327453&amp;amp;lmt=1198564326&amp;amp;output=html&amp;amp;slotname=1951586728&amp;amp;correlator=1198564327453&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.bandungmagazine.com%2Fcybermagazine%2F%3Fp%3D263&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fsearch%3Fq%3DPencemaran%2BUdara%2Bdi%2BBandung%26hl%3Did%26start%3D70%26sa%3DN&amp;amp;cc=100&amp;amp;ga_vid=1090248733.1198564327&amp;amp;ga_sid=1198564327&amp;amp;ga_hid=987599338&amp;amp;flash=9&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=29&amp;amp;u_java=true&amp;amp;u_nplug=9&amp;amp;u_nmime=22" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" scrolling="no" width="468"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-4104680662077934995?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/4104680662077934995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=4104680662077934995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/4104680662077934995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/4104680662077934995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/kepedulian-sebatas-wacana.html' title='Kepedulian sebatas wacana'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-7476044008300665185</id><published>2007-12-24T22:21:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:24:01.390-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;RINGKASAN EKSEKUTIF&lt;br /&gt;PENGKAJIAN POLA PENGHIJAUAN DI KOTA BANDUNG&lt;br /&gt;( Kerjasama Kantor Litbang dan PPSDAL-UNPAD)&lt;br /&gt;Tahun 2003&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Latar belakang&lt;br /&gt;Luas ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung setiap tahun semakin berkurang,&lt;br /&gt;hal tersebut disebabkan terjadinya perubahan fungsi yang semula berupa lahan terbuka&lt;br /&gt;menjadi terbangun untuk berbagai keperluan seperti perumahan, industri, pertokoan,&lt;br /&gt;kantor, dan lain-lain. Semakin sempitnya RTH, khususnya taman dapat menimbulkan&lt;br /&gt;munculnya kerawanan dan penyakit sosial sifat individualistik dan ketidakpedulian&lt;br /&gt;terhadap lingkungan yang sering ditemukan di masyarakat perkotaan. Disamping ini&lt;br /&gt;semakin terbatasnya RTH juga berpengaruh terhadap peningkatan iklim mikro,&lt;br /&gt;pencemaran udara, banjir dan berbagai dampak negatif lingkungan lainnya.&lt;br /&gt;Kajian mengenai RTH dan fungsi-fungsinya, khususnya taman kota telah cukup&lt;br /&gt;banyak dilakukan, hasil yang diperoleh adalah taman memiliki peran sebagai sarana&lt;br /&gt;pembangunan sosial budaya seperti pendidikan masyarakat, katup pengaman dan&lt;br /&gt;pengkayaan budaya kota, tempat tumbuh tanaman yang memberikan kenyamanan bagi&lt;br /&gt;pemakai jalan, area pengamanan bagi pejalan kaki, tempat utilitas dan fasilitas&lt;br /&gt;pendukung kegiatan masyarakat. Selain dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan dan&lt;br /&gt;sosial, vegetasi taman dan hutan kota juga memberikan fungsi estetika, filter gas dan&lt;br /&gt;debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro dan konservasi sumber daya genetis secara&lt;br /&gt;eksitu yang memiliki nilai “intangible” bagi masyarakat kota itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam studi pola penghijauan di Kota Bandung, penelitian difokuskan pada RTH&lt;br /&gt;dalam bentuk taman. Hal ini karena :&lt;br /&gt;1. Status taman kota lebih jelas dari RTH lainnya;&lt;br /&gt;2. Taman kota memiliki banyak fungsi;&lt;br /&gt;3. Taman Kota memiliki peranan strategis sebagai citra kota serta memiliki&lt;br /&gt;penampakan yang jelas dibandingkan dengan RTH lainnya;&lt;br /&gt;4. Banyak terjadi perubahan taman kota yang tidak sesuai dengan fungsi utamanya.&lt;br /&gt;diharapkan studi ini dapat memberikan informasi penting tentang kondisi dan&lt;br /&gt;permasalahan RTH taman kota bagi para pengambil keputusan khususnya dinas dan&lt;br /&gt;instansi terkait untuk menjadi bahan bagi pengelolaannya.&lt;br /&gt;B. Maksud dan Tujuan&lt;br /&gt;- Menganalisis secara pasti luas lahan ruang terbuka hijau saat ini, yang dirinci&lt;br /&gt;menurut peruntukannya (seperti taman, jalur hijau, lapangan bola dan sebagainya);&lt;br /&gt;- Untuk dapat menganalisis permasalahan ruang terbuka hijau di Kota Bandung dan&lt;br /&gt;upaya-upaya yang telah dilakukan;&lt;br /&gt;- Untuk dapat menganalisis bagaimana strategi pola penghijauan di Kota Bandung.&lt;br /&gt;C. Ruang lingkup&lt;br /&gt;1. Materi Lingkup Studi&lt;br /&gt;Pola penyebaran taman-taman di Kota Bandung yang tidak terpusat,&lt;br /&gt;konversi taman menjadi tata guna lain, luas taman yang tidak seragam dan&lt;br /&gt;ketidakjelasan jumlah taman di Kota Bandung serta ketidakjelasan jenis vegetasi&lt;br /&gt;yang ada dalam taman merupakan hal-hal pokok yang perlu dikaji lebih mendalam.&lt;br /&gt;Untuk itu permasalahan yang perlu dikaji dalam studi ini dibatasi kepada :&lt;br /&gt;a. Kajian terhadap pola dan penyebaran taman kota.&lt;br /&gt;b. Kajian terhadap kondisi fisik taman kota yang meliputi :&lt;br /&gt;- Bentuk dan ukuran, klasifikasi dan fungsi taman kota&lt;br /&gt;- Jenis dan kondisi pohon yang ada dilihat dari fungsi taman kota&lt;br /&gt;- Kondisi dan penggunaan taman kota&lt;br /&gt;- Penataan dan pemilihan vegetasi (pohon) pada masing-masing tipologi&lt;br /&gt;taman kota.&lt;br /&gt;c. Kajian terhadap kebutuhan taman kota&lt;br /&gt;2. Lokasi Studi&lt;br /&gt;Lokasi taman kota yang akan dikaji pada studi ini adalah taman-taman kota&lt;br /&gt;yang tersebar di seluruh Kota Bandung berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas&lt;br /&gt;Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung serta informasi lain mengenai&lt;br /&gt;keberadaan taman kota yang belum teridentifikasi.&lt;br /&gt;D. Metodologi&lt;br /&gt;Penyusunan kajian pola penghijauan taman kota Bandung didasarkan kepada alur&lt;br /&gt;pikir yang secara sistematik digambarkan serbagai berikut :&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei/sigi.&lt;br /&gt;Sigi lapangan yang akan dilaksanakan meliputi sensus terhadap seluruh taman yang&lt;br /&gt;tersebar di Kota Bandung. Penentuan jumlah dan populasi sampel taman dilakukan&lt;br /&gt;dengan cara sensus, artinya seluruh taman kota yang tersebar di Kota Bandung akan&lt;br /&gt;diukur (sensus) secara satu persatu, lamanya waktu pengukuran diperkirakan 20 hari&lt;br /&gt;yang dilakukan secara pararel (dalam satu hari dilakukan pengukuran taman dilima&lt;br /&gt;bagian Kota Bandung yang meliputi Bandung Selatan, Bandung Barat, Bandung Timur,&lt;br /&gt;Strategi / Kebijakan&lt;br /&gt;- Arahan Rencana&lt;br /&gt;Detail Tata Ruang&lt;br /&gt;Kota (RDTR)&lt;br /&gt;- Arahan Rencana&lt;br /&gt;Ruang Terbuka&lt;br /&gt;Hijau Kota (RTHK)&lt;br /&gt;- Kebijakan lokal&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Penugasan&lt;br /&gt;Tujuan yang hendak&lt;br /&gt;dicapai&lt;br /&gt;Lingkup dan&lt;br /&gt;Metodologi&lt;br /&gt;pendekatan&lt;br /&gt;Data / informasi /&lt;br /&gt;survei lapangan&lt;br /&gt;- Data Primer&lt;br /&gt;- Data Sekunder&lt;br /&gt;Kajian dan Penataan Jalur Hijau&lt;br /&gt;Jalan&lt;br /&gt;- Pengkajian data primer/sekunder&lt;br /&gt;- Pengkajian Pola penyebaran&lt;br /&gt;RTH&lt;br /&gt;- Pengkajian Vegetasi Pelindung&lt;br /&gt;meliputi aspek morfologis,&lt;br /&gt;ekologis, estesis, dan historis&lt;br /&gt;- Menganalisis dan merumuskan&lt;br /&gt;kebutuhan dan konsep penataan&lt;br /&gt;RTH&lt;br /&gt;- Strategi pengembangan dan&lt;br /&gt;rekomendasi&lt;br /&gt;Produk Pekerjaan&lt;br /&gt;- Laporan Pendahuluan&lt;br /&gt;- Laporan Interim&lt;br /&gt;- Laporan Final&lt;br /&gt;Kajian Pola&lt;br /&gt;Penghijauan&lt;br /&gt;yang akan dituju&lt;br /&gt;Bandung Utara dan Bandung Tengah. Pada setiap pengukuran didasarkan kepada&lt;br /&gt;lembar kerja yang meliputi catatan tentang : kondisi taman, jenis vegetasi dalam&lt;br /&gt;taman, proporsi antara ruang terbuka hijau dengan ruang terbuka pada setiap taman,&lt;br /&gt;dan fungsi taman.&lt;br /&gt;Selain pengukuran langsung (observasi) selama sigi dilakukan juga wawancara&lt;br /&gt;dengan pihak pengelola taman dan pengumpulan data sekunder yang berkaitan erat&lt;br /&gt;dengan kegiatan penelitian.&lt;br /&gt;E. Hasil Penelitian&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa :&lt;br /&gt;1. Walaupun pada penelitian ini tercatat sebanyak 123 taman baru yang tidak&lt;br /&gt;tercatat pada data 2002, namun jumlah total taman kota (berdasarkan pengertian&lt;br /&gt;taman sesuai kriteria yang disusun) di Kota Bandung saat ini berkurang sebesar&lt;br /&gt;2,44% yaitu dari 450 taman pada tahun 2002 menjadi 439 taman pada tahun&lt;br /&gt;2003.Penurunan jumlah taman tersebut disebabkan karena tidak dimasukannya&lt;br /&gt;sejumlah taman yang tercatat pada tahun 2002 karena sebenarnya tidak masuk&lt;br /&gt;dalam kategori taman yang bukan berfungsi sebagai fasilitas umum dan fasilitas&lt;br /&gt;sosial, serta adanya taman yang hilang/beribah fungsi. Dengan demikian jumlah&lt;br /&gt;total luas taman di Kota Bandung juga menurun dari 1,118,855 ha pada tahun&lt;br /&gt;2002 menjadi 803,965 ha pada tahun 2003. Bila dibandingkan dengan totalluas&lt;br /&gt;kota (167.290.000 m2 atau 16,729 ha), proporsi taman saat ini baru mencapai&lt;br /&gt;4,8%.&lt;br /&gt;2. Dari 439 taman dengan total luas 80,4 ha, ternyata tidak seluruhnya potensial&lt;br /&gt;sebagailahan yang dapat menyerapair, karena seluas 28,09 ha (34,9%)&lt;br /&gt;berupalahan yang diperkeras (open space), sedangkan luas lahan terbukanya&lt;br /&gt;(green space) adalah 50,6 ha.&lt;br /&gt;3. Bila mengacu pada ratio styandar ideal menurut Lancashire Country Council yaitu&lt;br /&gt;7 – 11,5 m2 /orang, maka pemenuhan taman bagi warga kota Bandung baru&lt;br /&gt;mencapai sekitar 0,43 m2 /orang atau 3,86% - 6,07% dari kebutuhan luas taman&lt;br /&gt;ideal.&lt;br /&gt;4. Pola sebaran jumlah dan luas taman disetiap wilayah tidak merata. Ratio jumlah&lt;br /&gt;taman per 100 ha area di Cibeunying adalah 3,54 dan di Karees 2,13 sedangkan&lt;br /&gt;4 wilayah lain dibawah 1,07. Proporsi luastaman terhadap luas wilayahnya juga&lt;br /&gt;menunjukkan perbedaan yang sangat tinggi, di wilayah Cibeunying dan&lt;br /&gt;Gedebage proporsinya antara 22,2% - 25,8% sedangkan di 4 wilayah lain antara&lt;br /&gt;7,2% - 16,5%.&lt;br /&gt;5. Jumlah total jenis tanaman di taman tercatat 193 jenis yang terdiri dari 98 jenis&lt;br /&gt;pohon dan 95 jenis tanaman hias. Secara umum pola penanaman tanaman di&lt;br /&gt;taman jalan dan taman kota telah menunjukan kesesuaian antara jenis tanaman&lt;br /&gt;yang ditaman dengan peruntukan tamannya. Sedangkan untuk taman lingkungan&lt;br /&gt;(RT, RW, Kelurahan) masih terdapat jenis tanaman yang kurang sesuai karena&lt;br /&gt;dapat membahayakan pengguna taman atau terdapat jenis yang mudah rusak&lt;br /&gt;karena kegiatan masyarakat didalam taman. Dari 98 jenis pohon, sekurangkurangnya&lt;br /&gt;terdapat 8 jenis tanaman yang diindikasikan masuk ke dalamkelompok&lt;br /&gt;jenis pohon yang mampu menyerap zat pencemar di udara, dan sekurangkurangnya&lt;br /&gt;terdapat 18 jenis tanaman yang termasuk kategori tanaman langka.&lt;br /&gt;6. Fungsi ekologis tanaman dan RTH/taman dari setiap taman tidak dapat&lt;br /&gt;disamaratakan, melainkan berbeda sesuai dengan karakteristik pola penanaman&lt;br /&gt;dan jenis tanamannya serta jenis RTH/tamannya masing-masing.&lt;br /&gt;7. Kebijakan, Rencana dan Program Pembangunan RTHK, khususnya Taman di&lt;br /&gt;Kota Bandung masih belum jelas, sehingga telah mengakibatkan pembangunan&lt;br /&gt;dan pengelolaan taman tidak berjalan dengan baik. Hal ini diindikasikan dari&lt;br /&gt;menurunnya jumlah dan luas taman, masih banyaknya tanaman yang kurang&lt;br /&gt;terawat, serta adanya keluhan masyarakat tentang akses terhadap RTH/taman&lt;br /&gt;serta terbatas/menyusutnya RTH/taman seperti yang tertuang pada Agenda 21&lt;br /&gt;Kota Bandung.&lt;br /&gt;F. Rekomendasi :&lt;br /&gt;1. Untuk menghindari terjadinya penurunan jumlah dan luas taman, serta kesalahan&lt;br /&gt;dalam menentukan kriteria RTH, khususnya taman diperlukan adanya kebijakan,&lt;br /&gt;Rencana Program yang jelas untuk setiap jenis RTH. Dalam kaitannya dengan&lt;br /&gt;RTH dalam bentuk taman, perlu adanya keputusan dan petunjuk teknis yang dapat&lt;br /&gt;memberikan kejelasan tentang jenis/klasifikasi taman, fungsi atau peruntukannya,&lt;br /&gt;pengaturan pengelolaan serta sanksinya.&lt;br /&gt;2. Untuk meningkatkan pemeliharaan taman, perlu dijalin kerjasama dengan&lt;br /&gt;masyarakat dan berbagai stakeholder, khususnya dengan para pengusaha.&lt;br /&gt;3. Untuk meningkatkan jumlah dan luas taman serta pelibatan tanggungjawab&lt;br /&gt;masayarakat dan stakeholder, perlu dikaji penerapan adanya insentif dan&lt;br /&gt;disinsentif yang berupa “Green Tax” dalam hal penggunaan lahan terbuka untuk&lt;br /&gt;berbagai peruntukannya.&lt;br /&gt;4. Untuk meningkatkan daya tarik taman dari segi estetika, baik taman aktif maupun&lt;br /&gt;taman pasif, jenis tanaman hias yang ditaman disetiap taman diusahakan berbeda&lt;br /&gt;atau lebih beraneka.&lt;br /&gt;5. Potensi cukup besar dari jumlah dan luas serta pola penyebaran taman-taman baru&lt;br /&gt;yang berasal dari fasilitas umum dan fasilitas sosial pada pemukiman-pemukiman&lt;br /&gt;baru perlu ditindaklanjuti secara lebih serius oleh Pemerintah Kota, mengingat&lt;br /&gt;kemampuan untuk mengembangkan taman baru tidak mudah. Penanganan serius&lt;br /&gt;tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemantauan presentase ruang&lt;br /&gt;terbuka hijau yang harus disediakan oleh pengembang dalam bentuk fasos dan&lt;br /&gt;fasum.&lt;br /&gt;6. Walaupun belum ada data pasti tentang jenis-jenis tumbuhan potensial (jenis&lt;br /&gt;tumbuhan di Indonesia) yang dapat mereduksi berbagai gas pencemaran udara,&lt;br /&gt;serta sensitif tidaknyaterhadap berbagai zat pencemaran udara, namun dapat&lt;br /&gt;mempertimbangkan bahwa :&lt;br /&gt;a. Pada dasarnya hampir semua tanaman dapat menyerap berbagai gas&lt;br /&gt;pencemar.&lt;br /&gt;b. Tanaman, khususnya pohon yang akan ditanam di RTH/taman tidak ditujukan&lt;br /&gt;untuk kepentingan produksi, maka pada dasarnya jenis tanaman pohon apapun&lt;br /&gt;dapat ditanam dan dapat berfungsi sebagai pereduksi gas pencemar. Namun&lt;br /&gt;demikian jenis-jenis tanaman pohon yang ditanam, diprioritaskan jenis tanaman&lt;br /&gt;yang relatif hijau sepanjang tahun, dan tidak banyak menggugurkan daun.&lt;br /&gt;7. Untuk meningkatkan fungsi tanaman sebagai pemasok oksigen, dapat dilakukan&lt;br /&gt;pemangkasan tajuk yang selain dapat merangsang pertumbuhan daun muda juga&lt;br /&gt;sekaligus dapat memperbaiki keindahan arsitektur tajuk.&lt;br /&gt;8. Untuk memperkecil terjadinya pelepasan karbon yang potensial menimbulkan&lt;br /&gt;pencemaran gas CO, seresah serta potongan tajuk dan ranting tanaman tidak&lt;br /&gt;dibakar, melainkan dikomposkan untuk dijadikan kembali sebagai pupuk ditaman.&lt;br /&gt;9. Untuk mengimbangi kekurangan kebutuhan masyarakat terhadap taman,&lt;br /&gt;khususnya pada daerah/wilayah yang jumlah dan luas tamannya terbatas, maka&lt;br /&gt;perlu dikaji penggunaan halaman atau industri untuk dapat di akses oleh&lt;br /&gt;masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-7476044008300665185?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/7476044008300665185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=7476044008300665185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7476044008300665185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7476044008300665185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/ringkasan-eksekutif-pengkajian-pola.html' title=''/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-7622682230064214007</id><published>2007-12-24T22:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:20:34.386-08:00</updated><title type='text'>WHO: Pencemaran Udara Pembunuh Reguler di Asia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Rabu, 24 Agustus 2005                       &lt;img src="http://www.geografiana.com/images/stories/kesehatan/logowho.jpg" style="float: left;" alt="WHO" title="WHO" border="1" height="72" hspace="6" width="76" /&gt;&lt;b&gt;Buana Katulistiwa&lt;/b&gt; - Bencana asap menjadi bagian masalah dari Asia Tenggara bulan ini, yang telah mengakibatkan sekolah dan pusat bisnis tutup, hanya salah satu bagian dari masalah polusi udara yang membunuh ratusan ribu manusia di wilayah ini setiap tahun, kata World Health Organization (WHO). &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Polusi udara di kebanyakan kota di Asia Tenggara dan China memiliki peringkat teratas sebagai penyebab kematian dari 500.000 orang setiap tahun, kata Michal Krzyzanowski, seorang spesialis kualitas udara pada Pusat Lingkungan WHO Eropa, di Bonn, Jerman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia dan Malaysia menjadikan Malaysia mengumumkan situasi darurat pekan lalu di dua lokasi di luar Kuala Lumpur. Sebagian Thailand telah pula dilaporkan diselimuti oleh kabut asap ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Pejabat kesehatan Malaysia mengatakan, rumah sakit melaporkan terjadi peningkatan 150 persen penyakit sesak nafas dan tujuh orang yang memiliki penyakit pernafasan dilaporkan meninggal dunia. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Di seluruh dunia, polusi udara menyebabkan kematian 800.000 orang setiap tahun, begitu estimasi WHO, sebagaimana dikutip AP, Minggu (21/8).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Situasi darurat di Malaysia hanya berlangsung dua hari, tapi ahli meteorologi memprediksi bahwa asap tebal kembali akan menyelimuti sebagian Malaysia dan kemungkinan juga Singapura pekan ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Bencana asap, begitu AP, yang diduga akibat kebakaran hutan yang ditujukan untuk pembukaan lahan yang terjadi di Sumatera, Indonesia, merupakan masalah yang terjadi setiap tahun. Puncaknya terjadi pada 1997-1998, ketika beberaoa negara di wilayah ini diselimuti kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Namun begitu, hasil investigasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia baru-baru ini menunjukkan bahwa dari sekitar 12 perusahaan yang didapati melakukan pembakaran hutan, delapan diantaranya justru adalah perusahaan asal Malaysia. Atas hasil investigasi ini, pihak berwenang Malaysia sendiri mengaku akan melakukan tindakan tegas kepada perusahaan-perusahaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Krzyzanowski mengatakan, beberapa partikel termasuk zat buangan hasil pembakaran merupakan penyumbang terbesar dalam masalah pernafasan, khususnya bagi anak-anak, kaum tua dan orang-orang sakit. Dia menyebut, banyak kasus terjadi selama periode asap, tapi hari ke hari pencemaran dalam waktu singkat konsentrasinya meningkat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Orang yang menderita asma lebih potensial untuk diserang dengan tingkat polusi ringan, dan udara kotor juga menyebabkan infeksi saluran pernafasan ? pembunuh terbesar anak-anak pada lebih dari 5 negara berkembang. Orang dengan masalah cardiovascular juga akan mengalami peningkatan risiko.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Polusi dalam ruangan juga menjadi masalah pada negara berkembang Asia, dimana 60 persen hingga 80 persen rumah tangga menggunakan bahan bakar kayu atau batu bara untuk memasak ataupun untuk memanaskan, sesuai dengan laporan Health Effects Institute, Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Negara-negara Asia Tenggara telah bekerja untuk menangani isu polusi udara ini dan pekan ini mengumumkan bentuk panel ahli lingkungan untuk memerangi kebakaran hutan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Bencana ini "sulit untuk dihentikan karena api digunakan dan selalu dimanfaatkan sebagai bagian dari manajemen tanah." Kata Daniel Murdiyarso, dari Center for International Forestry Research di Indonesia. "Penduduk bekerja keras, tapi ini jelas tidak efektif."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Krzyzanowski menyebut, krisis asap pada tahun 1950 di London telah membunuh sekitar 4.000 orang, dan mendorong para pejabat mengimplementasikan strategi penanganan polusi jangka panjang dengan melihat seluruh aspek permasalahan yang ada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  "Kita dapat memetik pelajaran dari berbagai kejadian ini dari Eropa," katanya. (&lt;b&gt;bj&lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-7622682230064214007?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/7622682230064214007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=7622682230064214007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7622682230064214007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7622682230064214007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/who-pencemaran-udara-pembunuh-reguler.html' title='WHO: Pencemaran Udara Pembunuh Reguler di Asia'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-6610994548293343216</id><published>2007-12-24T22:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:18:19.415-08:00</updated><title type='text'>Pencemaran Udara di Bandung akibat Kegiatan Transportasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Bandung, Kompas&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sekitar 70 persen pencemaran udara di Kota Bandung diakibatkan oleh kegiatan transportasi. Sebihnya dari sumber tidak bergerak, seperti industri dan pembakaran sampah. Pencemaran ini telah membuat sejumlah warga Bandung menderita gangguan pernapasan, penyakit paru-paru dan gangguan mental. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Secara materi, gangguan kesehatan pada warga Bandung itu belum dihitung. Tetapi, menurut penelitian Bank Dunia, kerugian akibat pencemaran udara dari kegiatan transportasi di Jakarta setiap tahun mencapai sekitar 200 juta-300 juta dollar AS. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Kalau di Bandung kerugian pencemaran sekitar seperempat dari Kota Jakarta, namun itu toh sudah merugikan masyarakat," kata Dada Rosada, Sekretaris Pemerintah Kota Bandung, mengutip pernyataan pakar lingkungan Otto Sumarwoto dalam acara semiloka pencemaran udara di Bandung, Selasa (20/8). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menurut Dada, belakangan ini pencemaran udara di Bandung telah menunjukkan gejala menurun, kendati tetap masih di atas ambang batas ideal. Pencemaran itu diakibatkan naiknya jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahun mencatat angka pertumbuhan sekitar 6-12 persen. Data dari kepolisian pada bulan Mei 1999 menunjukkan, jumlah kendaraan mencapai 600.000 unit dengan panjang ruas jalan sekitar 1.071 kilometer. Jumlah kendaraan itu belum termasuk yang masuk ke Bandung setiap akhir pekan, yang diperkirakan sekitar 10-25 persen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Untuk mengatasi pencemaran udara di Kota Bandung, kata Dada, pemerintah kota telah berupaya melakukan pengendalian dan pemulihan. Salah satu upaya yang dilakukan sejak tahun 1996 adalah melaksanakan pengendalian pencemaran udara melalui program "langit biru" di Kota Bandung. &lt;b&gt;(zal)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-6610994548293343216?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/6610994548293343216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=6610994548293343216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6610994548293343216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/6610994548293343216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/pencemaran-udara-di-bandung-akibat.html' title='Pencemaran Udara di Bandung akibat Kegiatan Transportasi'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-7894554675567128946</id><published>2007-12-24T22:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:16:26.530-08:00</updated><title type='text'>Si  Hitam Yang Berbahaya</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;b&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;TIMBAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;logam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berat&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terdapat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;secara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;alami&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kerak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bumi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tersebar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kealam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;jumlah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kecil&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;melalui&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;proses&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;alami&lt;/span&gt;.                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Timbal&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berasal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kegiatan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;manusia&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;menghasilkan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;timbal&lt;/span&gt; 300 kali                                   &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dibandingkan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;timbal&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berasal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;proses&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;alami&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Timbal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terurai&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;secara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;biologis&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;toksisitasnya&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berubah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sepanjang&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Timbal&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terhirup&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tertelan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;beredar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;mengikuti&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;aliran&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;darah&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;diserap&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kembali&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;didalam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ginjal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;otak&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;disimpan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;didalam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tulang&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;gigi&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Timbal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terutama&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berasal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;penggunaan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bahan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bakar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bertimbal&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;pembakarannya&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;melepaskan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;timbal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;oksida&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berbentuk&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;debu/partikulat&lt;/span&gt;                                    yang &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terhirup&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Debu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Timbal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;mengkontaminasi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tanah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;pertanian&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;mencemari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;hasil&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;pertanian&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dikonsumsi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   Penggunaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bahan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bakar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bertimbal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;melepaskan&lt;/span&gt; 95%                                   &lt;span class="SpellE"&gt;timbal&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;mencemari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;negara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berkembang&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   Bahkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; Kota                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Bandung&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;selama&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tersohor&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; Kota                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Kembang&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;lantaran&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;keasrian&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kesejukannya&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;luput&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;serangan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;timbal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Udaranya&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;lumayan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sejuk&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terutama&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;pagi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;malam&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;jadi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;hanya&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kamuflase&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kondisi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sebenarnya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kualitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kembang&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ternyata&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kalah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;buruk&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;.                                   &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;disebut-sebut&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kedua&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berdebu&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; Indonesia                                   &lt;span class="SpellE"&gt;setelah&lt;/span&gt; Jakarta.                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   Buruknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kualitas&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;akibat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;polusi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;semakin&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dipersulit&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kondisi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;geografisnya&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;seperti&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;cawan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;atas&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ketinggian&lt;/span&gt; 600                                    meter, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tingkat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kelembaban&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tinggi&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Udara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                    yang &lt;span class="SpellE"&gt;tercemar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;seperti&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kumpulan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kotor&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terperangkap&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tak&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;teralirkan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;wilayah&lt;/span&gt; lain.                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   Kontribusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;terbesar&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;pencemaran&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;udara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sekitar&lt;/span&gt; 80                                   &lt;span class="SpellE"&gt;persen&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;berasal&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sektor&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;transportasi&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Apalagi&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;penambahan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;jumlah&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kendaraan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;bermotor&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;setiap&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tahunnya&lt;/span&gt; 12                                   &lt;span class="SpellE"&gt;persen&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;sementara&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;penambahan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ruas&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;jalan&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;hanya&lt;/span&gt; 0&lt;span class="GramE"&gt;,6&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;persen&lt;/span&gt; per                                   &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt;.                                   &lt;span class="SpellE"&gt;Diperkirakan&lt;/span&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;saat&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; 600.000 unit                                   &lt;span class="SpellE"&gt;kendaraan&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;beroperasi&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;                                   Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;,                                   &lt;span class="SpellE"&gt;belum&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;termasuk&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;jumlah&lt;/span&gt; yang                                   &lt;span class="SpellE"&gt;hilir&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;mudik&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;luar&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                   &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;                                   &lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.                                   &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;iah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;/net&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-7894554675567128946?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/7894554675567128946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=7894554675567128946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7894554675567128946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/7894554675567128946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/si-hitam-yang-berbahaya.html' title='Si  Hitam Yang Berbahaya'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-9153067672173530081</id><published>2007-12-24T22:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:12:32.440-08:00</updated><title type='text'>Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan Kendaraan Bermotor Uji Emisi, Engine Tune Up &amp; Pameran Universitas Gunadarma</title><content type='html'>&lt;div id="page"&gt;&lt;div id="content" class="widecolumn"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post" id="post-142"&gt;    &lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.gunadarma.ac.id/ugnews/?p=142" rel="bookmark" title="Permanent Link: Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan Kendaraan Bermotor Uji Emisi, Engine Tune Up &amp;amp; Pameran Universitas Gunadarma"&gt;Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan Kendaraan Bermotor Uji Emisi, Engine Tune Up &amp;amp; Pameran Universitas Gunadarma&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;div class="entry"&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;Jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma dan CAR (Center for Automotive Research) UG menyelenggarakan seminar nasional mengenai Teknologi Ramah Lingkungan Kendaraan Bermotor di Kampus J Kalimalang, Bekasi. Selain seminar, diselenggarakan pula kegiatan Uji Emisi, Engine Tune Up dan Pameran yang diselenggarakan pada 6 -7 Juni 2007. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Kampus J tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Gunadarma Prof.Dr. ES Margianti., SE., MM. Pada sambutannya kepada para hadirin yang datang Rektor UG menyebutkan, Gedung Arena di Lantai 6 Kampus J Kalimalang, Bekasi, salah satu kampus yang dimiliki UG, tempat terse-lenggaranya seminar, merupakan gedung yang multifungsi.&lt;br /&gt;Ia berharap, kegiatan yang diselenggarakan Universitas Guna-darma bisa memberi manfaat bagi semua pihak. ”Kegiatan ini menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan hidup, masalah kebersihan dan juga pencemaran lingkungan,” katanya. Kegiatan yang didukung oleh berbagai perusahaan otomotif ini, tambah Rektor, diharapkan tak berakhir sampai di sini saja namun dapat dikembangkan di waktu waktu yang akan datang. ”Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama untuk efesiensi pemakaian bahan bakar minyak,” ujarnya. “Karena setiap pihak harus mampu berpartisipasi menyum-bangkan kemampuannya untuk mengatasi masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memburuknya kualitas udara &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum sambutan Rektor, Ketua Panitia Pelaksana Seminar Dita Satyadarma, ST., MT tampil terkebih dahulu memberikan kata sambutan. Ia menyebutkan, penyelenggaraan seminar nasional dan rangkaian kegiatan selama 2 hari tersebut merupakan wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.Ia juga menyebutkan, Seminar Nasional, Pameran, Uji Emisi serta Engine Tune Up ini merupakan rangkaian kegiatan yang didukung beberapa perusahaan. Ia berharap acara ini memberi manfaat bagi setiap orang. Keynote Speaker dalam Seminar Nasional tersebut adalah Asisten Deputi II Menteri Lingkungan Hidup Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Bergerak, Kementerian Lingkungan Hidup Ridwan D Tamin, MS(R).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kesempatan ini Ridwan menghargai dipilihnya tema seminar mengingat isu yang diangkat mempunyai relevansi tinggi dengan permasalahan pencemaran udara. Menurut Ridwan, pencemaran udara di Indonesia saat ini sudah semakin dirasakan sehingga memperburuk kualitas udara terutama di kota-kota besar.Dari sisi kualitas udara untuk Jakarta, tahun 2005 masyarakat hanya menikmati 37 hari kualitas udara dalam kategori sehat. Kondisi kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang dan Surabaya juga tidak begitu berbeda yaitu kurang dari 20% dari jumlah hari dalam setahun di mana udaranya masuk dalam kategori sehat.KLH menetapkan baku mutu udara ambient melalui PP 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara untuk berbagai parameter kunci seperti CO, HC, NOx, SO2, partikulat debu dan partikulat PM10 (ukuran debu kecil dari 10 um diameter) dan timbal.Saat ini sesuai dengan perkembangan pengetahuan mengenai kesehatan,WHO menetapkan panduan baku mutu ambien yang lebih ketat dibanding waktu lalu dengan lebih memperhatikan segmen masyarakat yang mengidap penyakit kronis terkait dengan ISPA maupun penyakit dalam lainnya.Bila dilihat dari sumber pencemaran udara, kata Ridwan Tamim, dapat dikatakan kendaraan bermotor menjadi sumber polutan terbesar dibanding sumber kegiatan lainnya baik industri maupun rumah tangga.Bila ditinjau lebih lanjut dapat dikatakan, di antara berbagai jenis kendaraan yang ada seperti kendaraan penumpang bis, truk maupun sepeda motor, maka dapat dikatakan jenis kendaraan penumpang roda 4 dan sepeda motor jadi sumber utama pencemaran udara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dapat dikatakan bahwa dua jenis kendaraan tersebut yaitu kendaraan penumpang dan motor, dominasi kepemilikannya adalah kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum yang ada. Lemahnya pelayanan transportasi umum di kota-kota besar  telah menyebabkan semakin tingginya pengalihan masyarakat kepada penggunaan kendaraan pribadi.KLH mengembangkan kebijakan untuk mengendalikan pencemaran udara tersebut dari sumbernya yaitu kendaraan bermotor, khususnya pengendalian emisi gas buangnya melalui 4 pendekatan yaitu teknologi kendaraan bermotor yang dikaitkan dengan baku mutu emisi, penggunaan bahan bakar bersih (bensin tanpa timbal, solar sulfur rendah, gas, biofuel), pemeriksaan dan perawatan kendaraan bermotor dan pengalihan penggunaan tranportasi dari pribadi ke massal seperti bis, kereta api, monorel dan sebagainya.Pada makalahnya, Ridwan mem-fokuskan pembahasan kepada intervensi yang pertama yaitu aspek teknologi kendaraan bermotor. Dalam konteks ini terdapat komponen teknologi yang harus diperhatikan yaitu desain mesin baru, desain alat pengendali emisi baru seperti catalytic converter maupun particulate filter, maupun keberadaan bahan bakar yang bersih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mitra Emisi Bersih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keputusan Menteri LH tersebut merupakan starting point bagi negara kita untuk menseragamkan standar emisi kendaraan kita dengan negara-negara lainnya terutama di kawasan Asia Pasifik dan kelak menuju harmonisasi standar dunia yang mengarah kepada konsep environmentally friendly vehicles.Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri tersebut, di samping dapat menciptakan kendaraan bermotor  yang ramah lingkungan juga dapat memacu industri kendaraan bermotor di Indonesia untuk dapat bersaing di dunia inter-nasional.Kendaraan bermotor memberikan sumbangan terbesar pada emisi CO2 mengingat sektor transportasi merupakan pengguna energi terbesar di dunia dibandingkan dengan pemakaian di sektor industri, rumah tangga maupun niaga. Di Indonesia sendiri penggunaan energinya untuk transportasi sudah mulai melebihi penggunaan untuk industri saat ini.Terkait dengan isu energi tersebut pemerintah melalui Perpres No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional menetapkan penggunaan 5% energi mix untuk bahan bakar nabati (biofuel).”Kami juga mengajak para stakeholders untuk membahas permasalahan tersebut untuk dicarikan jalan keluar yang optimal,” kata Ridwan. Hasil diskusi ini, tambahnya, sangat penting sebagai masukan dalam memperkuat landasan kebijakan KLH di waktu mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemaparan berikutnya adalah pemaparan dari Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Propinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Yussiana Anwar Supalal, MAS. Dalam kesempatan itu ia membawakan makalah dengan tema ”Implementasi Peraturan Daerah Prov DKI Jakarta Nomor 2 Than 2005 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara (PPU)”.“PPU, terbagi dalam 2 yaitu udara ambien dan udara dalam ruangan. Peraturan Nomor 2 tahun 2005 meliputi perlindungan mutu udara dan pengendalian pencemaran udara yang terbagi menjadi pencegahan pencemaran udara, penanggulangan pencemaran udara dan pemulihan mutu udara,” ujar Yussiana.Perlindungan mutu udara meliputi baku mutu udara ambien, status mutu udara ambien, baku mutu emisi dan ambang batas emisi gas buang, baku tingkat gangguan dan ambang batas kebisingan dan indeks standar pencemar udara.Sedang pencegah pencemaran udara meliputi penetapan baku mutu udara ambien, baku mutu emisi, ambang batas emisi gas buang, baku tingkat gangguan ambang batas kebisingan, baku mutu udara dalam ruangan dan Indeks Standar Pencemar Udara. Termasuk juga pentaatan baku mutu udara ambien, baku mutu emisi, baku mutu tingkat gangguan, keberadaan kawasan dilarang merokok dan larangan membakar sampah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedang Program Penanggulangan Pencemaran Udara, meliputi Program Pemantauan Kualitas Udara, Program Langit Biru, Pengendalian Pencemaran Udara yang diakibatkan sumber bergerak seperti kendaraan bermotor, program udara bersih , program penggunaan bahan bakar gas, Program Kualitas Udara Dalam Ruangan (KUDR) dan Program Kawasan Dilarang Merokok (KDM).Rencana Kerja tahun 2007 untuk Program Langit Biru, kata Yussiana, meliputi penyusunan PerGub dan Petunjuk Teknis tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan bermotor, penyiapan komponen sistem uji emisi, bengkel, teknisi, tanda lulus uji emisi dan sistem informasi, penegakan hukum bagi pelanggar uji emisi, pekan uji emisi, hari bebas kendaran bermotor, gerakan apresiasi emisi bersih dan penggunaan bahan bakar gas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan Program Penggunaan BBG meliputi penyusunan PerGUb BBG, penyusunan rencana kerja penerapan BBG dan koordinasi penerapan BBG. Sedang Program Kualitas Udara Dalam rungan (KUDR) dan Kawasan Dilarang Merokok (KDM) meliputi penyusunan SOP KDM dan KUDR, Inventarisasi dan identifikasi KUDR, pengukuran, KUDR, pembinaan KUDR, sertifikasi KDM, pengukuhan Petugas Pengawas KDM, Penegakan hukum terhadap perokok (30 kali), penegakan hukum terhadap pengelola gedung dan pemberian penghargaan KDM dan KUDR.Sementara  itu Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Mitra Emisi Bersih Jhon Livingstone Wuisan memaparkan makalahnya yang mengusung tema “Uji Emisi dan Permasalahannya”.    Wuisan menjelaskan mengenai Mitra Emisi Bersih (MEB) yang didirikan 167 organisasi dan individu pada 2002 lalu di Jakarta. “MEB adalah  forum multistakeholder yang fokus pada upaya-upaya peningkatan kualitas udara,” katanya.MEB dideklarasikan oleh Menteri Negara LH, Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM pada tanggal 15 Oktober 2002 di Jakarta. “Sampai saat ini tercatat sebagai Local Network CAI Asia di Indonesia yang memiliki jaringan di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali,” kata Wuisan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wajib uji emisi berkala&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut PP 41/1999 pasal 31, kendaraan bermotor tipe baru dan lama yang mengeluarkan emisi gas buang, wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Pasal 36, ayat 1 mengatakan, setiap kendaraan bermotor wajib menjalani uji emisi berkala sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.Solusinya, dalam sistem uji emisi dan perawatan kendaraan bermotor, pemerintah Prov DKI Jakarta yang berfungsi sebagai fungsi regulator dan peran kontrol, sedang kelompok stakeholder adalah dunia usaha sementara masyarakat sebagai sistem pembiayaan mandiri dan pengimplementasi teknis. Sistem uji emisi meliputi instrumen pentaatan yang beraspek hukum, program sosialisasi bersama, aspek regulasi peran pemerintah dan kesiapan teknis dari swasta.MoU 11 Oktober 2006 melibatkan pihak Asbekindo, Gaikindo, Sucofindo, YLKI dan unsur lainnya dalam penyusunan Pergub untuk bengkel pelaksana, teknisi pemeriksa, tanda lulus dan sistem informasi. Wuisan menegaskan, pentingnya kebersamaan untuk kegiatan tersebut karena 90% hidup kita di udara yang kotor. “Karena kita tidak bisa memilih udara yang akan kita hirup,” katanya.Sementara Dr Ing Mohamad Yamin dari Center for Automotive Research (CAR) Universitas Gunadarma memaparkan makalahnya yang berjudul “UG-Car, Desain Kendaraan Bermotor”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Latar belakang desain kendaraan bermotor adalah faktor emisi, sistem transportasi dan perlakuan kita berkendaraan. Faktor emisi  meliputi teknologi, umur, perawatan dan kualitas bahan bakar.  Tren industri otomotif sekarang adalah yang kecil, ringan, menghemat bahan bakar, aman dan  efesiens. Pada kesempatan itu Yamin juga menjelaskan aplikasi material yang ringan serta aktivitas dari UG CAR.Uji Emisi, Tune Up kendaraan serta Pameran yang diikuti berbagai perusahaan otomotif diselenggarakan di lapangan parkir Kampus J. Perusahaan otomotif yang ikut serta di antaranya Suzuki Milenium, Link Chore Technology, Syntex perusahaan oli, Honda, Nano Tech Auto, Max Fluel Encharcer, Al Wadi, Komunitas Modifikasi Teknik Mesin Universitas Gunadarma, Himpunan Mahasiswa Mesin dan lain lain.Selama 2 hari kegiatan, dilakukan tune up terhadap ratusan motor yang dikerjakan oleh para mahasiswa. “Acara ini terbuka untuk umum, kebanyakan yang datang selain mahasiswa juga  para tukang ojek sekitar sini,” ujar seorang panitia.“Sedangkan untuk uji emisi terhadap kendaraan beroda 4 sebanyak kurang lebih 50 mobil.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="footer"&gt;&lt;p&gt; &lt;!-- 16 queries. 0.495 seconds. --&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!-- Gorgeous design by Michael Heilemann - http://binarybonsai.com/kubrick/ --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-9153067672173530081?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/9153067672173530081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=9153067672173530081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/9153067672173530081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/9153067672173530081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/seminar-nasional-teknologi-ramah.html' title='Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan Kendaraan Bermotor Uji Emisi, Engine Tune Up &amp; Pameran Universitas Gunadarma'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-1107059389770522823</id><published>2007-12-24T22:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:10:16.367-08:00</updated><title type='text'>Sampah, Energi atau Kompos?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Oleh OTTO SOEMARWOTO (Sumber: &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/072006/10/0901.htm" target="_blank"&gt;Pikiran Rakyat, 10 Juli 206&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://indeni.org/images/stories/rumah-kali2.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" hspace="6" /&gt;SAMPAH memang mengandung energi. Pada sampah organik berupa sisa tumbuhan, energi itu berasal dari matahari yang ditangkap oleh tumbuhan hijau melalui proses fotosintesis. Sampah organik berupa plastik mengandung energi yang berasal dari bahan bakar minyak, batu bara dan gas yang digunakan dalam proses sintesis zat kimia sederhana menjadi zat kimia yang kompleks. Energi dalam sampah organik, baik yang berupa sisa tumbuhan, maupun sisa bahan berupa zat kimia sintetik dapat dibebaskan lagi dengan pembakaran. Energi yang dibebaskan itu dapat digunakan untuk memanaskan air dalam &lt;em&gt;boiler&lt;/em&gt; dan uap yang terbentuk digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik. Terjadilah konversi sampah jadi energi (&lt;em&gt;waste-to-energy&lt;/em&gt;). Pada prinsipnya sampah itu digunakan sebagai bahan bakar pengganti BBM, gas atau batubara. Dari segi lingkungan hidup ada dua pertanyaan yang harus dijawab, yaitu pertama berapakah energi netto yang kita dapat dan kedua, pencemaran apa yang terjadi dan berapa banyaknya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Energi neto ialah banyaknya energi listrik yang didapatkan dikurangi dengan energi yang dikeluarkan untuk membangkitkan energi itu. Dalam hal sampah-jadi-energi energi yang dikeluarkan ialah pertama untuk transpor sampah dari rumah tangga ke TPS dan TPA serta untuk operasi alat-alat berat di TPA. Energi itu berasal dari BBM. Makin jauh letak TPA dari kota, makin besar pula energi yang harus dikeluarkan untuk transpor. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan energi besar yang kedua ialah untuk membakar sampah. Penggunaan energi ini berkaitan dengan pengendalian pencemaran. Makin tinggi suhu yang digunakan, makin sempurna, pembakaran sehingga makin banyak karbon yang dibakar menjadi CO2. Misalnya, dioksin, sebuah racun yang sangat berbahaya terjadi dalam proses pembakaran bahan yang mengandung klor (Cl) atau brom (Br), jika suhu pembakaran kurang dari 600 derajat Celsius. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak literatur yang menyebutkan suhu minimal harus 800 derajat Celsius untuk menghindari terjadinya dioksin. Padahal makin tinggi suhu yang ingin dicapai, makin banyak energi yang diperlukan. Dengan lain perkataan makin tinggi suhu yang digunakan, makin kecil energi netto yang kita dapatkan. Para penggagas proses sampah-jadi-energi harus menjawab pertanyaan berapa besar energi netto tersebut dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua pembakaran menghasilkan zat pencemar, misalnya abu (&lt;em&gt;bottom ash &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; fly ash&lt;/em&gt;), hidrokarbon, CO2, CO, senyawa nitrogen dan senyawa belerang. Beberapa zat pencemar sangat berbahaya, misalnya dioksin seperti disebut diatas dan beberapa zat yang bersifat karsinogenik. Instalasi sampah jadi energi harus berusaha untuk meminimalkan emisi zat pencemar, misalnya dengan filter untuk abu terbang dan suhu tinggi untuk mencegah terjadinya dioksin. Usaha itu tidaklah murah, tetapi merupakan keharusan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pencemaran udara lainnya berasal dari truk pengangkut sampah. Armada truk sampah yang mondar-mandir tidaklah kecil. Jelas, pencemaran udara bukanlah masalah kecil, apalagi bagi Bandung yang terletak dalam sebuah cekungan yang menyebabkan pencemaran udara terperangkap dan sukar untuk disebarkan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Produksi CO2-pun harus diperhatikan, karena merupakan gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Walaupun sebagai negara sedang berkembang tidak diharuskan menurunkan emisi CO2-nya, Indonesia telah mengalami kerugian dari pemanasan global, antara lain, kenaikan frekuensi dan intensitas badai yang menyebabkan banjir dan longsor di beberapa tempat dan kenaikan permukaan laut yang menyebabkan kenaikan intensitas abrasi pantai. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pencemaran lain yang terjadi pada TPA dan kita abaikan ialah air lindi yang beracun. Dinas Pemda yang bertugas mengelola sampah dan TPA-nya belum pernah mengumumkan dampak air lindi pada air tanah kita. Pengukuran dan pelaporan pencemaran oleh air lindi TPA haruslah segera dilaksanakan, khususnya sumur penduduk di sekitar TPA.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelaslah, usaha sampah jadi energi tidak hanya harus layak ekonomi, melainkan juga harus layak lingkungan hidup. Akan sangat ironislah, jika energi BBM yang harus dikeluarkan lebih besar daripada energi listrik yang didapatkan. Dalam hal ini jika seandainya proyek itu layak ekonomi, berarti kelayakan ekonomi itu bertumpu pada subsidi BBM. Karena itu jika energi nettonya negatif, haruslah proyek sampah jadi energi dinyatakan tidak layak (&lt;em&gt;not feasible&lt;/em&gt;), meskipun dari segi ekonomi projek itu adalah layak. Juga akan ironis, jika pencemaran sampah diganti dengan pencemaran udara yang makin parah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teknologi lain sampah-jadi-energi ialah dengan pembusukan sampah secara anaerobik untuk menghasilkan gas metan. Gas metan yang terbentuk dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik. Dalam proses ini metan diubah menjadi CO2 yang potensi pemanasan globalnya adalah 1/20 metan. Metan sampah untuk pembangkitan listrik telah dimanfaatkan oleh berbagai negara untuk berdagang karbon dalam kerangka Protokol Kyoto, misalnya Romania, Brasil, India dan Mesir. Mereka telah mengubah sampah mereka menjadi sumber dolar. Mengapa kita tidak? Kecuali mendapatkan dolar, keuntungannya ialah menghindari terjadinya pencemaran udara dari pembakaran sampah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan alternatif pengomposan sampah pada tingkat rumah tangga: sampah-jadi-kompos? Proses sampah-jadi-kompos merupakan usaha bersama kemasyarakatan. Biayanya murah. Tak perlu armada truk yang besar. Tak perlu pula lahan TPA yang luas, karena 50% sampah tidak keluar rumah tangga. Jika dilakukan dengan baik, prosesnya sangat ramah lingkungan hidup. Komposnya dapat digunakan untuk memupuk taman dan jalur hijau kota. Kita menghemat pupuk sintetis. Kendala utamanya ialah sosial, yaitu mengajak masyarakat untuk mau melakukan usaha sampah-jadi-kompos bergotong-royong. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ironisnya dari pengalaman di beberapa tempat yang telah melakukan usaha ini, kendala itu lebih besar pada keluarga lapisan menengah-atas daripada lapisan menengah-bawah. Alasannya, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka dari pagi sampai malam dan mereka sudah membayar retribusi sampah. Mereka tidak mau bercermin pada masyarakat lapisan menengah-bawah yang harus melakukan hal yang sama. Ada semacam arogansi elite.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alternatif ketiga, yaitu pembakaran sampah secara sederhana haruslah segera dilarang, karena berbahaya bagi kesehatan kita. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nampaklah kedua alternatif, yaitu sampah-jadi-energi dan sampah-jadi-kompos, mempunyai kendala serius. Sampah jadi energi membutuhkan modal besar dan lahan TPA yang luas. Lahan itu makin sulit didapat, baik karena memang makin sedikit lahan bebas yang dapat digunakan untuk TPA, maupun karena banyak penduduk yang menolak. Ditambah lagi oleh permainan para calo lahan. Lahan yang tersedia makin jauh letaknya dari kota. Dampak lingkungannya juga tak boleh diabaikan. Sebaliknya sampah-jadi-kompos kendala utamanya bukan modal. Bukan pula lahan TPA. Tetapi partisipasi masyarakat. Meskipun 50% sampah dapat dicegah keluar dari rumah tangga, jika yang ikut hanya 1% dari jumlah rumah tangga, jumlah 50% -- atau bahkan jika melibatkan para pemulung dapat sampai 90% -- dari 6.000 - 8.000 ton sampah per hari sangat tidak berarti, yaitu hanya 30-40 ton per hari yang tidak keluar dari rumah tangga. Saran saya ialah biar kedua usaha dilakukan oleh masing-masing pendukungnya. Keduanya harus memperhatikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Keduanya harus pula terbuka pada kritik yang mambangun dan mau menerima kritik itu. Keduanya harus transparan. Tidak perlu kita menyikapinya secara kontroversial, apalagi dengan demonstrasi. Marilah kita berkompetisi untuk mendapatkan yang terbaik bagi Kota Bandung tercinta ini.*** &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Penulis, guru besar emeritus&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072401598368931393-1107059389770522823?l=uwadadang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://uwadadang.blogspot.com/feeds/1107059389770522823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072401598368931393&amp;postID=1107059389770522823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/1107059389770522823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072401598368931393/posts/default/1107059389770522823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/sampah-energi-atau-kompos.html' title='Sampah, Energi atau Kompos?'/><author><name>WALHI Jabar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698378716244021394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072401598368931393.post-5768834869583553156</id><published>2007-12-24T22:00:00.001-08:00</published><updated>2007-12-24T22:08:09.707-08:00</updated><title type='text'>PENGHIJAUAN SEBAGAI PEREDUKSI CO2 DI PERUMAHAN</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;PENGHIJAUAN SEBAGAI PEREDUKSI CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; DI PERUMAHAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Studi Kasus Bandung - Cirebon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tim Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Badan Penelitian dan Pengembangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Departemen Pekerjaan Umum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ABSTRAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Fungsi penghijauan di perumahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain memiliki nilai estetis juga dapat ditekankan sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, penghasil oksigen, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;penyerap polutan dan peredam kebisingan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Potensi berkembangnya areal vegetasi di suatu kawasan secara fisik dipengaruhi kondisi topografis dan parameter iklim lokal, dimana daerah bervegetasi menciptakan suhu lebih rendah dari pada daerah yang tidak ditumbuhi oleh tanaman. Penghijauan di rumah perumnas Sarijadi yang berlokasi pada dataran tinggi, mempunyai suhu sekitar 29 °C dan kelembaban 52,65 %. Sementara di Perumahan GSP mempunyai areal yang kurang bervegetasi dengan suhu sekitar 29-37°C dan kelembaban 45 %, yang dipengaruhi pula oleh letak geografis Kota Cirebon yang berada di tepi laut. Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa perumahan di Kota Bandung dan Cirebon, secara umum ditemukan bahwa luas lahan penghijauan di perumahan Kota Bandung sebesar 2,24 – 2,62 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/penduduk, sedangkan di Cirebon sebesar 1,02 – 2,09 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang (tabel 1).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Luas lahan penghijauan di Perumnas Sarijadi, Antapani dan Perumnas Burung masih memenuhi kriteria luas lahan hutan kota yang di tetapkan yaitu sekitar 1,5-1,9 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Klasifikasi tanaman di perumahan Kota Bandung dan Kota Cirebon dikelompokkan berdasarkan tanaman perdu, tanaman hias, tanaman keras dan rumput.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kontribusi kelompok tanaman tersebut dalam penyerapan CO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; serta polutan di udara tergantung banyak faktor seperti jenis tanaman, kerimbunan, dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu, kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kata Kunci : vegetasi, CO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, topografis, iklim lokal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kondisi pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat cenderung untuk tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan meminimalkan ruang terbuka hijau. Kondisi demikian &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perkotaan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dengan meningkatnya suhu udara di perkotaan, serta pencemaran udara.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber pencemaran udara di kota besar Indonesia terutama disebabkan kegiatan transportasi, permukiman, persampahan dan industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 3.95pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Karbon dioksida (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) merupakan gas utama penyebab pemanasan global, yang akan berakibat pada perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan, perubahan ekosistem hutan dan daratan, dan kemudian berpengaruh pada kesehatan manusia. Tahun 1994,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;83% peningkatan radiasi gas rumah kaca disebabkan oleh CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, 15 % CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dan sisanya N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O dan CO (&lt;i&gt;Ministry of Environment, 2001&lt;/i&gt;). Jumlah emisi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; terbesar di Indonesia disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Untuk mengatasi masalah ini,upaya yang dilakukan diantaranya adalah mengurangi konsumsi energi dan mencari energi alternatif yang lebih bersih, pembangunan ruang terbuka hijau, pembangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permukiman yang berkelanjutan, dan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tanaman mempunyai potensi dan fungsi ekologis menurunkan kadar CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; pada saat melakukan aktivitas fotosintesis dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengubah CO&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Gas gas diudara akan didifusikan kedalam daun melalui stomata (mulut daun) pada proses fotosintesa atau terdeposisi oleh air hujan kemudian didifusikan oleh akar tanaman. Setiap tumbuhan mempunyai karakteristik yang berbeda dalam mengabsorpsi gas - gas tertentu di udara, sehingga dapat merupakan penyangga yang baik terhadap pencemaran udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Fungsi penghijauan di perumahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditekankan sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, penghasil oksigen, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;penyerap polutan (logam berat, debu, belerang), peredam kebisingan, penahan angin dan peningkatan keindahan (PP RI no.63/2002), dengan karakteristik :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pohon-pohon dengan perakaran kuat, ranting tidak mudah patah, daun tidak mudah gugur serta pohon-pohon penghasil bunga/buah/biji yang bernilai ekonomis. Adapun faktor &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;faktor yang berpengaruh terhadap potensi reduksi zat pencemar dan umur tanaman (&lt;i style=""&gt;Kaule, 2000&lt;/i&gt;) adalah jenis tanaman, kerimbunan dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu, kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan. &lt;i&gt;Robinette (1983)&lt;/i&gt; lebih jauh menjelaskan, jumlah pantulan radiasi surya suatu hutan sangat dipengaruhi oleh: panjang gelombang, jenis tanaman, umur tanaman, posisi jatuhnya sinar surya, keadaan cuaca dan posisi lintang. Tanaman berdaun banyak akan lebih efektif menyerap polutan diudara dibandingkan tumbuhan berdaun jarang. Sedangkan daun tanpa lapisan lilin, berbulu atau berduripun akan lebih mudah menyerap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gas gas diudara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kualitas Udara di Lokasi Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;Pengendalian pencemaran udara ambien dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau di perumahan atau kawasan baik dengan penanaman tanaman secara alamiah maupun budidaya dapat membantu penyerapan gas gas di udara. Ruang terbuka hijau sangat penting terutama di kedua lokasi penelitian karena wilayahnya sangat terbuka akan pencemaran akibat tingginya aktivitas manusia dan volume transportasi, terutama untuk perumnas Burung-Cirebon. Pengukuran kualitas udara yang dilakukan menunjukkan konsentrasi gas CO yang cukup tinggi yang berasal dari kegiatan transportasi sementara nilai konsentrasi NO&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt; masih memenuhi bakumutu. Berdasarkan perhitungan Indeks Standar Pencemaran Udara di lokasi pemantauan Jl Rajawali (tabel 2) termasuk lokasi dalam kategori tidak sehat berdasarkan nilai ISPU untuk debu dan CO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tabel 1. Kualitas Udara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;di lokasi Jl. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sarijadi&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 70.85pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Parameter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Satuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 115pt;" valign="top" width="153"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Baku Mutu PP RI no.4/99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2002&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;102,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;85,45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,167&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,024&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0204&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;CO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2,278&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1,178&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;NOx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0223&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0163&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,21&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;O&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0604&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0393&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;HC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1,043&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,7369&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kebisingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dBA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;64,9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;62,97&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;55&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;/jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;665&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1766&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;h2 style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sumber : Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung, 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;" lang="SV"&gt;Tabel 2. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;" lang="ES"&gt;Hasil Pengukuran Kualitas Udara Ambien di Jl. Rajawali &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 443.1pt; margin-left: 14.75pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="591"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-weight: normal;"&gt;NOx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;SO&lt;sub&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;CO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;NH&lt;sub&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Kebisingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(dBA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;/jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;247,26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;156,37&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0,03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;10,44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0.03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;4,10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;69&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;2466&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Bakumutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0,34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;ISPU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;147&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;86&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;117&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;115&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sumber: Kantor pengelola Lingkungan hidup Kota Cirebon, 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 37.4pt; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penghijauan di Perumahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa perumahan di Kota Bandung dan Cirebon, secara umum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;ditemukan bahwa luas lahan penghijauan di dua perumahan Kota Bandung sebesar 2,24 – 2,62 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/penduduk, sedangkan di Cirebon sebesar 1,02 – 2,09 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang (tabel 4). Luas lahan penghijauan di Perumnas Sarijadi, Antapani dan Perumnas Burung masih memenuhi kriteria luas lahan hutan kota yang ditetapkan yaitu sekitar 1,5 -1,9 m&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;/orang. Sementara perumahan GSP Cirebon masih memerlukan tambahan ruang terbuka hijau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penghijauan di kawasan perumnas Sarijadi yang berlokasi pada dataran tinggi, mempunyai suhu sekitar 29°C dan kelembaban 52,65 %. Sementara di Perumahan GSP mempunyai areal yang kurang bervegetasi dengan suhu sekitar 29-37°C dan kelembaban 45 %. Di samping itu Kota Cirebon mempunyai kelembaban udara cukup rendah disebabkan karena letak geografis yang merupakan dataran rendah dan berada di tepi laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tabel 3. Luas RTH&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 381.05pt; margin-left: 21.95pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="508"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;no&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lokasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas Kawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;(ha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas RTH (m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;(m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Jumlah penduduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 359.1pt;" valign="top" width="479"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sarijadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;84 - 112&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;384&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Antapani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;5000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;82,5 -   136&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;403&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 359.1pt;" valign="top" width="479"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Cirebon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Griya Suniaraji Permai (GSP)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;12,67&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;182,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;60 - 120&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;203&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perumnas Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;18,76&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1015&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;60 -140&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;370&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sumber: hasil perhitungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tabel 4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Prosentase Lahan Hijau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 26.7pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 101.55pt;" valign="top" width="135"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas Lahan   Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="4" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lahan H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;ijau   (%)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Kawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;0 – 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;5 – 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;10 - 20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&gt; 20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="7" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 375.6pt;" valign="top" width="501"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sarijadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,62&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,46&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;36,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;25,77&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;35,05&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;3,09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Antapani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,24&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,66&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;44,30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;35,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;20,62&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="7" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 375.6pt;" valign="top" width="501"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Griya Suniaraji Permai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,08&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,02&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;55,70&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;18,99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;20,25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;5,06&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perumnas Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,09&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,84&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;60,67&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;22,47&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;14,60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"&gt;Sumber: hasil perhitungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Potensi berkembangnya areal hijau di suatu kawasan dipengaruhi kondisi topografis dan parameter iklim lokal, dimana suhu udara pada daerah bervegetasi akan lebih rendah dan kelembaban lebih tinggi disekitarnya dibanding lahan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;didominasi oleh tembok dan jalan aspal.&lt;span style="color: black;"&gt; Hal ini dikarenakan bekerjanya proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen, walaupun sebagian dari oksigen yang dihasilkan dibutuhkan untuk mengubah NO menjadi NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, tetapi jika tanaman memiliki luas dan kerimbunan yang tinggi dapat memproduksi oksigen yang tinggi pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; RUTRK Kotamadya DT II Bandung menyebutkan tiap hektar lahan yang ditumbuhi pepohonan dapat menhasilkan 240 kg oksigen/hari, dengan satu pohon dapat menghasilkan sebanyak 1,2 kg oksigen/hari, sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; setiap orang membutuhkan kurang lebih 0,5 – 2 kg oksigen/hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menurut Tome, 2005, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap 8 kg CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang setara dengan CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang dihembuskan manusia sebanyak 200 orang dalam waktu yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sementara satu ha RTH, mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari. Luasan taman di perumahan dipengaruhi pula oleh karakter dan minat penduduk terhadap tumbuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu areal bervegetasi dapat mengkontrol aliran energi selama evapotranspirasi dan sistem angin lokal. Dengan demikian pohon dan tetumbuhan sangat diperlukan dalam pengelolaan udara kota dalam mengimbangi panas karena radiasi matahari yang tertahan oleh debu dan kontaminan dalam udara, seperti yang tertera pada hasil pengukuran kualitas udara di Kawasan Sarijadi dan Perumnas Burung (Tabel 1 dan 2).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;4. Jenis Tanaman di Lokasi Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berdasarkan data lapangan, maka di Perumnas Antapani dan Sarijadi Bandung, dan Perumnas Burung dan Perumahan Griya Sunyaragi Permai Cirebon, didapatkan keragaman tumbuhan yang mampu menjadi pereduksi polutan walaupun jumlahnya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas keseluruhan kawasan perumahan. Hasil klasifikasi disajikan pada tabel 4 berdasarkan kemampuan pohon sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan polutan udara lainnya selain itu juga berdasarkan kemampuan meredam kebisingan dan manfaatnya sebagai tanaman produktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="Section2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tabel 5. Jenis Tanaman Pereduksi dan Jenis Tanaman Produktif di Perumahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Timah   hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semen   /debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Logam   berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;aroma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;bising&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;obat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 708.8pt;" valign="top" width="945"&gt;   &lt;h4&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;ANTAPANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Beringin &lt;i style=""&gt;(ficus benyamina&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Puring &lt;i style=""&gt;(codiaeum interuptum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sri rejeki &lt;i style=""&gt;(aglaonema costatum)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Palem kuning &lt;i style=""&gt;(pandanus&lt;/i&gt; utiis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Pisang-pisangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(Heliconia)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mahoni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(switenia mahagoni)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bungur   (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lagerstroemia   speciosa)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(tagetes   erecta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenanga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(canangium   odoratum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Bamboo jepang (bambusa japonica)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Belimbing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu air &lt;i style=""&gt;(E.aquaea&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nangka &lt;i style=""&gt;(artocarpus integra)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sawo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sirsak &lt;i style=""&gt;(annona muritaca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sarikaya &lt;i style=""&gt;(annonasuqamosa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;sukun   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;durian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Katuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir &lt;i style=""&gt;(tegetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;lidah buaya &lt;i style=""&gt;(aloevera)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;salam &lt;i style=""&gt;(Eugenia polyantha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sereh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sirih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 708.8pt;" valign="top" width="945"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;SARIJADI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lidah mertua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(sanseviera &lt;i style=""&gt;trifaciata-laurentii)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pandan bali &lt;i style=""&gt;(pandanus utilis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Puring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(codiaeum interuptum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sri rejeki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(aglaonema costatum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Mahoni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(&lt;i&gt;switenia mahagoni&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Tanjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(mimusops   elengi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kiara payung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(&lt;i&gt;filicium decipiens&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(tagetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;teh-tehan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenanga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(canangium   odoratum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Bamboo Jepang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(bambusa   japonica)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(E.aquaea&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nangka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(artocarpus integra)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sawo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sirsak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(annona   muritaca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sarikaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(annona&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;suqamosa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Katuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(tegetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;lidah buaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(aloevera)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;salam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(Eugenia polyantha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sereh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sirih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tabel 5. Jenis Tanaman Pereduksi dan Jenis Tanaman Produktif di Perumahan (lanjutan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Timah   hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semen   /debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Logam   berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;aroma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;bising&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;obat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 708.8pt;" valign="top" width="945"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;CIREBON&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lidah mertua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(sanseviera &lt;i style=""&gt;trifaciata-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;laurentii)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pandan Bali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(pandanus utilis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Puring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(codiaeum interuptum)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sri rejeki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(aglaonema costatum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Mahoni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(switenia   mahagoni)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Tanjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(mimusops   elengi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kiara payung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(filicium   decipiens)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenanga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(canangium   odoratum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(tagetes   erecta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(E.aquaea&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nangka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(artocarpus integra)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sawo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sirsak &lt;i style=""&gt;(annona   muritaca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sarikaya &lt;i style=""&gt;(annona&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;suqamosa)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Katuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(&lt;i&gt;tegetes erecta&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;lidah buaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(&lt;i&gt;aloevera&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;salam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(&lt;i&gt;Eugenia polyantha&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sereh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sirih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tabel 6. Jenis Tanaman Pereduksi di Jalur Hijau Perumahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 697.3pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="930"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Antapani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Sarijadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 165.7pt;" valign="top" width="221"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Griya Sunyaragi Permai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;Angsana (&lt;i style=""&gt;Pterocarpus   indicus&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;bougenville&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;bungur merah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;sukun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;angsana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;bougenville&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;bungur merah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;kiara payung &lt;i style=""&gt;(filicium   decipiens)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;ketapang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;salam (&lt;i style=""&gt;eugenia   polyantha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;flamboyan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 177.2pt;" valign="top" width="236"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;bungur merah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;angsana &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="DE"&gt;(Pterocarpus indicus)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;bougenville&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;ketapang &lt;i style=""&gt;(terminalia   catappa)&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 165.7pt;" valign="top" width="221"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Tanjung &lt;i style=""&gt;(mimusops   elengi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Angsana (&lt;i style=""&gt;Pterocarpus   indicus)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Ketapang (&lt;i style=""&gt;terminalia   catappa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;bougenville&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Peningkatan jenis pohon terutama yang dapat mereduksi pencemaran udara lingkungan permukiman sangat penting terutama yang terlintasi tranportasi padat seperti Perumnas Sarijadi dan Perumnas Burung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Penyebaran tanaman dapat diatur sebagai tanaman di halaman rumah, di luar halaman, pagar hijau atau taman kawasan. Rekomendasi jenis tanaman menurut berbagai sumber penelitian adalah sebagai berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Tanaman untuk halaman rumah, untuk pengendalian pencemaran debu adalah jenis perdu dan semak seperti bougenville, bunga merak&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;daun kupu-kupu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="SV"&gt;Tanaman hias yang diteliti ternyata juga positif menurunkan kadar gas NO, antara lain kaktus penghuni tempat terbuka, anak nakal, rumput kriminil (dulu disebut krokot), sri mukti (sejenis sri rejeki), dan maranta penghuni naungan. Kalau mereka ditanam rapat, sehingga cukup rimbun menghuni halaman dekat jendela dapat berfungsi penyaring udara. Sedangkan untuk taman di bagian atas rumah bertingkat, tanaman disarankan seperti semak yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; tahan terpaan angin, tahan panas, memerlukan sedikit air, namun banyak daun untuk meningkatkan daya serap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Alternatif lain palem jenis tertentu untuk peneduh dan mereduksi panas matahari. Emisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dari kendaraan itu akan naik ke lapisan udara atas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="IT"&gt;Pagar hijau/pagar hidup di dekat jalan ditanam salah satu atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua dari jenis-jenis perdu, seperti: kembang sepatu, puring, sablo, soka, &lt;i&gt;Mussaenda&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="IT"&gt;Perdu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu menyerap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt;NO&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt; = 22,53 – 54,08 %, semak (16,13- 55,60 %) pohon (14,15-60,65 %).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt; Pagar hijau dengan teh-tehan atau bambu dapat menyerap debu dalam jumlah yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Tanaman yang ditanam di luar pagar halaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;didisain untuk menciptakan keteduhan seperti asam kranji atau tiara payung juga sebagai pereduksi kadar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="IT"&gt;NO,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt; SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan CO. M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt;enurut hasil penelitian Puslitbang Jalan, tiara payung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="FI"&gt; mampu mengurangi NO sampai 61,47%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;Di bawah pohon pohon peneduh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut dapat ditanam &lt;i&gt;Maranta leuconeura&lt;/i&gt; dan Sri Mukti, yang tidak tahan terhadap matahari terik dan dapat mengurangi polusi NO berturut-turut sampai 55,5% dan 60,41%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IT"&gt; Juga dapat ditanam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; rumput kriminil/krokot (kalau terbuka), paku-pakuan, es lilin putih, atau es lilin hijau, dengan reduksi NO berturut-turut 61,64%, 76,07%, 63,13%, 62,08%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Tanaman yang baik sebagai taman kawasan perumahan seperti jalur hijau atau taman lingkungan, disamping sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan polutan diudara, juga menciptakan keteduhahan dan menahan angin. Tanaman sebagai penahan angin harus memperhatikan jenis tanaman dengan dahan yang kuat, daun tidak mudah gugur, akar menghujam masuk ke dalam tanah, memiliki kerapatan yang cukup (50-60 %). Taman kawasan perumahan sebaiknya memperhatikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lokasi sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 35.45pt; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;jalan protokol dapat di menggunakan pohon angsana atau flamboyan (&lt;i&gt;Puslitbangkim, 1996&lt;/i&gt;) karena &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;angsana dapat menyerap CO sebesar 55,43 %, bougenville 41,59 %&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan flamboyan 25,88 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Damar (&lt;i&gt;Agathis alba&lt;/i&gt;), Lamtoro gung (&lt;i&gt;Leucaena leucocephala&lt;/i&gt;), akasia (&lt;i&gt;Acacia auriculiformis&lt;/i&gt;) dan beringin (&lt;i&gt;ficus benyamina&lt;/i&gt;) sebagaipenghasil oksigen yang tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 35.45pt; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;daerah dekat dengan tempat penimbunan sampah, tanaman yang dapat menahan angin serta penyerap bau, selain itu sebagai penyerap zat yang berbahaya yang mungkin terkandung dalam sampah, seperti Cempaka dan Tanjung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Wingdings;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak sehingga mempunyai stomata yang banyak pula, seperti nagka, albizia, &lt;i&gt;Acacia vilosa, Indigofera galegoides, Dalbergia spp&lt;/i&gt;., mahoni, jati, kihujan dan lamtoro. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Wingdings;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;daerah dekat pantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan masalah intrusi air laut harus menghindari penanaman dengan tanaman yang kurang tahan terhadap kandungan garam yang sedang-agak tinggi akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang tinggi akan menguras air dalam tanah, sehingga konsentrasi garam dalam tanah meningkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;4&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Secara umum faktor-faktor berpengaruh terdahap kualitas udara dan penghijauan diperumahan sebagai pereduksi emisi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, terkait dengan unsur unsur struktur lingkungan. Seperti temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, curah hujan, tekanan udara, orografi dan topografi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan bervariasi dengan ruang dan waktu. Selain itu terkait pula dengan emisi dari kegiatan yang berlangsung seperti, debu, asap, kabut, senyawa karbon, oksidan oksida sulfur dan nitrogen, timbal, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Untuk menghindari efek pemanasan global dan perubahan iklim baik mikro maupun makro perlu dilakukan melalui penghijauan terutama pada daerah daerah yang terbuka dan gersang. Selain dapat menghindari efek pemanasan global, gerakan penghijauan tersebut juga dapat menciptakan suhu yang relatif lebih sejuk dibandingkan tanpa penghijauan, juga mengurangi terjadinya perubahan kondisi cuaca secara drastis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penanaman berbagai jenis tanaman sedapat mungkin disesuaikan dengan polutan yang dapat diserap dengan susunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat terhadap upaya penyerapan CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; maupun mereduksi polutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Green for life, 2003. www.wwf.or.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kaule, Giselher, Ecologically Orientated Planning, 2000, &lt;st1:place st="on"&gt;Frankfurt&lt;/st1:place&gt;, Peter Lang GmbH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Laporan Kegiatan Pemantauan Sumber Pencemar Bergerak dan Tidak Bergerak, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung, 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ministry of Environment (MoE), 2001.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;National Startegy Study on Clean Dvelopment Mechanism in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Executive Summary. Ministry&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;of Environment &lt;st1:placetype st="on"&gt;Republic&lt;/st1:PlaceType&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:PlaceName&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pengendalian Pencemaran Udara dan Kebisingan di Lingkungan Permukiman, Puslitbang permukiman,1996/1997.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Laporan Hasil Uji Kualitas Udara Ambien Aktual Kota Cirebon tahun 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Laporan Kegiatan Pemantauan Sumber Pencemar Bergerak dan Tidak Bergerak, BPLHD Kota Bandung, 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Poernomosidhi, I.F, MSc, Dr, Konsep Penanggulangan Polusi Udara dengan sistem penghijauan, Prosiding Studi Dampak Timbal Balik Antar Pembangunan Kota dan Perumahan di Indonsia dan Lingkungan Global, 2000.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Soedomo, M, Pencemaran Udara, Kumpulan karya ilmiah, ITB, 1999&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rencana Umum Tata Ruang Kota Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung, 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;PENGHIJAUAN SEBAGAI PEREDUKSI CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; DI PERUMAHAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Studi Kasus Bandung - Cirebon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tim Kerja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Badan Penelitian dan Pengembangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Departemen Pekerjaan Umum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ABSTRAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Fungsi penghijauan di perumahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain memiliki nilai estetis juga dapat ditekankan sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, penghasil oksigen, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;penyerap polutan dan peredam kebisingan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Potensi berkembangnya areal vegetasi di suatu kawasan secara fisik dipengaruhi kondisi topografis dan parameter iklim lokal, dimana daerah bervegetasi menciptakan suhu lebih rendah dari pada daerah yang tidak ditumbuhi oleh tanaman. Penghijauan di rumah perumnas Sarijadi yang berlokasi pada dataran tinggi, mempunyai suhu sekitar 29 °C dan kelembaban 52,65 %. Sementara di Perumahan GSP mempunyai areal yang kurang bervegetasi dengan suhu sekitar 29-37°C dan kelembaban 45 %, yang dipengaruhi pula oleh letak geografis Kota Cirebon yang berada di tepi laut. Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa perumahan di Kota Bandung dan Cirebon, secara umum ditemukan bahwa luas lahan penghijauan di perumahan Kota Bandung sebesar 2,24 – 2,62 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/penduduk, sedangkan di Cirebon sebesar 1,02 – 2,09 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang (tabel 1).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Luas lahan penghijauan di Perumnas Sarijadi, Antapani dan Perumnas Burung masih memenuhi kriteria luas lahan hutan kota yang di tetapkan yaitu sekitar 1,5-1,9 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Klasifikasi tanaman di perumahan Kota Bandung dan Kota Cirebon dikelompokkan berdasarkan tanaman perdu, tanaman hias, tanaman keras dan rumput.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kontribusi kelompok tanaman tersebut dalam penyerapan CO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; serta polutan di udara tergantung banyak faktor seperti jenis tanaman, kerimbunan, dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu, kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kata Kunci : vegetasi, CO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, topografis, iklim lokal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;1&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kondisi pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat cenderung untuk tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan meminimalkan ruang terbuka hijau. Kondisi demikian &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perkotaan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dengan meningkatnya suhu udara di perkotaan, serta pencemaran udara.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber pencemaran udara di kota besar Indonesia terutama disebabkan kegiatan transportasi, permukiman, persampahan dan industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 3.95pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Karbon dioksida (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) merupakan gas utama penyebab pemanasan global, yang akan berakibat pada perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan, perubahan ekosistem hutan dan daratan, dan kemudian berpengaruh pada kesehatan manusia. Tahun 1994,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;83% peningkatan radiasi gas rumah kaca disebabkan oleh CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, 15 % CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dan sisanya N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O dan CO (&lt;i&gt;Ministry of Environment, 2001&lt;/i&gt;). Jumlah emisi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; terbesar di Indonesia disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Untuk mengatasi masalah ini,upaya yang dilakukan diantaranya adalah mengurangi konsumsi energi dan mencari energi alternatif yang lebih bersih, pembangunan ruang terbuka hijau, pembangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permukiman yang berkelanjutan, dan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tanaman mempunyai potensi dan fungsi ekologis menurunkan kadar CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; pada saat melakukan aktivitas fotosintesis dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengubah CO&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Gas gas diudara akan didifusikan kedalam daun melalui stomata (mulut daun) pada proses fotosintesa atau terdeposisi oleh air hujan kemudian didifusikan oleh akar tanaman. Setiap tumbuhan mempunyai karakteristik yang berbeda dalam mengabsorpsi gas - gas tertentu di udara, sehingga dapat merupakan penyangga yang baik terhadap pencemaran udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Fungsi penghijauan di perumahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditekankan sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, penghasil oksigen, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;penyerap polutan (logam berat, debu, belerang), peredam kebisingan, penahan angin dan peningkatan keindahan (PP RI no.63/2002), dengan karakteristik :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pohon-pohon dengan perakaran kuat, ranting tidak mudah patah, daun tidak mudah gugur serta pohon-pohon penghasil bunga/buah/biji yang bernilai ekonomis. Adapun faktor &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;faktor yang berpengaruh terhadap potensi reduksi zat pencemar dan umur tanaman (&lt;i style=""&gt;Kaule, 2000&lt;/i&gt;) adalah jenis tanaman, kerimbunan dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu, kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan. &lt;i&gt;Robinette (1983)&lt;/i&gt; lebih jauh menjelaskan, jumlah pantulan radiasi surya suatu hutan sangat dipengaruhi oleh: panjang gelombang, jenis tanaman, umur tanaman, posisi jatuhnya sinar surya, keadaan cuaca dan posisi lintang. Tanaman berdaun banyak akan lebih efektif menyerap polutan diudara dibandingkan tumbuhan berdaun jarang. Sedangkan daun tanpa lapisan lilin, berbulu atau berduripun akan lebih mudah menyerap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gas gas diudara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kualitas Udara di Lokasi Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;Pengendalian pencemaran udara ambien dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau di perumahan atau kawasan baik dengan penanaman tanaman secara alamiah maupun budidaya dapat membantu penyerapan gas gas di udara. Ruang terbuka hijau sangat penting terutama di kedua lokasi penelitian karena wilayahnya sangat terbuka akan pencemaran akibat tingginya aktivitas manusia dan volume transportasi, terutama untuk perumnas Burung-Cirebon. Pengukuran kualitas udara yang dilakukan menunjukkan konsentrasi gas CO yang cukup tinggi yang berasal dari kegiatan transportasi sementara nilai konsentrasi NO&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt; masih memenuhi bakumutu. Berdasarkan perhitungan Indeks Standar Pencemaran Udara di lokasi pemantauan Jl Rajawali (tabel 2) termasuk lokasi dalam kategori tidak sehat berdasarkan nilai ISPU untuk debu dan CO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tabel 1. Kualitas Udara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;di lokasi Jl. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sarijadi&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 70.85pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Parameter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Satuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 115pt;" valign="top" width="153"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Baku Mutu PP RI no.4/99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2002&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;102,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;85,45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,167&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,024&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0204&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;CO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2,278&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1,178&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;NOx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0223&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0163&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,21&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;O&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0604&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,0393&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;HC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ppm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1,043&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,7369&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;0,24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kebisingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dBA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;64,9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;62,97&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;55&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.65pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 48.55pt;" valign="top" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;/jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 56.5pt;" valign="top" width="75"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;665&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1766&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 72pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;h2 style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sumber : Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung, 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;" lang="SV"&gt;Tabel 2. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;" lang="ES"&gt;Hasil Pengukuran Kualitas Udara Ambien di Jl. Rajawali &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 443.1pt; margin-left: 14.75pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="591"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-weight: normal;"&gt;NOx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;g/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;SO&lt;sub&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;CO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;NH&lt;sub&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(ppm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Kebisingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;(dBA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;/jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;247,26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;156,37&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0,03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;10,44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0.03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;4,10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;69&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;2466&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Bakumutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;0,34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 58.05pt;" valign="top" width="77"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;ISPU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 50.8pt;" valign="top" width="68"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;147&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 45.7pt;" valign="top" width="61"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;86&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 44pt;" valign="top" width="59"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;117&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;115&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 60.3pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 59.75pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sumber: Kantor pengelola Lingkungan hidup Kota Cirebon, 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin: 6pt 0mm 0.0001pt 37.4pt; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penghijauan di Perumahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa perumahan di Kota Bandung dan Cirebon, secara umum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;ditemukan bahwa luas lahan penghijauan di dua perumahan Kota Bandung sebesar 2,24 – 2,62 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/penduduk, sedangkan di Cirebon sebesar 1,02 – 2,09 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang (tabel 4). Luas lahan penghijauan di Perumnas Sarijadi, Antapani dan Perumnas Burung masih memenuhi kriteria luas lahan hutan kota yang ditetapkan yaitu sekitar 1,5 -1,9 m&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;/orang. Sementara perumahan GSP Cirebon masih memerlukan tambahan ruang terbuka hijau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penghijauan di kawasan perumnas Sarijadi yang berlokasi pada dataran tinggi, mempunyai suhu sekitar 29°C dan kelembaban 52,65 %. Sementara di Perumahan GSP mempunyai areal yang kurang bervegetasi dengan suhu sekitar 29-37°C dan kelembaban 45 %. Di samping itu Kota Cirebon mempunyai kelembaban udara cukup rendah disebabkan karena letak geografis yang merupakan dataran rendah dan berada di tepi laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tabel 3. Luas RTH&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 381.05pt; margin-left: 21.95pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="508"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;no&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lokasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas Kawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;(ha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas RTH (m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;(m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Jumlah penduduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 359.1pt;" valign="top" width="479"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sarijadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;84 - 112&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;384&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Antapani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;5000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;82,5 -   136&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;403&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 359.1pt;" valign="top" width="479"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Cirebon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Griya Suniaraji Permai (GSP)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;12,67&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;182,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;60 - 120&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;203&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 21.95pt;" valign="top" width="29"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 129.95pt;" valign="top" width="173"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perumnas Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;18,76&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.65pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1015&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;60 -140&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 20mm;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;370&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sumber: hasil perhitungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tabel 4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Prosentase Lahan Hijau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; margin-left: 26.7pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 101.55pt;" valign="top" width="135"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Luas Lahan   Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="4" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lahan H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;ijau   (%)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Kawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;0 – 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;5 – 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;10 - 20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&gt; 20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="7" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 375.6pt;" valign="top" width="501"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sarijadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,62&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,46&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;36,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;25,77&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;35,05&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;3,09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Antapani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,24&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,66&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;44,30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;35,08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;20,62&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="7" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 375.6pt;" valign="top" width="501"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Griya Suniaraji Permai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,08&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,02&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;55,70&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;18,99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;20,25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;5,06&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 111.05pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perumnas Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 51.95pt;" valign="top" width="69"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,09&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;1,84&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 40.45pt;" valign="top" width="54"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;60,67&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 37.5pt;" valign="top" width="50"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;22,47&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.55pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;14,60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 42.5pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;2,25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"&gt;Sumber: hasil perhitungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Potensi berkembangnya areal hijau di suatu kawasan dipengaruhi kondisi topografis dan parameter iklim lokal, dimana suhu udara pada daerah bervegetasi akan lebih rendah dan kelembaban lebih tinggi disekitarnya dibanding lahan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;didominasi oleh tembok dan jalan aspal.&lt;span style="color: black;"&gt; Hal ini dikarenakan bekerjanya proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen, walaupun sebagian dari oksigen yang dihasilkan dibutuhkan untuk mengubah NO menjadi NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, tetapi jika tanaman memiliki luas dan kerimbunan yang tinggi dapat memproduksi oksigen yang tinggi pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; RUTRK Kotamadya DT II Bandung menyebutkan tiap hektar lahan yang ditumbuhi pepohonan dapat menhasilkan 240 kg oksigen/hari, dengan satu pohon dapat menghasilkan sebanyak 1,2 kg oksigen/hari, sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; setiap orang membutuhkan kurang lebih 0,5 – 2 kg oksigen/hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menurut Tome, 2005, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap 8 kg CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang setara dengan CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang dihembuskan manusia sebanyak 200 orang dalam waktu yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sementara satu ha RTH, mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari. Luasan taman di perumahan dipengaruhi pula oleh karakter dan minat penduduk terhadap tumbuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu areal bervegetasi dapat mengkontrol aliran energi selama evapotranspirasi dan sistem angin lokal. Dengan demikian pohon dan tetumbuhan sangat diperlukan dalam pengelolaan udara kota dalam mengimbangi panas karena radiasi matahari yang tertahan oleh debu dan kontaminan dalam udara, seperti yang tertera pada hasil pengukuran kualitas udara di Kawasan Sarijadi dan Perumnas Burung (Tabel 1 dan 2).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;4. Jenis Tanaman di Lokasi Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berdasarkan data lapangan, maka di Perumnas Antapani dan Sarijadi Bandung, dan Perumnas Burung dan Perumahan Griya Sunyaragi Permai Cirebon, didapatkan keragaman tumbuhan yang mampu menjadi pereduksi polutan walaupun jumlahnya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas keseluruhan kawasan perumahan. Hasil klasifikasi disajikan pada tabel 4 berdasarkan kemampuan pohon sebagai penyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan polutan udara lainnya selain itu juga berdasarkan kemampuan meredam kebisingan dan manfaatnya sebagai tanaman produktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tabel 5. Jenis Tanaman Pereduksi dan Jenis Tanaman Produktif di Perumahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Timah   hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semen   /debu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Logam   berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;aroma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;bising&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;obat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 708.8pt;" valign="top" width="945"&gt;   &lt;h4&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;ANTAPANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Beringin &lt;i style=""&gt;(ficus benyamina&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Puring &lt;i style=""&gt;(codiaeum interuptum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sri rejeki &lt;i style=""&gt;(aglaonema costatum)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Palem kuning &lt;i style=""&gt;(pandanus&lt;/i&gt; utiis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Pisang-pisangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(Heliconia)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mahoni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(switenia mahagoni)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bungur   (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lagerstroemia   speciosa)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(tagetes   erecta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenanga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(canangium   odoratum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Bamboo jepang (bambusa japonica)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Belimbing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu air &lt;i style=""&gt;(E.aquaea&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nangka &lt;i style=""&gt;(artocarpus integra)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sawo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sirsak &lt;i style=""&gt;(annona muritaca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sarikaya &lt;i style=""&gt;(annonasuqamosa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;sukun   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;durian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Katuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir &lt;i style=""&gt;(tegetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;lidah buaya &lt;i style=""&gt;(aloevera)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;salam &lt;i style=""&gt;(Eugenia polyantha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sereh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sirih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 708.8pt;" valign="top" width="945"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;SARIJADI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lidah mertua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(sanseviera &lt;i style=""&gt;trifaciata-laurentii)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pandan bali &lt;i style=""&gt;(pandanus utilis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Puring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(codiaeum interuptum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sri rejeki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(aglaonema costatum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Mahoni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(&lt;i&gt;switenia mahagoni&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Tanjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(mimusops   elengi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kiara payung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(&lt;i&gt;filicium decipiens&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(tagetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;teh-tehan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Kenanga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(canangium   odoratum)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Bamboo Jepang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(bambusa   japonica)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Jambu air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(E.aquaea&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nangka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(artocarpus integra)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sawo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sirsak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(annona   muritaca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;Sarikaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;(annona&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;suqamosa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0mm 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Katuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kenikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(tegetes erecta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;lidah buaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(aloevera)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;salam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(Eugenia polyantha)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sereh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sirih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span s
